bottleneck adalah
3060

Bottleneck adalah istilah yang tidak cukup familiar bagi orang awam. Tetapi nyatanya, bottleneck ini menjadi salah satu permasalahan yang sering kali dijumpai pada PC. Bagi sebagian orang, bottleneck menjadi sangat merugikan karena berpengaruh pada performa komponen PC. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, seperti apakah bottleneck berbahaya, apakah hal ini terjadi karena virus, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, simak pembahasan lengkap sampai akhir mengenai apa itu bottleneck hingga cara mengatasinya di artikel ini!

Apa itu Bottleneck?

Bottleneck adalah masalah yang ditemukan pada salah satu komponen PC yang bisa menyebabkan kinerja sistem PC secara keseluruhan menjadi terhambat. Secara harfiah, istilah bottleneck mengacu pada mekanisme leher botol dengan volume yang lebih sempit daripada badan botol.

Sementara itu, jika dikaitkan pada perangkat elektronik berarti ketidakmaksimalan fungsi sistem komputer yang sedang dijalankan. Umumnya, bottleneck tidak berbahaya atau merusak hardware lain, namun cukup berdampak pada performa sistem PC.

Meskipun kinerja PC yang Anda miliki saat ini dapat dikatakan cepat, Anda tetap harus memeriksa komponen-komponen lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kinerja antar komponen saling mendukung agar terhindar dari bottleneck.

Bottleneck dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satu yang paling umum yaitu spesifikasi sistem yang tidak seimbang. Sebagai contoh, processor PC memiliki kualitas yang baik, namun ternyata VGA yang dipakai tidak sesuai. Kondisi VGA yang tidak setara ini bisa menyebabkan bottleneck pada PC.

Tipe-Tipe Bottleneck

Bottleneck pada PC memiliki beberapa tipe yang umum ditemui. Adapun tipe-tipe bottleneck adalah sebagai berikut.

1. Bottleneck HDD

Masalah bottleneck adalah hal yang kerap kali ditemukan pada media penyimpanan, seperti HDD (Hard Disk Drive). Bottleneck mungkin terjadi karena ruang penyimpanan hardisk sudah penuh. Ciri utama ketika PC mengalami bottleneck HDD adalah lambatnya performa PC saat sedang transfer file besar atau booting. Solusi yang bisa dilakukan yaitu mengganti HDD menjadi SSD agar pemuatan pada perangkat bisa bekerja maksimal.

Baca juga: VRAM: Definisi, Fungsi, Cara Menambah, & Bedanya dengan RAM

2. Bottleneck CPU

Penyebab bottleneck pada CPU (Central Processing Unit) biasanya karena CPU terlalu lemah untuk mengimbangi kartu grafis sehingga membatasi kemampuan frame per detiknya. CPU bertanggung jawab atas pengiriman instruksi rendering ke GPU (Graphic Processing Unit) dan beban operasi penghitungan penting secara keseluruhan. Oleh karena itu, jika CPU bottleneck terjadi, maka kecepatannya akan melambat sehingga instruksi yang akan dikirimkan pun terhambat.

3. Bottleneck Motherboard

Motherboard biasanya sudah dirancang dengan performa yang maksimal sesuai kebutuhan PC. Namun, jika motherboard tidak mampu untuk support komponen lain, maka bottleneck bisa terjadi. Umumnya, kasus bottleneck pada motherboard jarang terjadi. Oleh karena itu, lebih baik untuk memilih motherboard dengan spesifikasi VGA, RAM, dan processor yang sesuai.

4. Bottleneck RAM

Bottleneck RAM (Random Access Memory) biasanya terjadi karena RAM tidak bisa mengimbangi komponen lain, seperti VGA dan prosesor. RAM yang mengalami bottleneck biasanya akan kehilangan kecepatan multitasking-nya.

Seperti yang diketahui, RAM berfungsi untuk menyimpan memori sementara pada kinerja komputasi. Oleh karena itu, RAM harus memiliki kapasitas, frekuensi, dan kecepatan yang seimbang agar mampu melayani sistem kerja komponen lainnya.

Cara Mengatasi Bottleneck

Apabila terjadi masalah bottleneck pada PC, maka harus segera diatasi agar performa komponen kembali normal. Adapun beberapa cara mengatasi bottleneck adalah sebagai berikut.

