contoh transaksi perusahaan jasa
9370

Berbeda dengan perusahaan dagang, perusahaan jasa memiliki karakteristik tersendiri dalam menjalankan transaksi. Sebab, perusahaan jasa adalah entitas bisnis yang menyediakan produk tidak berwujud atau layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami contoh transaksi perusahaan jasa yang benar agar tidak ada kekeliruan dan memungkinkan perusahaan dalam mengoptimalkan kinerjanya. Pelajari apa saja contoh transaksi perusahaan jasa beserta bukti otentik yang harus disiapkan di bawah ini!

Jenis Transaksi Perusahaan Jasa

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai contoh transaksi perusahaan jasa, Anda bisa pahami dulu jenis-jenis transaksi yang umumnya dilakukan oleh perusahaan jasa. Berikut adalah beberapa jenis transaksi tersebut.

1. Pembelian

Perusahaan jasa melakukan transaksi pembelian untuk memperoleh barang-barang yang dibutuhkan dalam mendukung kinerjanya.

Tentunya, barang-barang tersebut harus sesuai standar kualitas yang berlaku agar perusahaan jasa dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggannya.

Selain itu, perusahaan jasa juga harus mencatat berbagai transaksi lain yang berkaitan dengan pembelian barang di laporan keuangan.

Selain memudahkan perusahaan dalam mengelola keuangan, hal ini juga perlu dilakukan karena akan ada biaya perawatan dan penyusutan aset perusahaan.

2. Pendapatan

Jenis transaksi perusahaan jasa berikutnya adalah untuk pendapatan, di mana sumber pendapatan tersebut berasal dari layanan yang telah diberikan kepada pelanggan.

Transaksi pendapatan ini harus dicatat dengan rinci dalam daftar pembukuan tunai dan kredit guna menghitung seberapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan.

3. Pembayaran Beban

Di samping pengeluaran yang terjadi saat pembelian perlengkapan dan peralatan, perusahaan jasa juga harus menanggung berbagai biaya lainnya, seperti tagihan listrik, administrasi telepon, dan internet.

Selain menjadi kewajiban dalam akuntansi keuangan, pembayaran ini juga perlu dicatat agar perusahaan dapat mengelola keuangan dengan lebih baik ke depannya.

Baca juga: Apa itu Payroll? Kenali Manfaat, Cara Kerja, dan Sistemnya

4. Penerimaan Piutang

Salah satu jenis transaksi perusahaan jasa adalah melibatkan piutang, di mana layanan diberikan kepada pelanggan secara kredit. Pencatatan dan penggunaan nota kredit dalam pelunasan piutang sangat penting untuk mempermudah proses pencatatan dan pembukuan perusahaan.

Dalam hal ini, pelanggan yang memiliki tagihan piutang harus membayar sesuai jadwal yang telah disepakati karena pencatatan transaksi baru bisa dilakukan setelah pelanggan melunasi piutangnya.

5. Penanaman Modal

Ketika perusahaan jasa baru didirikan, umumnya terdapat setoran modal dari investor dan pemilik. Jadi, semua transaksi investasi ini perlu dicatat secara cermat, terutama jika modal atau dana berasal dari pihak eksternal.

Adapun tujuan dari pencatatan ini adalah untuk memperjelas pengembalian dan pembagian hasil transaksi yang dilakukan oleh perusahaan jasa.

Contoh Transaksi Perusahaan Jasa

Pencatatan transaksi yang dilakukan oleh setiap perusahaan jasa bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan.

Lalu, dikarenakan perusahaan jasa menjual produk yang tidak berwujud, dalam pencatatan tersebut, harga pokok barang dari jasa yang dijual tidak perlu dimasukkan.

Lebih jelasnya, Anda bisa menyimak beberapa contoh transaksi perusahaan jasa berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan berikut ini.

1. Jasa Keuangan

Pertama, Anda bisa memperhatikan contoh transaksi perusahaan jasa yang bergerak di bidang keuangan. Pada dasarnya, perusahaan jasa ini bertujuan untuk memberikan layanan penerimaan uang, transfer dana, tabungan, pembayaran tagihan, dan lain-lain.

Salah satu contoh transaksi yang biasa dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan adalah ketika seorang nasabah berencana membuka rekening tabungan dan melakukan transfer melalui internet banking untuk membayar tagihan.

2. Jasa Asuransi

Selanjutnya, ada perusahaan jasa asuransi yang menyediakan layanan berupa perlindungan, baik untuk perawatan di fasilitas kesehatan, kecelakaan, kematian, warisan, dan pendidikan.

Jika Anda berencana menggunakan jasa asuransi, maka akan ada biaya iuran asuransi tiap bulan atau tahun untuk mendapatkan layanan yang ditawarkan.

Adapun contoh transaksi perusahaan jasa asuransi adalah A membayar premi asuransi kesehatan sebesar Rp30 juta pada tanggal 1 Januari 2024 untuk periode satu tahun berjalan.

Lalu, pada April 2024, A mengklaim asuransi kesehatan tersebut sehingga perusahaan asuransi akan mengganti biaya kesehatan yang diperlukan.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Aset Perusahaan untuk Optimalkan Keuntungan

3. Jasa Pendidikan

Jasa pendidikan merupakan sektor yang luas dan mencakup berbagai bentuk penyediaan layanan terkait pengetahuan dan keterampilan.

