160

Laptop yang Anda gunakan sering hang dan mati tiba-tiba? Mungkin ini sudah waktunya Anda ganti pasta laptop.

Diketahui, fungsi pasta laptop adalah untuk memindahkan panas dari CPU ke heatsink. Namun, fungsi tersebut tidak bisa dilakukan dengan baik jika pasta laptop mengering.

Nah, inilah yang menjadi penyebab laptop overheat dan nge-hang. Karenanya, Anda perlu segera ganti pasta laptop.

Sehubungan dengan itu, artikel ini telah merangkum informasi seputar ganti pasta laptop, jadi simak baik-baik, ya!

Tanda Pasta Laptop Perlu Diganti

Thermal paste atau pasta laptop adalah bahan yang dioles di antara kipas dasar dan permukaan prosesor.

Umumnya, fungsi thermal paste adalah untuk mempercepat proses penyaluran panas ke heatsink agar tidak mengalami overheat.

Lantas, sebenarnya kapan ganti pasta laptop yang tepat? Umumnya, thermal paste perlu diganti secara rutin setiap 1-2 tahun sekali untuk penggunaan laptop yang tidak terlalu berat.

Sementara itu, jika Anda menggunakan perangkat untuk pekerjaan yang berat hingga terus-menerus dipakai, sebaiknya ganti pasta laptop setiap 6 bulan atau setahun sekali.

Well, berikut adalah beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan sebagai ciri bahwa sudah saatnya mengganti pasta laptop:

1. Kipas Pendingin Laptop Berbunyi Kencang

Sebenarnya, fungsi ganti pasta laptop yang paling utama adalah untuk menyalurkan kembali panas prosesor ke bagian dalam heatsink agar tidak mengalami overheat.

Nah, jika pasta laptop sudah tidak berfungsi secara optimal lagi, maka secara tidak langsung kinerja kipas prosesor dalam menghantarkan panas akan semakin berat.

Well, biasanya masalah ini akan ditandai dengan timbulnya suara kencang dari kipas pendingin atau di luar casing laptop, di mana penyebabnya adalah karena suhu pada prosesor semakin meningkat.

2. Performa Laptop Menurun

Apabila Anda merasa semakin lama performa perangkat menjadi menurun, bisa jadi ini adalah tanda bahwa thermal paste sudah tidak efektif dan perlu ganti pasta laptop sesegera mungkin.

Biasanya, tanda performa laptop menurun dapat dilihat dari kinerja perangkat yang semakin lambat ketika menjalankan suatu program atau aplikasi.

3. Laptop Tiba-Tiba Mati Saat Digunakan

Pernahkah Anda mengalami laptop yang mati secara tiba-tiba ketika sedang digunakan? Jika iya, mungkin ini adalah tanda bahwa thermal paste perlu diganti.

Kondisi tersebut dapat dipicu karena suhu pada GPU (VGA) atau chip processor yang terlalu panas, sehingga sistem Overheat Temperature Protection (OTP) menjadi aktif.

Baca juga: 3 Cara Memperbaiki Dead Pixel Layar Laptop dan Penyebabnya

Cara Ganti Pasta Laptop

Sebelum masuk ke dalam langkah-langkah cara ganti pasta laptop, perlu Anda perhatikan bahwa memperbarui thermal paste sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang ahli di bidangnya.

Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya masalah yang baru pada laptop Anda jika mengganti pasta laptop sendiri tanpa bantuan tukang service.

Nah, jika Anda penasaran berapa lama ganti pasta laptop, biasanya tukang service tak perlu memakan waktu banyak dan hanya membutuhkan sekitar 10 menit saja untuk menyelesaikannya.

Well, tanpa perlu berlama-lama lagi, berikut adalah langkah-langkah dalam mengganti pasta laptop:

1. Siapkan Alat

Cara ganti pasta laptop pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan sejumlah alat, seperti:

  • Thermal paste atau pasta laptop Noctua NT-H1.
  • ArctiClean atau cairan pembersih thermal paste. Jika tidak memilikinya, bisa diganti dengan penghapus tisu basah.
  • Tisu kering.
  • Obeng set berbagai ukuran.
  • Blower listrik atau manual, bisa diganti dengan kuas pembersih.

2. Matikan dan Lepas Baterai Laptop

Jika semua alat sudah siap, langkah berikutnya adalah matikan dan lepas baterai di bagian belakang perangkat Anda.

Perlu diperhatikan, tahap yang satu ini tidak boleh Anda lewatkan, karena untuk mencegah timbulnya arus listrik ketika sedang membongkar laptop.

