perbedaan cloud server dan dedicated server
2560

Perbedaan cloud server dan dedicated server memengaruhi penggunanya untuk menyimpan data bisnisnya.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, perusahaan tentunya memiliki aset perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud.

Untuk menjaga keutuhan entitas tersebut, layaknya uang dan dompet, data bisnis membutuhkan ruang penyimpanan.

Sebagian besar perusahaan akhirnya memilih jenis jaringan komputer yang sesuai, yakni cloud server dan dedicated server.

Pada dasarnya, kedua server ini memiliki karakteristik yang sama, yakni fungsinya sebagai penyimpan data bisnis.

Lalu, apa perbedaan cloud server dan dedicated server yang paling mendasar? Simak poin-poinnya dalam artikel di bawah ini.

Pengertian Cloud Server dan Dedicated Server

Sebagai informasi, cloud computing adalah sebuah metode penyimpanan yang menjadi solusi bagi perusahaan untuk berbagai aktivitas pengelolaan data.

Sebelum masuk ke dalam poin pembahasaan tentang perbedaan cloud server dan dedicated server, Anda perlu memahami pengertiannya terlebih dahulu.

Selengkapnya, simak pengertian cloud server dan dedicated server pada poin-poin berikut.

Cloud Server

Pada dasarnya, cloud server adalah sistem komputer yang menggunakan teknologi cloud computing untuk penyimpanan data, software, maupun server.

Cloud server terdiri dari berbagai server yang terintegrasi dan bekerja sama menjadi satu kesatuan.

Dengan terdistribusinya tugas ke server lain, proses penyimpanan tidak dibebani pada satu server saja.

Adapun cara kerja server adalah pengunjung situs web dengan mengirimkan permintaan data, kemudian diterima baik oleh server.

Kemudian, server akan bekerja dengan mengirimkan data yang sesuai dengan request, sehingga mereka bisa mengaksesnya dengan leluasa.

Layaknya cloud computing lainnya, cloud server memiliki kegunaan sebagai tempat penyimpanan data, baik data personal, web hosting, dan dokumen lainnya.

Dedicated Server

Dedicated server adalah server yang dibuat khusus berbentuk fisik untuk satu pengguna. Sebagai pengguna, selain dapat menguasai data seutuhnya, Anda juga harus memiliki keahlian untuk pengelolaan server.

Server jenis ini cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar karena memberikan fasilitas penuh dan pengelolaan server yang dapat menunjang aktivitas.

Oleh karena sifat yang dimilikinya, Anda dapat menggunakan dedicated server semaksimal mungkin disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Server ini tidak hanya memiliki tujuan untuk penyimpanan, tetapi lebih lanjut pada pengembangan Learning Management System (LMS).

Baca juga: Apa itu Metode Agile? Ini Pengertian, Prinsip, dan Tujuannya

Perbedaan Cloud Server dan Dedicated Server

Setelah mengetahui pengertian dari masing-masing metode, Anda harus mempelajari perbedaan cloud server dan dedicated server sebagai bahan pertimbangan.

Perbedaan cloud server dan dedicated server pada dasarnya terletak pada wujudnya: virtual vs. physical.

Anda membutuhkan ruang khusus untuk menyimpan dedicated server, sedangkan cloud server bisa dipakai secara mudah melalui internet.

Penasaran, apa perbedaan cloud server dan dedicated server lebih detailnya? Simak pembahasannya berikut ini.

1. Segi Kecepatan

Perbedaan cloud server dan dedicated server yang pertama adalah dari segi kecepatan. 

Dalam hal ini, cloud server mampu menerima dokumen atau data secara online dengan cepat dan fleksibel.

Tak hanya itu, cloud server dapat digunakan secara real time karena menggunakan teknologi komputasi awan yang mutakhir.

Dalam proses update hardware, cloud server hanya membutuhkan beberapa klik saja, sehingga tahapannya bisa lebih cepat.

Di sisi lain, dedicated server sedikit membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses sumber daya. Hal ini disebabkan oleh bergantungnya dedicated server dengan perangkat fisik yang memadai.

Sementara itu, dedicated server tentu memerlukan waktu lebih lama untuk update hardware  karena harus mengganti perangkat di pusat data.

2. Segi Pengelolaan

Perbedaan cloud server dan dedicated server selanjutnya adalah segi pengelolaan data.

