apa itu paas
TeknologiDiposting: 23 Februari 2026 | Diperbarui: 23 Februari 2026
200

Di era transformasi digital, banyak bisnis mulai beralih ke layanan cloud untuk mempercepat pengembangan aplikasi. Salah satu model yang sering dibahas adalah PaaS (Platform as a Service), terutama karena kemudahannya dalam menyediakan platform siap pakai tanpa perlu mengelola infrastruktur sendiri.

Secara sederhana, PaaS membantu developer dalam membangun, menguji, hingga menjalankan aplikasi dalam satu lingkungan terintegrasi, termasuk untuk kebutuhan aplikasi database yang memerlukan sistem penyimpanan dan pengelolaan data yang stabil.

Untuk mengenal apa itu PaaS, manfaat, cara kerja, hingga contoh layanannya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

Apa Itu PaaS (Platform as a Service)?

PaaS (Platform as a Service) adalah model layanan cloud computing yang menyediakan platform lengkap untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi tanpa harus mengurus infrastruktur dasar.

Dalam skema ini, penyedia cloud akan menangani berbagai kebutuhan, seperti server, sistem operasi, middleware, hingga skalabilitas, sehingga tim IT perusahaan bisa langsung fokus pada penulisan dan pengembangan kode.

Melalui PaaS, pengguna bisa mendapatkan akses ke komponen-komponen penting, seperti database terintegrasi, framework development (misalnya, Node.js atau Laravel), middleware, hingga tools CI/CD untuk otomatisasi proses deployment.

Karena tidak perlu membeli atau memelihara hardware dan software sendiri, proses pengembangan aplikasi pun jadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Memahami Cara Kerja PaaS

Secara umum, PaaS dapat digunakan dalam skema public, private, maupun hybrid, dengan model biaya yang biasanya disesuaikan berdasarkan pemakaian atau paket berlangganan tertentu.

Berikut adalah gambaran cara kerja PaaS dalam mendukung proses pengembangan aplikasi suatu perusahaan:

  • Penyediaan infrastruktur dan platform: Penyedia cloud menyiapkan seluruh kebutuhan dasar seperti server, jaringan, penyimpanan, sistem operasi, middleware, hingga database. Semua komponen ini tersedia dalam satu platform online yang aman dan bisa diakses melalui internet.
  • Lingkungan pengembangan siap pakai: Developer mendapatkan akses ke tools, framework, SDK, API, GUI/CLI, serta berbagai library pendukung untuk menulis dan menguji kode langsung di dalam platform tanpa harus instalasi manual.
  • Proses deployment dan hosting: Setelah aplikasi selesai dikembangkan, deployment bisa dilakukan langsung ke cloud dengan konfigurasi minimal. PaaS akan mengelola runtime, sistem operasi, dan middleware secara otomatis.
  • Skalabilitas dan load balancing otomatis: Platform akan menyesuaikan kapasitas sumber daya sesuai kebutuhan trafik. Di sini, sistem load balancing akan membantu mendistribusikan beban agar aplikasi tetap stabil dan tidak mudah crash.
  • Manajemen database dan penyimpanan: PaaS menyediakan database yang terkelola lengkap dengan fitur backup dan recovery, serta penyimpanan yang dapat diskalakan sesuai kebutuhan aplikasi.
  • Keamanan dan pemeliharaan: Pembaruan sistem, patch keamanan, dan perawatan infrastruktur ditangani oleh penyedia layanan. Beberapa platform juga menyertakan fitur autentikasi, otorisasi, dan enkripsi bawaan.
  • Monitoring dan analitik: Tersedia tools pemantauan performa, logging, dan analisis penggunaan sehingga developer dapat mengoptimalkan aplikasi secara berkelanjutan.

Selain menjaga manajemen PaaS dalam perusahaan, Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan perangkat. Penyediaan perangkat dapat dilakukan dengan efisien melalui penyewaan di Asani. 

Dengan menyewa perangkat yang Anda butuhkan di Asani, Anda akan mendapatkan skema sewa yang fleksibel, sudah termasuk asuransi, IT support, serta akses dashboard management asset.

Ajukan Penawaran

Jenis-Jenis PaaS

Seiring dengan beragamnya kebutuhan tim IT, penyedia PaaS pun menghadirkan beberapa jenis layanan yang berbeda, yaitu:

1. Public PaaS

Public PaaS merupakan platform yang dijalankan di cloud publik dan dapat digunakan oleh banyak pelanggan secara sekaligus.

Seluruh infrastruktur, sistem operasi, hingga tools pengembangannya dikelola langsung oleh penyedia layanan, sehingga pengguna cukup mendaftar dan menggunakan public PaaS sesuai kebutuhan.

