
Saat perusahaan berinvestasi pada laptop bisnis terbaru, tentunya akan berekspektasi pada peningkatan kecepatan dan produktivitas tim. Namun, sering kali perangkat tersebut justru terasa lambat sejak hari pertama akibat bloatware.
Tidak banyak perusahaan yang memahami apa itu bloatware dan menyadari keberadaannya. Padahal, berpotensi menjadi ancaman tersembunyi. Ingin mengetahuinya lebih lanjut? Mari simak pembahasan di artikel berikut sampai akhir.
Apa Itu Bloatware?
Bloatware adalah akronim dari software bloat. Istilah “bloat” merujuk pada penambahan yang tidak perlu atau dianggap berlebihan. Sederhananya, bloatware bisa dipahami sebagai software yang sejak awal telah terpasang secara default pada perangkat.
Namun, bloatware dirasa tidak diperlukan oleh pengguna karena jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Secara historis, bloatware muncul di era 1990-an ketika perusahaan perangkat lunak bekerja sama dengan produsen komputer.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai jual produk dengan instalasi software yang dianggap berguna. Bloatware sendiri meliputi aplikasi, fitur, maupun program. Hanya saja, dalam beberapa kasus, software tersebut justru memiliki sedikit manfaat bagi pengguna.
Sebagai catatan, tidak semua aplikasi bawaan yang ada di perangkat dapat disebut bloatware. Contohnya, kalender, SMS, buku telepon, atau lainnya karena keberadaannya tidak mengganggu kinerja perangkat. Umumnya, bloatware bersumber dari:
- Sistem operasi.
- Produsen perangkat (OEM/Original Equipment Manufacturer).
- Kerja sama komersial dengan pihak ketiga, seperti aplikasi sponsor.
Fungsi Bloatware
Umumnya, bloatware memiliki berbagai fungsi. Adapun beberapa fungsi bloatware adalah sebagai berikut.
- Promosi Produk dan Layanan: Kerap kali dijadikan sarana promosi produk atau layanan tertentu kepada pengguna oleh produsen maupun mitra bisnis. Misalnya, aplikasi yang berkaitan dengan brand tertentu atau penawaran khusus.
- Kemitraan Bisnis: Menjadi bagian dari perjanjian kemitraan antara produsen perangkat elektronik dan software developer atau penyedia layanan tertentu. Ini bisa mencakup aplikasi mitra yang telah terintegrasi secara default.
- Penyediaan Layanan Cloud: Bloatware terkait penyediaan layanan cloud yang disematkan oleh beberapa produsen biasanya mencakup aplikasi penyimpanan atau sinkronisasi data secara otomatis dengan sistem komputasi.
- Pemasukan Tambahan: Dipasang sebagai strategi peningkatan pendapatan. Sebab, beberapa produsen mungkin menerima pembayaran dari software developer yang ingin menyematkan aplikasinya di perangkat konsumen.
- Pembaruan dan Pemeliharaan Perangkat: Beberapa bloatware bisa memberikan update dan maintenance perangkat, mencakup software keamanan atau pembaruan firmware untuk meningkatkan kinerja perangkat.
Walaupun beberapa bloatware terkadang mempunyai fungsi teknis tertentu, keberadaannya tetap membutuhkan perhatian khusus dalam manajemen aset IT perusahaan. Memastikan setiap unit laptop kantor bersih dari aplikasi tidak berguna sering kali menjadi tantangan.
Untuk memudahkan proses pengelolaan infrastruktur teknologi tanpa harus direpotkan urusan teknis perangkat, solusi sewa laptop dari Asani adalah jawabannya. Layanan ini sudah termasuk tech-support profesional. Jika tertarik, segera ajukan minta penawaran ke Asani.
Dampak Bloatware Pada Kinerja Perangkat
Walaupun sebagian tampak tidak berbahaya, kenyataannya bloatware mendatangkan berdampak dampak signifikan pada kinerja perangkat, seperti:
- Menghabiskan ruang disk yang cukup besar, terutama pada perangkat dengan kapasitas penyimpanan terbatas.
