capital expenditure
BisnisDiposting: 11 Maret 2026 | Diperbarui: 11 Maret 2026
300

Dalam akuntansi dan manajemen bisnis, capital expenditure (CapEx) adalah indikator vital bagi kesehatan perusahaan dalam jangka panjang. CapEx mengacu pada dana yang dialokasikan untuk mendapatkan, memelihara, dan meningkatkan aset perusahaan secara fisik.

Memahami upaya manajemen pada aspek tersebut bukan sekadar pencatatan finansial, melainkan bagaimana perusahaan merencanakan strategi pertumbuhan secara berkelanjutan. Artikel ini akan mengulas lebih jauh mengenai CapEx, mari simak sampai akhir.

Apa Itu Capital Expenditure?

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan dalam skala besar untuk membeli, meningkatkan, merawat, serta memperbaiki aset jangka panjang, seperti bangunan, mesin, peralatan pabrik, dan lain sebagainya.

Sederhananya, capital expenditure bisa dikatakan sebagai bentuk investasi yang dibuat oleh perusahaan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional atau menambah manfaat ekonomi di masa mendatang.

Umumnya, capital expenditure muncul di laporan arus kas aktivitas investasi. CapEx yang nilainya besar menandakan bahwa perusahaan sedang melakukan ekspansi bisnis. Sebaliknya, CapEx kecil biasanya mengindikasikan efisiensi atau perlambatan.

Jenis Capital Expenditure

Berdasarkan kebutuhannya, CapEx terdiri atas beberapa jenis. Adapun jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut.

1. Expansion Generated by New Products

Jenis CapEx ini digunakan untuk pembelian alat produksi terbaru dan beberapa kebutuhan lain. Biasanya, muncul saat perusahaan hendak menciptakan produk baru demi memikat banyak pelanggan supaya pemasukan bertambah.

2. Projected Mandated by Law

Penggunaannya adalah untuk memenuhi hukum yang berlaku dan bukan atas dasar mencari keuntungan. Sebagai contoh, pembangunan sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) baru sesuai standar emisi lingkungan yang diperketat agar izin operasional tidak dicabut.

3. Equipment Replacement

Jenis CapEx ini dikeluarkan untuk menambah/membeli aset baru karena yang lama telah usang, tidak lagi berfungsi, atau memang ada kebutuhan baru. Misalnya, perusahaan membeli laptop kantor baru untuk mengganti perangkat lama yang rusak.

4. Expansion to Meet Growth in Existing Products

Expansion to Meet Growth in Existing Products digunakan untuk mempersiapkan segala kebutuhan dalam perluasan jejaring atau pangsa pasar. Misalnya, hendak membuka cabang di daerah lain, maka harus menambah jumlah karyawan, membeli bangunan serta mesin baru, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian Nilai Aset, Ini Faktor Penurunan & Cara Hitungnya

Mengapa Perhitungan Capital Expenditure Penting?

Mengingat berhubungan erat dengan laporan keuangan, maka penting sekali untuk menghitung capital expenditure. Di samping itu, terdapat beberapa alasan lainnya, yaitu:

  • Berfungsi sebagai bentuk investasi masa depan. Pembelian, pemeliharaan, hingga perbaikan aset diharapkan bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di kemudian hari.
  • Membantu pemilik bisnis untuk memeriksa jumlah pengeluaran perusahaan.
  • Langkah mitigasi agar risiko depresiasi aset nantinya tidak sampai membawa kerugian signifikan bagi perusahaan.
  • Menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan nilai capital expenditure yang akan dijadikan pedoman jangka panjang.

Ketepatan dalam menghitung capital expenditure adalah kunci agar investasi aset tidak menjadi beban finansial di masa mendatang. Namun, perlu diingat bahwa memahami ini bukan sekadar tentang angka, tetapi dasar pengambilan keputusan bagi pertumbuhan perusahaan.

Agar data pengadaan dan pemeliharaan perangkat IT perusahaan siap dianalisis serta selalu akurat, tentunya membutuhkan sistem manajemen terintegrasi, seperti MyAsani. Aplikasi IT asset management dari Asani ini memungkinkan pengelolaan seluruh aset IT dalam satu pintu.

Dengan fitur-fitur unggulannya, perusahaan dapat memantau kondisi perangkat IT dan mempercepat proses pelaporan aset. Dapatkan kendali penuh atas investasi teknologi dan manajemen aset IT perusahaan bersama MyAsani.

MyAsani

Cara Menghitung Capital Expenditure

Secara umum, nilai CapEx bisa dilihat melalui arus kas investasi di laporan keuangan perusahaan. Namun, Anda pun dapat menerapkan langkah-langkah perhitungan berikut ini.

  • Pahami bagian dari laporan laba rugi agar mengetahui biaya depresiasi pada periode yang sedang berjalan.
  • Cari saldo aset tetap di periode sebelumnya serta selisih dari saldo tersebut dengan saldo untuk aset tetap saat ini.
  • Tambahkan selisih saldo aset tetap ke biaya depresiasi di periode berjalan. Lalu, Anda nantinya akan mengetahui nilai capital expenditure saat ini.

Tidak hanya itu, terdapat alternatif lain yang masih bisa dilakukan. Dalam hal ini, Anda perlu menghitung secara manual. Adapun rumus capital expenditure adalah sebagai berikut.

