vsync adalah
700

Vsync adalah sebuah teknologi yang diciptakan untuk mendukung aktivitas gaming. Seperti yang sudah diketahui, aktivitas gaming pada umumnya memerlukan peralatan mumpuni, seperti laptop gaming untuk dapat berjalan dengan baik.

Vsync adalah teknologi yang dibuat untuk menyesuaikan game yang dimainkan dengan kemampuan monitor Anda. Dengan begitu, Anda masih bisa memainkan game dengan lancar meski menggunakan monitor dengan spesifikasi rendah. Bagi Anda yang masih asing dengan istilah vsync, yuk baca artikel ini sampai akhir.

Apa itu Vsync?

Vertical sync atau vsync adalah sebuah teknologi grafis yang dibuat untuk menyesuaikan frame rate pada sebuah game maupun output grafis lainnya dengan refresh rate monitor. Vsync adalah suatu solusi yang lahir karena munculnya permasalahan screen tearing yang terjadi pada monitor. 

Melihat permasalahan tersebut, para produsen GPU memutar otak dan pada akhirnya menciptakan vsync sebagai solusinya. Dengan keberadaan vsync, refresh rate dari monitor dan frame rate yang dihasilkan VGA dapat disinkronkan.

Perlu diketahui, salah satu kekurangan dari vsync adalah munculnya latensi dan stutter ketika vsync diaktifkan. Hal tersebut dapat menyebabkan terhambatnya perintah yang dimasukkan lewat perangkat keras, seperti keyboard dan mouse. Pada game yang kompetitif bertempo cepat, hal tersebut tentunya akan sangat merugikan karena satu perintah yang terhambat sepersekian detik saja dapat mengakibatkan kekalahan.

Jenis-Jenis Vsync

Seiring berjalannya waktu, para produsen GPU terus mengembangkan vsync dan membuatnya jadi lebih baik lagi. Adapun beberapa jenis vsync adalah sebagai berikut. 

1. Adaptive Vsync

Jenis vsync ini merupakan peningkatan yang diciptakan oleh NVIDIA. NVIDIA merupakan salah satu perusahaan teknologi terkemuka yang terkenal dengan produk GPU nya. Adaptive sync memiliki fitur di mana vsync akan menyala dan mati secara otomatis sesuai dengan kondisi. 

Ketika frame rate lebih tinggi atau sama dengan refresh rate dari monitor, maka adaptive vsync akan menyala secara otomatis. Begitu pula sebaliknya, ketika frame rate turun dan lebih rendah dari refresh rate layar, maka adaptive vsync akan mati secara otomatis.

Baca juga: 3 Cara Memperbaiki Dead Pixel Layar Laptop dan Penyebabnya

2. Fast Sync

Peningkatan lebih lanjut dari adaptive vsync adalah fast sync. Dalam fast sync, vsync tidak hanya akan menyala atau mati secara otomatis, tapi juga dapat memberikan triple buffering guna memilih frame data terbaik. Meski dapat meningkatkan performa vsync jadi lebih baik, penggunaan dari fast sync memiliki kelemahan, yakni akan memakan banyak daya ketika digunakan.

3. Enhanced Vsync

Enhanced vsync adalah fast sync versi AMD. Perlu diketahui, AMD merupakan rival dari NVIDIA, kedua perusahaan ini bersaing ketat dalam memproduksi GPU. Pada dasarnya, enhanced vsync memiliki fungsi dan fitur yang sama dengan fast sync. Hanya saja, pada enhanced vsync latensi dan stutter yang biasa terjadi pada vsync biasa dapat dikurangi. Dengan begitu, performa dari vsync dapat lebih meningkat lagi.

Fungsi Vsync

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu fungsi dari vsync adalah untuk menyinkronkan frame rate dan refresh rate. Adapun fungsi lain dari vsync adalah sebagai berikut.

1. Mengurangi Potensi Screen Tearing

Screen tearing adalah suatu kejadian di mana tampilan grafis pada monitor seperti terbelah atau tergeser sebagian. Hal tersebut bisa terjadi karena refresh rate dari monitor berada di bawah frame rate yang dikeluarkan VGA. Hal tersebut menyebabkan monitor akan menampilkan beberapa frame grafis sekaligus sehingga menimbulkan efek tampilan seperti terbelah atau tergeser sebagian.