1. Overclocking

Cara pertama mengatasi bottleneck adalah melakukan overclocking. Sebelum melakukan overclock, Anda harus memastikan bahwa komponen pada PC memang bisa di-overclock. Selain itu, komponen tersebut nantinya bisa stabil untuk digunakan sehari-hari, baik dari segi cooling maupun setting agar tidak crash

Hasil dari overclock juga sangat bergantung pada banyak faktor, seperti kualitas chipset. Dengan melakukan overclock, maka dapat membantu mengurangi efek dari bottleneck sehingga kinerja komponen bisa lebih cepat.

Baca juga: Cara Upgrade Laptop dan Bagian yang Dapat Diperbarui

2. Melakukan Upgrade PC

Jika overclock tidak cukup untuk mengatasi masalah ini, maka solusi lain untuk bottleneck adalah meng-upgrade PC. Sebelum membeli yang baru, pastikan untuk mencari tahu terlebih dahulu berapa tingkat bottleneck sistem yang sedang dialami. 

Anda bisa melakukan cek bottleneck PC secara online menggunakan bottleneck test atau kalkulator. Setelah mengetahui tingkat bottleneck yang terjadi pada sistem PC, pilih dan belilah komponen yang memiliki performa di atas komponen penyebab bottleneck sekarang.

3. Mengurangi Beban Komponen

Selanjutnya, cara mengatasi bottleneck adalah dengan memberikan beban yang lebih berat ke komponen yang lebih kuat. Sebagai contoh, jika performa GPU terhambat karena CPU, maka tingkatkan pengaturan kualitas grafis sehingga beban GPU meningkat. Dengan cara ini, diharapkan bottleneck bisa teratasi dengan cepat.

4. Menyesuaikan Aplikasi

Cara ini dapat dilakukan dengan cukup mudah, Anda hanya perlu menyesuaikan kebutuhan komponen yang memicu bottleneck. Langkah yang dapat diambil adalah mengganti hardware dengan kualitas yang lebih tinggi. Sebagai contoh pada kasus rendering, jika dibutuhkan resource processor, maka pakailah VGA berkualitas dengan prosesor yang sesuai.

Cara Menyeimbangkan Rakitan Anda

Seperti yang telah dijelaskan, bottleneck adalah hal yang biasa terjadi karena adanya ketidakseimbangan salah satu komponen di PC. Sementara itu, terdapat salah satu PC yang memang dirancang tetap seimbang untuk menghindari bottleneck yaitu PC pre-built.

Saat akan merakit atau meningkatkan sistem PC secara mandiri, Anda perlu memilih hardware yang kompatibel dan saling melengkapi dari segi performa.

Selain itu, pertimbangkan pula anggaran yang Anda miliki dengan mengalokasikannya secara tepat. Misalnya, alokasi anggaran untuk memprioritaskan frame rate berkualitas, CPU gaming yang tepat, dan refresh rate layar yang tinggi apabila Anda sering bermain game berat.

Contoh lainnya, yakni gunakanlah anggaran untuk membeli kartu grafis dan tampilan dengan resolusi tinggi jika Anda menginginkan pengalaman yang beresolusi tinggi pula.

Dalam merakit PC, Anda dapat selalu meningkatkan kualitasnya nanti karena hal itu lebih baik daripada memiliki satu komponen yang kuat tetapi sistemnya lambat. Rakitan seimbang juga dapat menyatukan sistem yang akan memberikan pengalaman dan performa terbaik secara keseluruhan.

Demikian penjelasan lengkap seputar bottleneck yang harus Anda pahami. Setelah ini, Anda tidak perlu panik jika mengalami bottleneck pada PC. Anda bisa menerapkan beberapa cara di atas untuk mengatasi masalah tersebut.

Komputer atau PC memang rentan mengalami masalah bahkan kerusakan yang membuat penggunanya kebingungan. Pemeriksaan rutin terhadap sistem dan komponen sangat penting dilakukan untuk menghindari kerusakan yang parah.

Namun, saat ini Anda tidak perlu khawatir karena Asani hadir sebagai solusi permasalahan elektronik Anda. Asani siap menyediakan sewa kebutuhan peralatan IT atau elektronik lainnya dengan performa ter-upgrade.

Anda bisa melakukan penyewaan perangkat elektronik, mulai dari PC, printer, monitor, laptop, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan. Dengan menyewa di Asani, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan elektronik baru dan pastinya lebih hemat.

Anda dapat mengakses katalog sewa Asani untuk melihat produk-produknya secara lengkap. Segera minta penawaran dengan menghubungi WhatsApp atau mengirim email ke cs@asani.co.id. Upgrade perangkat elektronik Anda bersama Asani!

Baca juga: Panduan Cara Upgrade RAM Laptop dan Pemilihan Jenisnya

Share

Post comment

Product Enquiry