- Menu aplikasi penuh dengan software yang tidak relevan sehingga membuat pengalaman pengguna kurang nyaman.
- Menurunkan performa sistem karena beberapa ada yang berjalan di latar belakang, misalnya menggunakan CPU dan RAM tanpa disadari.
- Adanya risiko keamanan sekaligus privasi sebab beberapa bloatware dapat mengakumulasi data pengguna atau menampilkan iklan secara berlebihan.
- Aplikasi kerap kali aktif di latar belakang ketika startup. Ini dapat memperlambat waktu booting karena membebani sumber daya sistem sedari awal.
Baca juga: Apa Itu SaaS? Cara Kerja, Keuntungan, dan Contohnya
Cara Hapus Bloatware
Bolehkah bloatware dihapus? Secara umum, hal ini bukanlah masalah. Namun, perlu diketahui pula bahwa tidak semua bloatware dapat dihapus dengan mudah. Terkadang proses penghapusan di ponsel lebih sulit dibandingkan di PC.
Dalam hal ini, dibutuhkan metode rooting maupun jailbreaking. Meskipun demikian, Anda tetap bisa berusaha dengan menerapkan beberapa cara hapus bloatware berikut.
1. Lewat Pengaturan
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
- Buka “Pengaturan”.
- Pilih “Apps/Aplikasi”.
- Masuk ke bagian “Installed Apps”.
- Lalu, temukan aplikasi yang hendak dihapus.
- Klik keterangan “Uninstall”.
Biasanya, ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dihapus menggunakan metode ini karena dikunci secara default oleh sistem.
2. Melalui Control Panel
Panduan yang bisa diikuti untuk menghapus bloatware dengan Control Panel, yakni:
- Buka “Control Panel”.
- Tekan “Programs and Features”.
- Pilih aplikasi mana yang tidak diinginkan.
- Klik “Uninstall”.
3. Dengan Software Pihak Ketiga
Ketika bloatware sulit dihapus dari perangkat, cobalah menggunakan software khusus uninstaller. Beberapa yang dapat digunakan, antara lain:
- Geek Uninstaller.
- Revo Uninstaller.
- IObit Uninstaller.
- Bulk Crap Uninstaller.
- CCleaner.
Software tersebut berguna untuk mendeteksi aplikasi yang tersembunyi, menghapus residual files (file sisa), serta membersihkan registry.
Demikian penjelasan mengenai apa itu bloatware, fungsi, dampak bagi kinerja perangkat, serta cara menghapusnya. Pada akhirnya, perusahaan memerlukan perangkat yang mendukung kecepatan kerja, bukan menghambatnya dengan performa tidak optimal akibat bloatware.
Oleh karena itu, memastikan perangkat kantor bersih dari bloatware sejak hari pertama merupakan kunci untuk menjaga produktivitas tim tetap tinggi. Namun, fokus utama perusahaan tidak sekadar mengurus bloatware.
Terlebih, melakukan konfigurasi ulang pada puluhan hingga ratusan unit laptop tentu akan menyita waktu tim IT internal perusahaan. Sebagai solusi, Asani hadir sebagai mitra strategis yang patut dipertimbangkan untuk menyediakan perangkat IT khusus kebutuhan bisnis.
Melalui skema Device as a Service (DaaS), perusahaan Anda dapat memperoleh unit laptop yang sudah terkurasi, siap pakai, serta didukung penuh oleh IT support profesional selama masa sewa. Selain itu, mencakup pula asuransi perangkat dan akses gratis ke dasbor MyAsani.
Bagaimana, siap menghadirkan standar kerja baru di perusahaan Anda? Yuk, cek katalog sewa Asani dan minta penawaran ke melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id. jangan lewatkan penggunaan promo termurah untuk mendapatkan harga paling kompetitif sekarang!
Baca juga: Aplikasi Database: Pengertian, Tips Memilihnya dan Contohnya