Model ini biasanya jadi pilihan startup atau bisnis skala kecil karena lebih hemat biaya, minim pengelolaan teknis, dan bisa langsung diakses tanpa harus menyiapkan lingkungan sendiri.

2. Private PaaS

Private PaaS adalah platform yang dioperasikan dalam lingkungan cloud khusus untuk satu perusahaan saja, sehingga aksesnya tidak dibuka untuk publik.

Model ini umumnya dipilih oleh perusahaan berskala besar yang memerlukan kontrol penuh terhadap data, aplikasi, dan kebijakan keamanannya.

Walau biaya implementasinya cenderung lebih tinggi dibandingkan public PaaS, layanan ini memberikan tingkat keamanan, privasi, serta fleksibilitas kustomisasi yang lebih maksimal dan sesuai kebutuhan internal perusahaan.

Jika perusahaan Anda mengutamakan kontrol penuh dan keamanan tinggi seperti pada konsep private PaaS, pengelolaan perangkat IT pun sebaiknya dilakukan dengan sistem yang terstruktur.

3. Hybrid PaaS

Hybrid PaaS merupakan model cloud yang memadukan lingkungan public dan private dalam satu skema terpadu.

Dengan model ini, perusahaan bisa membagi beban kerja sesuai dengan kebutuhan operasional dan tingkat sensitivitas datanya.

Sebagai contoh, aplikasi yang memerlukan skalabilitas tinggi dapat dijalankan di cloud publik, sementara informasi penting atau data rahasia tetap dikelola di sistem private yang lebih terkontrol.

4. Open PaaS

Open PaaS merupakan platform berbasis open-source yang dirancang agar bisa dimodifikasi secara bebas sesuai kebutuhan penggunanya. Mengingat sifatnya yang terbuka, perusahaan dapat menyesuaikan fitur maupun konfigurasi sistem dengan lebih leluasa.

Dibandingkan layanan PaaS komersial, layanan ini menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga sering menjadi pilihan bagi perusahaan yang memiliki tim developer internal dan menginginkan kontrol penuh atas lingkungan pengembangannya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Penyimpanan Cloud Gratis dan Efektif

5. Communication PaaS

Communication PaaS (CPaaS) adalah layanan yang memungkinkan aplikasi menghadirkan fitur komunikasi seperti telepon, video call, hingga pesan instan tanpa perlu membangun sistemnya dari awal.

Dengan layanan CPaaS, seluruh infrastruktur komunikasi sudah disediakan oleh platform, sehingga integrasinya jadi lebih cepat dan praktis.

Beberapa contoh CPaaS yang cukup dikenal adalah Twilio dan Zoom API, yang menyediakan API untuk menambahkan fitur komunikasi langsung ke dalam aplikasi atau sistem bisnis.

6. Mobile PaaS

Mobile PaaS adalah platform yang dirancang khusus untuk mendukung pengembangan aplikasi mobile dengan memanfaatkan infrastruktur cloud.

Layanan ini dapat membantu developer untuk membangun, menguji, hingga mengelola aplikasi mobile dengan lebih praktis tanpa harus mengatur server atau sistem backend secara manual.

Dengan dukungan cloud publik maupun privat, mobile PaaS memungkinkan penggunanya untuk integrasi data, penyimpanan, hingga sinkronisasi aplikasi berjalan lebih efisien.

Manfaat PaaS untuk Perusahaan

Dengan menggunakan layanan PaaS, ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dalam menjalankan operasional perusahaan. Beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lebih Efektif dan Efisien

Dalam skema PaaS, tersedia berbagai komponen aplikasi siap pakai seperti layanan workflow, direktori, sistem keamanan, hingga fitur pencarian.

Komponen ini sudah dikonfigurasi sebelumnya, sehingga bisa langsung digunakan tanpa harus membangun semuanya dari nol.

Dengan begitu, developer tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan stack pengembangan, seperti Java dengan Spring, Ruby on Rails, atau Python dengan Django secara manual.

Proses setup jadi lebih ringkas dan waktu pengembangan pun cenderung lebih efisien, sehingga tim bisa lebih fokus mengerjakan fitur inti dan inovasi pada aplikasi.

2. Pengurusan Lisensi Lebih Mudah

Dalam layanan PaaS, aspek lisensi dan kepatuhan terhadap regulasi umumnya sudah ditangani oleh penyedia layanan.

Jadi, perusahaan maupun developer tidak perlu lagi mengurus pembelian lisensi tambahan atau memikirkan risiko hukum terkait penggunaan software.

Dengan begitu, tim bisa lebih fokus pada pengembangan aplikasi tanpa terbebani urusan administratif dan legal yang cukup kompleks.

3. Self-Service

PaaS dirancang dengan sistem yang serba otomatis sehingga berbagai kebutuhan teknis dapat dijalankan langsung melalui platform tanpa harus menunggu bantuan langsung dari manusia. Pengguna cukup mengatur dan mengelola layanan lewat dashboard yang sudah tersedia.