Dengan menggunakan vsync, maka frame rate yang dikeluarkan oleh VGA dapat disamakan dengan refresh rate dari monitor sehingga potensi terjadinya screen tearing dapat berkurang.

2. Membuat VGA Lebih Awet

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, cara kerja dari vsync adalah membatasi frame rate yang dikeluarkan VGA, bukan meningkatkan frame rate dari monitor. Jadi, dengan dibatasinya frame rate, maka beban kerja dari VGA jadi berkurang. Hal tersebut tentunya dapat membuat VGA pada komputer Anda jadi jauh lebih awet.

Perlu diketahui, terbatasinya kinerja dari VGA juga dapat membuat komputer Anda jadi lebih dingin. Jadi, Anda tidak perlu khawatir komputer akan menjadi panas apabila menyalakan fungsi vsync secara terus menerus.

Baca juga: 10 Ciri-Ciri Laptop Terkena Virus, Intip Cara Mengatasinya!

3. Tampilan Monitor Lebih Stabil

Dengan menggunakan vsync, tampilan monitor Anda jadi lebih stabil dan tentunya tearing screen juga akan jarang terjadi. Dengan tampilan monitor yang lebih stabil, kegiatan gaming Anda akan berjalan jauh lebih nyaman. 

Kapan Harus Mengaktifkan Vsync?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vsync memiliki kekurangan yakni bisa menimbulkan latensi dan stutter ketika diaktifkan. Sampai sekarang, masih belum ada jenis vsync yang berani memberikan jaminan tidak akan terjadi latensi maupun stutter ketika diaktifkan. 

Melihat hal tersebut, tentunya Anda akan mulai berpikir kapan waktu yang tepat untuk mengaktifkan vsync. Maka, aktifkanlah vsync ketika Anda menggunakan monitor lama atau yang memiliki spesifikasi refresh rate yang rendah. Ketika mengaktifkan vsync, frame rate yang dikeluarkan VGA akan disesuaikan dengan refresh rate dari monitor Anda sehingga potensi screen tearing jadi menurun. 

Jika monitor Anda memiliki refresh rate yang seimbang dengan frame rate, maka disarankan untuk tetap menyalakan vsync. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya screen tearing yang mungkin saja terjadi.

Namun, jika monitor milik Anda merupakan model terbaru dengan spesifikasi refresh rate yang tinggi, maka disarankan untuk mematikan fungsi vsync. Selain itu, dengan mengaktifkan vsync maka performa VGA Anda juga akan dibatasi, sehingga tidak bisa memberikan kualitas grafis yang baik karena frame rate yang dikeluarkan telah dibatasi. 

Dari pembahasan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Anda perlu mengaktifkan vsync ketika monitor yang Anda gunakan berspesifikasi rendah. Lalu, Anda perlu mematikan fungsi dari vsync ketika Anda menggunakan monitor dengan spesifikasi tinggi atau sedang menjalankan game dengan pengaturan frame rate yang rendah.

Itulah beberapa informasi mengenai vsync yang perlu Anda ketahui. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vsync adalah salah satu solusi bagi Anda yang mempunyai monitor berspesifikasi rendah. 

Monitor berspesifikasi rendah tentunya tidak hanya mengganggu aktivitas para gamer, tapi juga para pekerja yang berkutat di bidang pengeditan video dan 3D render. Bagi Anda yang memerlukan monitor berspesifikasi tinggi atau peralatan lainnya untuk mendukung pekerjaan di perusahaan, Anda bisa menyewanya di Asani.

Perlu diketahui, menyewa lebih hemat daripada membeli secara langsung. Dengan menyewa, Anda bisa terus mengikuti update serta versi terbaru dari masing-masing peralatan tanpa perlu membelinya setiap kali versi terbaru diluncurkan.

Asani menyediakan beragam monitor berspesifikasi tinggi dan banyak peralatan IT lainnya yang tentunya sudah paling update, termasuk laptop gaming. Jika tertarik, Anda bisa mengecek katalog sewa ini untuk mengetahui peralatan apa saja yang bisa Anda sewa. Jadi, tunggu apa lagi? Segera minta penawaran dengan menghubungi WhatsApp kami atau kirim email ke cs@asani.co.id  Dapatkan peralatan IT terbaru untuk perusahaan Anda di Asani sekarang juga!

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Laptop Freeze di Semua Tipe Windows, Simak!

Share

Post comment

Product Enquiry