apa itu bios
740

Masih ada beberapa orang yang belum mengetahui apa itu BIOS, meskipun mereka sering menggunakannya. Teknologi modern seperti komputer memiliki beberapa komponen pendukung agar bisa berjalan dengan normal, salah satu komponen paling penting dalam komputer adalah BIOS. 

Tanpa disadari, beberapa fitur pada komputer yang sering digunakan, seperti fitur overclocking merupakan salah satu fungsi dari BIOS. Untuk Anda yang masih belum mengetahui apa itu BIOS, simak artikel ini sampai akhir.

Apa itu BIOS?

Perlu diketahui, kepanjangan dari BIOS adalah Basic Input Output System yang merupakan sebuah program dasar yang bertugas memberikan instruksi serta mengatur proses input output sebuah data pada komputer. BIOS juga bertanggung jawab dalam mengatur perangkat keras (hardware) yang terhubung dengan komputer. 

Perlu diketahui, BIOS biasanya disimpan dalam chip khusus yang disebut CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor), tidak seperti program lainnya yang disimpan di hardisk. Pada dasarnya, keberadaan BIOS sangat penting untuk komputer. Jika tidak ada BIOS, komputer tidak akan bisa dijalankan secara normal, atau bahkan tidak akan bisa dijalankan sama sekali. 

Fungsi BIOS

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, BIOS adalah program dasar yang memberikan instruksi serta mengatur lalu lintas data di komputer. Jadi, fungsi BIOS tidak jauh dari pengertiannya tersebut. Adapun fungsi BIOS adalah sebagai berikut.

1. Menjalankan Pengujian POST (Power On Self Test)

Ketika hendak memasang sistem operasi pada komputer, tugas pertama BIOS adalah melakukan pengujian POST (Power On Self Test). Dalam pengujian ini, BIOS akan melakukan pemeriksaan terhadap spesifikasi perangkat komputer. Setelah pemeriksaan selesai, hasil yang didapat akan dibandingkan kompatibilitasnya dengan sistem operasi yang hendak dipasang.

Selain itu, BIOS juga akan memberikan beberapa informasi tentang spesifikasi hardware yang ada di motherboard. Salah satu contoh informasi yang bisa Anda dapatkan dari BIOS adalah informasi mengenai perangkat-perangkat yang berinteraksi pada komputer, seperti drive serta memori yang akan memuat sistem operasi.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Laptop Gagal Booting dan Penyebab, Catat!

2. Fungsi Konfigurasi

Fungsi konfigurasi BIOS adalah sebuah fitur di mana BIOS dapat melakukan konfigurasi sistem maupun perangkat keras pada komputer. Fitur ini sering kali dimanfaatkan para gamer untuk meningkatkan performa komputer secara drastis untuk mendukung kegiatan bermain mereka. 

Selain itu, dengan memanfaatkan fungsi konfigurasi BIOS, Anda juga bisa melihat kondisi komputer Anda, seperti melihat tingkat suhu prosesor, voltase, dan mengontrol kecepatan kipas. Fungsi tersebut bernama PC Health Status atau Hardware Monitoring

Melalui fungsi ini, Anda juga bisa melakukan pembaruan chip BIOS dengan memasang ulang data microcode BIOS. Fungsi tersebut biasanya disebut dengan istilah Reprogramming Firmware BIOS.

3. Fungsi Ekstensi

Fungsi berikutnya dari BIOS adalah fungsi ekstensi. Dengan fungsi ini, Anda bisa melakukan manajemen dari perangkat keras yang terhubung pada komputer Anda.

Pada umumnya, ada beberapa perangkat keras yang digunakan secara bersamaan, seperti tetikus, papan ketik, hardisk, dan lain-lain. Dengan adanya fungsi ekstensi ini, Anda akan dimudahkan dalam melakukan pengaturan terhadap perangkat keras tersebut.

Perlu diketahui, port-port dan chip firmware pada motherboard akan dihubungkan secara langsung melalui fungsi ekstensi BIOS. Selain itu, manajemen dari perangkat keras ini juga akan terhubung ke chip ekstensi ROM dengan fungsi yang berbeda-beda.

4. Fungsi Operasi

Fungsi selanjutnya dari BIOS adalah fungsi operasi. Pada fungsi ini, BIOS akan melakukan inisialisasi komputer saat akan dijalankan. Kemudian, BIOS juga akan mengaktifkan hardisk yang menyimpan sistem operasi dan perangkat bootable lainnya.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang terkait dengan fungsi operasi, yakni boot priority, boot process, startup system, dan boot failure.