CapEx = PP&E saat ini – PP&E lama + Biaya Depresiasi saat ini

Keterangan:

  • PP&E (Property, Plant, and Equipment): aset tetap serta berwujud milik perusahaan.
  • PP&E periode saat ini maupun sebelumnya ditunjukkan oleh neraca dan laporan laba rugi. Jumlah dari keduanya akan mencerminkan selisih bersih dari PP&E.

Untuk memperjelas pemahaman terkait perhitungan CapEx, perhatikan contoh di bawah ini.

Perusahaan A telah menyelesaikan periode operasional dan menyusun laporan keuangan dengan detail sebagai berikut.

  • Nilai total PP&E di awal 2023 adalah sebesar Rp700.000.000.
  • Nilai total PP&E di akhir 2023 adalah sebesar Rp750.000.000.
  • Biaya depresiasi, termasuk amortisasi aset yang tidak berwujud sebesar Rp250.000.000

Kira-kira, berapakah jumlah capital expenditure pada Perusahaan A?

Jawab:

CapEx = PP&E saat ini – PP&E lama + Biaya Depresiasi saat ini

= Rp750.000.000 – Rp700.000.000 + Rp250.000.000

= Rp300.000.000.

Contoh Capital Expenditure

Pada dasarnya, contoh capital expenditure mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dalam bisnis. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Biaya pemeliharaan dan update perangkat lunak.
  • Biaya perbaikan kinerja mesin dan peralatan.
  • Biaya produksi yang berkaitan erat dengan pembelian alat-alat produk baru dan proses uji coba dalam perusahaan.
  • Biaya untuk membeli hak paten, properti, gedung, bangunan, atau tanah.
  • Biaya lisensi yang berhubungan dengan legalitas perusahaan maupun hasil produk.
  • Biaya promosi demi peningkatan angka penjualan atau pemasukan.
  • Biaya untuk membeli aset atau alat, seperti peralatan produksi, komputer, laptop, atau lainnya yang berkaitan dengan keberlangsungan suatu bisnis.

Hal-hal yang telah disebutkan di atas merupakan aset vital untuk mendukung kontinuitas perusahaan. Hanya saja, kepemilikannya  menuntut adanya proses pengelolaan yang rumit dan modal besar.

Alih-alih membeli, layanan sewa laptop di Asani bisa menjadi alternatif cerdas yang lebih ekonomis. Asani menyediakan unit perangkat IT siap pakai yang berkualitas tinggi. Jadi, cukup ajukan penawaran untuk langkah lebih lanjut.

Minta Penawaran

Baca juga: Apa itu Asset Management System? Ini Tujuan & Manfaatnya

Perbedaan Capital Expenditure dan Operating Expenditure

Untuk memastikan bisnis berjalan tanpa hambatan, maka perlu dilakukan pengelolaan terhadap capital expenditure secara efektif. Dalam pelaksanaannya, Anda harus memahami perbedaan capital expenditure dan operating expenditure (OpEx), yaitu sebagai berikut.

1. Efek pada Laporan Finansial

Pada neraca, CapEx tercatat sebagai aset tetap. Nilai ini akan mengalami penurunan secara bertahap seiring masa manfaatnya habis akibat penyusutan. Sementara itu, OpEx dicatat dalam laporan laba rugi karena merupakan biaya operasional yang mengurangi laba perusahaan.

2. Nominal

Jumlah biaya CapEx biasanya sangat besar dan dibayarkan dalam sekali waktu. CapEx bisa dipahami sebagai modal pembelian aset. Sedangkan, OpEx adalah pengeluaran operasional atau beban usaha yang jumlahnya tidak terlalu besar dan dikeluarkan secara rutin.

3. Fungsi

CapEx memiliki fungsi untuk mendukung aktivitas bisnis, seperti mengganti atau memelihara aset. Di sisi lain, OpEx digunakan untuk menjamin operasional harian perusahaan berjalan lancar, mulai dari perbaikan mesin produksi rutin, pembayaran pajak, upah karyawan, dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan mengenai capital expenditure, termasuk jenis, alasan dan cara perhitungan, contoh, serta perbedaannya dengan operating expenditure. Memahami hal ini merupakan investasi jangka panjang yang membantu perusahaan lebih bijak dalam manajemen arus kas.

Apabila saat ini perusahaan Anda sedang membutuhkan tambahan perangkat IT, pertimbangkan untuk beralih ke layanan sewa di Asani sebagai langkah finansial cerdas. Dengan menyewa, perusahaan bisa menghemat CapEx secara signifikan.

Pasalnya, tidak perlu mengeluarkan modal besar di muka untuk membeli banyak laptop sekaligus. Layanan sewa ini sudah mencakup dukungan teknis, perlindungan asuransi perangkat, dan akses gratis ke dasbor MyAsani.

MyAsani, IT asset management software ini akan membantu perusahaan memiliki visibilitas dan kontrol penuh atas seluruh inventaris teknologi secara real-time. Tunggu apa lagi? Cek katalog dan manfaatkan promo terbaik tersedia di Asani agar mendapatkan harga sewa lebih ringan.

Yuk, optimalkan anggaran IT perusahaan Anda dengan mengajukan penawaran melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id sekarang!

Baca juga: 5 Cara Menjaga Aset Perusahaan untuk Optimalkan Keuntungan

Share

Post comment

Product Enquiry