Cloud server memungkunkan Anda untuk mengakses server melalui perangkat sederhana, misalnya smartphone atau laptop.

Fleksibilitas yang dimiliki cloud server menjadi keunggulan tersendiri karena Anda bisa mengatur data dari jarak jauh (remote).

Berbeda dengan cloud server, dedicated server memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi pada segi pengelolaan.

Bagaimana tidak, berbagai perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan untuk menjalankan dedicated server memerlukan ahli IT dalam pemeliharaannya.

Oleh karenanya, bila salah satu sistem mengalami kendala, maka keseluruhan sistem akan terganggu.

3. Segi Biaya

Layanan cloud server biasanya lebih fleksibel dalam hal biaya. Anda hanya membayar untuk sumber daya yang Anda gunakan, seperti CPU, RAM, dan penyimpanan. 

Anda dapat mengubah kapasitas atau mematikannya saat tidak digunakan. Ini membuatnya cocok untuk bisnis dengan kebutuhan komputasi berskala kecil. 

Dedicated server memiliki biaya yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Anda harus membayar sejumlah besar uang muka untuk menyewa atau membeli perangkat keras fisik. 

Selain itu, dedicated server mengharuskan Anda untuk memiliki infrastruktur fisik dan juga butuh biaya untuk pemeliharaan atau maintenance.

Sementara, biaya pemeliharaan dan penggantian perangkat keras tergolong mahal. Namun, biaya bulanan seringkali lebih stabil daripada cloud server yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga: Pahami 7 Perbedaan Server dan Client dalam Jaringan Komputer

4. Segi Keamanan

Berikutnya, perbedaan cloud server dan dedicated server adalah terletak pada tingkat keamanannya.

Cloud server meski diyakini memiliki keamanan yang mumpuni, metode penyimpanan satu ini tetap bergantung pada penyedia layanan komputasi awan melalui enkripsi, firewall, dan kontrol akses.

Sementara, dedicated server memberikan lebih banyak kontrol langsung terhadap keamanan karena Anda memiliki akses ke perangkat keras tersebut.

Anda dapat mengkonfigurasi firewall, mengisolasi lingkungan server, dan mengatur langkah-langkah keamanan sesuai kebutuhan Anda. Ini membuatnya lebih cocok untuk penyimpanan aplikasi dengan data yang sangat sensitif.

5. Segi Skalabilitas dan Elastisitas

Terakhir, perbedaan cloud server dan dedicated server adalah terletak pada segi skalabilitas serta elastisitas.

Pada penggunaan cloud server, Anda bisa menyesuaikan kebutuhan bisnis, sehingga akan memberikan skalabilitas tinggi. Cloud server juga terbuka terhadap perubahan-perubahan dan pembaruan yang cepat.

Hal ini tentunya disebabkan karena dalam penggunaannya, cloud server tidak memerlukan perangkat keras yang lengkap dan dapat mengandalkan layanan penyedia komputasi awan. 

Sedangkan dedicated server diyakini mempunyai skalabilitas terbatas. Bila suatu hari bisnis Anda memerlukan peningkatan penyimpanan, harus diikuti dengan melakukan upgrade perangkat keras yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Demikian sejumlah informasi mengenai perbedaan cloud server dan dedicated server yang dapat menambah wawasan Anda. 

Adapun, pemilihan server penyimpan data adalah hal penting untuk menunjang kelangsungan bisnis Anda.

Untuk itu, Anda perlu menimbang-nimbang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki kedua server ini.

Di samping itu, penting juga untuk memastikan perusahaan Anda memiliki sistem komputer yang berkualitas dan mumpuni demi memperlancar aktivitas bisnis.

Dalam hal ini, Asani bisa membantu permasalahan Anda. Asani adalah partner yang dapat diandalkan dalam urusan sewa-menyewa laptop maupun perangkat komputer.

Asani bahkan menawarkan sejumlah pilihan merek dan spesifikasi perangkat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Terlebih lagi, Asani memberikan jasa konsultasi gratis dengan IT expert yang dapat membantu menyelesaikan segala kendala dan permasalahan IT di perusahaan Anda.

Langsung saja, kunjungi katalog produk dan ajukan penawaran di Asani sekarang juga!

Baca juga: 5 Cara Menjaga Aset Perusahaan untuk Optimalkan Keuntungan

Post comment

Product Enquiry