Komponen BIOS

Setelah mengetahui beberapa fungsi BIOS sebelumnya, Anda mungkin sekarang sudah mulai memahami betapa pentingnya keberadaan BIOS di komputer Anda. Untuk dapat menjalankan fungsi-fungsinya tersebut, BIOS membutuhkan beberapa komponen untuk mendukungnya. Adapun komponen-komponen sistem BIOS adalah sebagai berikut.

1. Driver

Driver BIOS adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam manajemen perangkat keras yang terhubung pada komputer. Driver berfungsi sebagai perantara antara perangkat keras dengan komputer.

Dengan adanya driver, komputer Anda dapat terhubung ke beberapa perangkat lunak, seperti tetikus, papan ketik, dan perangkat keras lainnya. Tanpa adanya driver, Anda tidak akan bisa menggunakan perangkat keras tersebut di komputer Anda.

Baca juga: 7 Cara Memperbaiki Laptop No Bootable Device, Dijamin Ampuh!

2. BIOS Setup

Program BIOS setup memiliki fungsi untuk mengatur serta mengubah konfigurasi pada komputer. Program ini memungkinkan pengguna komputer untuk melakukan penyesuaian perangkat dengan motherboard. Perlu diketahui, BIOS juga bisa menampilkan detail-detail mendalam dari setiap perangkat yang ada. 

Namun, untuk dapat mengetahui detail tersebut, dibutuhkan keahlian tersendiri karena prosesnya yang terbilang rumit.

3. Bootstrapper Utama

Boostraper utama dalam BIOS memiliki fungsi untuk menjalankan booting sistem operasi yang ada di komputer. Salah satu peran penting dari bootstraper utama adalah menjamin kelancaran komputer dalam melakukan booting.

Cara Kerja BIOS

Setelah mengetahui fungsi dan beberapa komponen dari BIOS, ada baiknya Anda juga perlu mempelajari cara kerja dari BIOS tersebut. Untuk Anda yang masih belum tahu bagaimana cara kerja dari BIOS, simak penjelasannya berikut ini:

  1. Inisialisasi: pada tahap ini, BIOS akan mulai melakukan pengecekan spesifikasi dari komputer, mulai dari informasi VGA, jumlah memory, kapasitas HDD/SSD, dan lain-lain.
  2. Pengetesan: BIOS akan mulai melakukan pengetesan terhadap beberapa komponen komputer, seperti pengetesan pada RAM.
  3. Mencari lokasi booting: pada tahap ini, BIOS akan memasuki sistem operasi yang telah dipasang melalui lokasi booting yang sebelumnya sudah ditentukan.
  4. Pemeriksaan boot option: BIOS akan memeriksa boot option sesuai urutan. Pada umumnya, proses ini akan dimulai dari boot from CD-ROM.
  5. Pemeriksaan bootstrap: BIOS akan mulai memeriksa bootstrap yang sudah diurutkan oleh vendor BIOS.
  6. Restart dan install: Pada tahap ini, komputer akan direstart dan memulai pemasangan sistem operasi.

Itulah beberapa informasi mengenai BIOS yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui fungsi-fungsi dan informasi lain mengenai BIOS, Anda akan semakin mahir dalam menggunakan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Selain memanfaatkan fitur-fitur dari BIOS untuk menyelesaikan pekerjaan, Anda juga bisa menggunakan fitur-fitur canggih dari peralatan IT keluaran terbaru untuk mempermudah pekerjaan di perusahaan. Jika sedang mencari komputer maupun perangkat IT keluaran terbaru untuk perusahaan, Anda bisa menyewanya di Asani.

Perlu diketahui, menyewa jauh lebih hemat daripada membeli. Dengan menyewa, Anda bisa terus mengupdate peralatan yang Anda gunakan tanpa perlu membelinya setiap kali versi terbaru peralatan tersebut diluncurkan.

Di Asani, tersedia berbagai macam peralatan IT untuk membantu kegiatan di perusahaan Anda. Cek katalog sewa ini untuk mengetahui peralatan apa saja yang bisa Anda sewa. Jadi, tunggu apa lagi? Segera minta penawaran dengan menghubungi WhatsApp kami atau kirim email ke cs@asani.co.id. Dapatkan peralatan IT terbaru untuk perusahaan Anda di Asani sekarang juga!

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Laptop Stuck di Logo, Kenali Penyebabnya

Share

Post comment

Product Enquiry