
Operating lease merupakan salah satu metode sewa guna usaha yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh aset tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membelinya.
Melalui sistem ini, perusahaan dapat menggunakan berbagai aset, mulai dari kendaraan operasional hingga perangkat teknologi, selama jangka waktu tertentu dengan pembayaran berkala.
Selain lebih fleksibel, metode ini juga membantu mengelola bisnis dengan mengurangi beban pengelolaan aset karena sebagian tanggung jawab perawatan biasanya berada pada pihak penyedia aset.
Bagi perusahaan yang ingin menjaga arus kas tetap sehat, operating lease sering menjadi solusi yang menarik.
Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan skema ini, penting untuk memahami pengertian, karakteristik, cara kerja, serta perbedaannya dengan jenis leasing lainnya. Mari simak selengkapnya dalam artikel ini.
Apa Itu Operating Lease?
Operating lease adalah perjanjian sewa guna usaha yang memungkinkan penyewa menggunakan aset dalam periode tertentu tanpa hak untuk memiliki aset tersebut pada akhir masa kontrak.
Di Indonesia, kegiatan leasing diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK.01/1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha.
Dalam aturan tersebut, leasing didefinisikan sebagai kegiatan pembiayaan berupa penyediaan barang modal yang digunakan oleh penyewa selama jangka waktu tertentu dengan pembayaran secara berkala.
Adapun dalam praktiknya, pihak yang menyewakan aset disebut lessor, sedangkan pihak yang menggunakan aset disebut lessee.
Selama masa sewa berlangsung, lessee dapat memanfaatkan aset sesuai kebutuhan operasional tanpa harus membeli aset tersebut secara langsung.
Karakteristik Utama Operating Lease
Terdapat beberapa ciri yang membedakan operating lease dari jenis pembiayaan aset lainnya. Berikut penjelasannya:
1. Tidak Ada Opsi Pembelian Aset
Karakteristik utama operating lease adalah tidak adanya hak opsi untuk membeli aset setelah masa kontrak berakhir. Penyewa hanya memperoleh hak penggunaan selama periode yang telah ditentukan.
Ketika masa sewa berakhir, aset wajib dikembalikan kepada pihak penyedia layanan sesuai ketentuan yang tercantum dalam kontrak.
2. Pembayaran Dilakukan Secara Berkala
Operating lease menggunakan sistem pembayaran berkala atau lease payment. Pembayaran ini dilakukan oleh lessee kepada lessor sebagai imbalan atas penggunaan aset yang disewa.
Dana yang diterima lessor nantinya digunakan untuk menutupi biaya pengadaan aset sekaligus memperoleh keuntungan dari aktivitas penyewaan tersebut.
3. Masa Sewa Sudah Ditentukan Sejak Awal
Jangka waktu penggunaan aset telah ditetapkan sejak kontrak ditandatangani. Selama periode tersebut, penyewa berhak menggunakan aset sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan.
Mengingat sifatnya yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pembelian aset, banyak perusahaan memanfaatkan operating lease untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun menengah.
Cara Kerja Operating Lease
Operating lease bekerja dengan cara menyediakan aset yang dibutuhkan oleh perusahaan atau individu tanpa harus melakukan pembelian secara langsung.
Prosesnya dimulai ketika lessor membeli atau memiliki aset tertentu yang kemudian ditawarkan kepada calon penyewa. Setelah terjadi kesepakatan, lessee dapat menggunakan aset tersebut selama masa kontrak berlangsung dengan kewajiban membayar biaya sewa secara berkala.
Salah satu alasan mengapa sistem sewa operasi banyak dipilih adalah karena biaya yang dikeluarkan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan membeli aset baru.
Selain itu, perusahaan tidak perlu mengalokasikan modal besar untuk aset yang mungkin hanya digunakan dalam periode tertentu. Setelah kontrak berakhir, aset akan dikembalikan kepada lessor tanpa perpindahan kepemilikan.
Nah, sistem kerja ini juga dapat diterapkan dalam pengadaan perangkat kantor. Tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, Anda bisa menyediakan perangkat untuk membantu mengoptimalkan kinerja karyawan di kantor dengan menyewanya dari Asani. Untuk itu, cek katalog sewa dari Asani berikut ini.
Contoh Operating Lease dalam Kegiatan Operasional Perusahaan
Sebuah perusahaan event organizer mendapatkan proyek penyelenggaraan pameran berskala besar selama 1 tahun. Untuk mendukung kegiatan tersebut, perusahaan membutuhkan puluhan laptop dan perangkat presentasi tambahan.