3. Buka Casing Laptop dan Heatsink

Setelah melepaskan baterai, tahap selanjutnya yaitu buka casing dan lepaskan heatsink dari tempat motherboard.

Biasanya, heartsink terletak di atas CPU dan akan terhubung dengan kipas pendingin pada laptop. Untuk membukanya, Anda perlu melepaskan sekrup yang mengikatnya satu persatu.

4. Bersihkan Pasta yang Lama

Apabila heatsink sudah terlepas, langkah selanjutnya adalah bersihkan sisa-sisa pasta yang lama di sekitar CPU dengan menggunakan kain pembersih.

Jika ada sisa thermal paste yang menempel dan sulit dibersihkan, gunakan blower listrik atau kuas pembersih.

Perlu diperhatikan, tahap yang satu ini perlu dilakukan secara detail. Jadi, pastikan Anda sudah membersihkannya hingga permukaan CPU kembali kering, sebelum mengganti pasta laptop baru.

5. Aplikasikan Pasta Laptop yang Baru

Jika di sekitar heatsink dan CPU sudah benar-benar bersih, aplikasikan satu tetes thermal paste yang baru di tengah permukaan CPU.

Nantinya, pasta termal akan menyebar secara merata dengan sendirinya ketika heatsink kembali diletakkan di atasnya.

Baca juga: 7 Cara Cek GPU Laptop pada Semua Tipe Windows, Yuk Simak!

6. Pasang Kembali Heatsink, Casing, dan Baterai

Setelah memasang thermal paste yang baru, langkah terakhir adalah memasang kembali heatsink ke motherboard.

Jika posisinya sudah pas dan benar, gunakan kembali casing laptop serta pasang baterai ke tempatnya semula. Pastikan semua sekrup sudah dipasang tanpa ada yang tertinggal.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ganti Pasta Laptop

Sebelum mengubah thermal paste lama menjadi yang baru, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Pakai Alat yang Memadai

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah persiapkan alat-alat secara lengkap seperti daftar sebelumnya untuk mengganti thermal paste.

Jangan sampai, Anda membuka perangkat laptop hanya menggunakan alat seadanya, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan ketika membongkarnya.

2. Hati-Hati saat Memegang Komponen

Hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah selalu berhati-hati dalam memegang setiap komponen pada perangkat.

Selain itu, pastikan tangan Anda selalu dalam keadaan kering, untuk mencegah terjadinya korsleting listrik saat semua komponen kembali dipasang. 

3. Minta Bantuan Orang yang Mengerti

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika belum ahli dalam membongkar pasang laptop, ada baiknya Anda mengganti thermal paste dengan meminta bantuan kepada teknisi atau tukang service.

Harga Ganti Pasta Laptop

Secara umum, biaya ganti pasta laptop akan bervariasi, sesuai dengan jenis dan tipe thermal paste yang dipilih.

Well, ongkos ganti pasta laptop mungkin lebih banyak dihabiskan untuk tenaga tukang service, karena sebetulnya, harga thermal paste relatif murah tergantung mereknya.

Biasanya, harga thermal paste dimulai dari kisaran Rp15.000 – Rp50.000 saja. Namun, ada pula jenis thermal paste yang cukup mahal, yaitu sekitar Rp75.000 – Rp150.000.

Adapun beberapa merek pasta termal yang cukup populer dari segi kualitasnya adalah seperti Noctua, Arctic Silver, Thermal Grizzly, serta Cooler Master.

Temukan Solusi Permasalahan Perangkat IT di Asani!

Itu dia informasi lengkap seputar ganti pasta laptop, mulai dari tanda-tanda, cara, hal yang perlu diperhatikan, hingga biayanya.

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa mengganti pasta laptop dapat membantu mencegah overheat dan menjaga performa perangkat.

Soal harga juga tak perlu dikhawatirkan, karena biayanya terbilang murah sehingga tidak menguras kantong.

Nah, membahas soal biaya murah, Anda juga bisa mendapatkan benefit ini jika menyewa laptop di Asani.

Pasalnya, Anda bisa menyewa laptop dengan harga mulai dari Rp279.000 per bulan dan sudah mendapatkan layanan IT Expert yang akan bantu atasi semua permasalahan IT.

Pengerjaannya pun cepat, karena akan diselesaikan dalam waktu 6 jam di hari dan jam kerja.

Kalau Anda tertarik, langsung saja cek katalog Asani, pilih perangkat sesuai kebutuhan, lalu ajukan penawaran sekarang juga!

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Virus Shortcut di Komputer & Flashdisk

Post comment

Product Enquiry