Model ini dapat membuat proses pengembangan dan deployment berjalan lebih cepat serta minim hambatan.

Selain itu, perusahaan tidak perlu menambah sumber daya manusia hanya untuk menangani pengelolaan teknis, sehingga biaya operasionalnya bisa lebih ditekan namun tetap produktif.

4. Fitur Analisis Data yang Lengkap

PaaS biasanya sudah dilengkapi fitur untuk mengumpulkan dan mengolah data bisnis secara otomatis. Dari data tersebut, perusahaan bisa melihat pola, performa, hingga peluang yang mungkin sebelumnya tidak terlihat.

Informasi yang didapatkan dapat membantu pelaku bisnis saat ingin menentukan strategi, memperkirakan keuntungan, atau merencanakan langkah bisnis ke depan.

Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak lagi berdasarkan perkiraan semata, tapi didukung oleh data yang jelas dan terukur.

5. Mendukung Sistem Remote Working

Karena platform pengembangan berbasis cloud dapat diakses secara online, tim IT tidak harus berada di satu tempat yang sama untuk mengerjakan proyek. Seluruh prosesnya bisa dilakukan dari mana saja selama terhubung ke internet.

Model kerja seperti ini membuat kolaborasi jadi lebih fleksibel, baik untuk tim yang bekerja dari kantor maupun secara remote.

Selain mempermudah koordinasi, hal ini juga dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja dan kenyamanan para developer.

Baca juga: 5 Perbedaan Cloud Server dan Dedicated Server, Pilih Mana?

Contoh Layanan PaaS

Dalam dunia IT, terdapat beberapa contoh PaaS yang cukup populer dan kerap digunakan oleh perusahaan berskala besar hingga startup sekali pun, yaitu:

A. Microsoft Azure

Microsoft Azure menyediakan sistem PaaS yang lengkap untuk mendukung seluruh proses pengembangan aplikasi web, mulai dari tahap pembuatan hingga deployment.

Platform ini kompatibel dengan berbagai bahasa pemrograman, tools, dan framework yang umum digunakan developer.

Selain menghadirkan ratusan layanan pendukung, Azure juga mencakup tiga model cloud sekaligus, yaitu SaaS, PaaS, dan IaaS.

Itulah mengapa platform ini cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan beragam kebutuhan pengembangan aplikasi maupun infrastruktur bisnis.

B. AWS Lambda

Sebagai bagian dari Amazon Web Services, AWS Lambda memungkinkan penggunanya untuk menjalankan kode tanpa perlu mengatur server atau infrastruktur secara manual.

Layanan ini mengusung konsep serverless, sehingga eksekusi aplikasinya berjalan secara otomatis sesuai dengan kebutuhan.

Sifat AWS Lambda yang ringan dan fleksibel membuatnya sering dimanfaatkan untuk membangun aplikasi berbasis event maupun arsitektur microservices.

C. SAP Cloud

SAP Cloud Platform menyediakan berbagai layanan yang mendukung pembuatan integrasi aplikasi secara sekaligus, baik berbasis cloud maupun sistem lokal (on-premise).

Didukung jaringan mitra yang luas, pengguna layanan ini juga bisa mengakses ribuan aplikasi yang dibangun dalam ekosistem yang sama. Hal tersebut membuat platform SAP lebih fleksibel dan mampu memenuhi kebutuhan bisnis yang beragam.

Sebagai salah satu model cloud computing, PaaS dapat membantu suatu bisnis untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi tanpa harus direpotkan dengan urusan infrastruktur.

Dengan sistem yang sudah siap pakai, tim IT perusahaan Anda jadi bisa lebih fokus pada inovasi dan pengembangan produk.

Agar produktivitas tim benar-benar optimal, jangan lupa juga untuk menyediakan perangkat kerja yang berkualitas dan mendukung.

Untuk itu, Asani hadir sebagai solusi DaaS (Device as a Service) yang andal dalam menyediakan berbagai alat kerja, seperti sewa laptop yang bisa dilihat di katalog sewa.

Melalui Asani, Anda juga bisa menyewa perangkat IT lengkap dengan layanan IT support gratis selama masa sewa, perlindungan asuransi perangkat, serta akses gratis ke dashboard asset management MyAsani untuk memantau seluruh aset secara real-time.

Anda juga bisa mendapatkan penawaran khusus promo terbaru di Asani untuk membantu menekan biaya operasional sekaligus memperoleh keuntungan lainnya.

Yuk, ajukan penawaran perusahaan Anda sekarang melalui WhatsApp atau email di cs@asani.co.id!

Baca juga: Kenali Perbedaan Local Storage dan Cloud Storage, Simak!

Share

Post comment

Product Enquiry