Membeli seluruh perangkat baru tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Selain itu, perangkat tersebut belum tentu digunakan secara maksimal setelah proyek selesai.
Sebagai solusi, perusahaan memutuskan untuk menyewa laptop dan perangkat presentasi melalui skema operating lease. Selama masa kontrak satu tahun, perusahaan membayar biaya sewa sesuai kesepakatan dan dapat menggunakan seluruh perangkat untuk mendukung kegiatan operasional.
Ketika proyek selesai dan masa kontrak berakhir, seluruh perangkat dikembalikan kepada penyedia layanan tanpa kewajiban untuk membeli aset tersebut. Contoh ini menunjukkan bagaimana operating lease dapat membantu perusahaan memperoleh aset yang dibutuhkan tanpa harus melakukan investasi besar di awal.
Baca juga: Asuransi Gadget: Pengertian, Manfaat, dan Cara Klaimnya
Kelebihan dan Kekurangan Operating Lease
Sama seperti metode pembiayaan lainnya, operating lease memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan berikut:
Kelebihan Operating Lease
- Perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk membeli aset. Hal ini membantu menjaga arus kas tetap stabil dan dapat dialokasikan untuk kebutuhan bisnis lainnya.
- Dalam banyak perjanjian operating lease, tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan aset berada pada pihak lessor. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus pada aktivitas operasional.
- Aset dapat digunakan sesuai kebutuhan tanpa harus memikirkan risiko penyusutan nilai atau proses penjualan kembali ketika sudah tidak digunakan.
Kekurangan Operating Lease
- Penyewa tidak dapat memiliki aset yang digunakan karena seluruh hak kepemilikan tetap berada pada lessor.
- Beberapa kontrak dapat mencantumkan biaya tambahan tertentu yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani perjanjian.
- Jika masih membutuhkan aset setelah kontrak berakhir, penyewa harus melakukan negosiasi ulang yang mungkin disertai perubahan tarif sewa.
- Dalam penggunaan jangka sangat panjang, total biaya sewa yang dibayarkan bisa melebihi harga pembelian aset itu sendiri.
Perbedaan Finance Lease dan Operating Lease
Operating lease adalah sistem leasing yang berfokus pada penggunaan aset tanpa perpindahan kepemilikan. Sebaliknya, finance lease memungkinkan penyewa memiliki kesempatan untuk membeli aset setelah masa kontrak berakhir.
Perbedaan pertama terletak pada kepemilikan aset. Dalam operating lease, kepemilikan tetap berada pada lessor. Sementara pada finance lease, aset dapat berpindah kepemilikan kepada lessee apabila opsi pembelian digunakan.
Perbedaan kedua berkaitan dengan perawatan aset. Pada operating lease, tanggung jawab pemeliharaan umumnya berada pada pihak lessor. Sebaliknya, dalam finance lease, tanggung jawab tersebut biasanya dibebankan kepada lessee.
Selain itu, operating lease lebih sering digunakan untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah, sedangkan finance lease umumnya dipilih oleh perusahaan yang pada akhirnya ingin memiliki aset tersebut.
Terkait kepemilikan, pengadaan perangkat di perusahaan tidak selalu berarti pembelian secara masif. Alih-alih mengeluarkan biaya besar untuk membeli perangkat baru, Anda bisa mengandalkan layanan sewa perangkat kantor di Asani. Dapatkan penawaran sekarang.
Kelola Kebutuhan Perangkat Bisnis dengan Asani
Operating lease dapat menjadi solusi yang efektif bagi perusahaan yang membutuhkan aset tanpa harus melakukan investasi besar di awal. Dengan biaya yang lebih terjangkau, fleksibilitas tinggi, serta kemudahan dalam mengelola aset, skema ini membantu bisnis menjalankan operasional secara efisien.
Jika perusahaan Anda membutuhkan laptop, komputer, perangkat rapat, atau berbagai peralatan elektronik lainnya, Asani menyediakan layanan sewa perangkat berkualitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Cek katalog sewa Asani dan minta penawaran melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id. Anda pun bisa memanfaatkan promo terbaru untuk menyewa perangkat dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis dan dapatkan layanan sewa perangkat yang sudah termasuk:
- IT Support gratis selama masa sewa.
- Asuransi perangkat.
- Dashboard asset management (MyAsani) gratis.
Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, Asani tidak hanya menyediakan perangkat, tetapi juga memberikan solusi lengkap untuk pengelolaan IT yang bisa Anda andalkan. Percayakan kebutuhan perangkat perusahaan Anda kepada Asani.
Baca juga: Kenali 7 Jenis Lisensi Software, Contoh, dan Fungsinya