Bahkan, saat ini, layanan tersebut tidak hanya bisa diberikan dengan pertemuan langsung, tetapi juga secara online yang tentunya dapat menghemat pengeluaran pelanggan.

Contoh transaksi perusahaan jasa pendidikan adalah saat calon peserta membayar biaya pendaftaran untuk mengikuti kursus bulanan di suatu lembaga pembelajaran. Pembayaran tersebut akan dicatat oleh lembaga.

Dengan begitu, calon peserta dapat mengikuti kursus dengan memanfaatkan fasilitas yang sesuai dengan jumlah biaya yang telah dibayarkan.

4. Jasa Logistik

Hadirnya jasa logistik bertujuan untuk memberikan layanan berupa pengantaran barang ke berbagai daerah. Umumnya, transaksi bisnis ini akan melibatkan biaya pengiriman dan proteksi barang. Adapun untuk biaya pengiriman akan dihitung berdasarkan destinasi, jenis layanan yang dipilih, dan dimensi paket.

Misalnya, seorang pelanggan memilih layanan kilat untuk mengirimkan barang seberat 500 gram dari Bandung ke Jakarta.

Selanjutnya, jasa logistik akan menghitung total biaya pengiriman yang harus dibayar oleh pelanggan. Jasa logistik juga dapat menambahkan biaya tambahan apabila pelanggan meminta layanan proteksi untuk barang yang dikirim.

5. Jasa Perjalanan

Contoh transaksi perusahaan jasa yang terakhir berasal dari biro perjalanan, di mana perusahaan ini sering kali menawarkan layanan berupa paket wisata.

Biaya paket wisata biasanya mencakup tiket perjalanan pulang-pergi, penginapan, fasilitas akomodasi, makanan, dan berbagai layanan lainnya.

Sebagai contoh, seorang pelanggan memilih paket wisata ke Bali yang mencakup tiket pesawat dan penginapan.

Tak hanya itu, pelanggan tersebut juga meminta tur wisata dengan pemandu sehingga akan dikenakan biaya tambahan. Setelah pelanggan membayar, agen perjalanan akan mencatat pendapatan dan mengelola seluruh perjalanan.

Bukti Transaksi Perusahaan Jasa

Memahami contoh transaksi perusahaan jasa saja tidak akan cukup untuk memperdalam pemahaman Anda. Sebab, dalam pencatatan transaksi perusahaan jasa, diperlukan bukti-bukti otentik untuk menjamin transparansi.

Daftar bukti transaksi perusahaan jasa yang harus disiapkan secara teliti adalah sebagai berikut:

  • Slip Gaji: Bukti pembayaran untuk gaji karyawan.
  • Bukti Memorandum: Bukti yang biasanya dibuat oleh pemilik usaha atau orang yang diberikan wewenang untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi di internal perusahaan.
  • Bukti Pemindahan Aset: Bukti yang diperlukan apabila perusahaan melakukan pemindahan aset dari satu cabang ke cabang lainnya, sehingga bukti ini sering diperlukan oleh perusahaan skala sedang ke besar.
  • Bukti Kuitansi: Bukti yang mencatat penerimaan uang, yang dibuat dan ditandatangani oleh penerima uang, kemudian diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran.
  • Bukti Nota Kontan: Bukti yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli, di mana lembar aslinya diberikan kepada pembeli, dan salinannya disimpan oleh penjual sebagai bukti pembayaran secara tunai.
  • Bukti Cek: Perintah pembayaran dari rekening bank agar bank terkait membayar sejumlah uang kepada pemegang cek atau nama yang tertera di dalamnya.
  • Bukti Rekening Koran: Bukti mutasi kas yang disusun oleh bank untuk nasabahnya.
  • Bukti Bilyet Giro: Surat perintah untuk memindahkan uang dari rekening nasabah ke rekening penerima yang namanya tercantum dalam bilyet giro, baik di bank yang sama atau bank lain.
  • Bukti Setoran Bank: Catatan transaksi yang disediakan oleh pihak bank kepada perusahaan agar digunakan ketika melakukan setoran uang ke bank.
  • Bukti Kas Masuk: Bukti transaksi atas segala aktivitas penerimaan uang.
  • Bukti Kas Keluar: Bukti transaksi atas segala aktivitas pengeluaran ataupun pembayaran uang, seperti gaji pegawai dan pembelian barang.

Dari uraian di atas, dapat dipelajari bahwa contoh transaksi perusahaan jasa cukup beragam karena ada banyak jenis perusahaan yang menawarkan layanan kepada pelanggan, mulai dari keuangan hingga perjalanan.

Jika Anda sedang menggeluti bisnis jasa, maka memahami contoh transaksi perusahaan jasa saja tidak cukup untuk mengoptimalkan kinerja bisnis Anda. Anda juga harus menyediakan perangkat elektronik yang mumpuni sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat.

Dalam hal ini, Anda bisa menyewa perangkat elektronik, baik komputer, laptop, peralatan meeting, dan sebagainya, dari Asani. Anda hanya perlu mengecek katalog sewa untuk mencari perangkat dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau bagi perusahaan.

Agar pilihan Anda lebih tepat, Anda bisa berkonsultasi secara gratis ke tim Asani sebelum melakukan pemesanan melalui WhatsApp atau kirim email ke cs@asani.co.id. Tunggu apa lagi? Yuk, dapatkan penawaran terbaik dari Asani sekarang untuk penyewaan perangkat elektronik bermutu!

Baca juga: Inilah Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Share

Post comment

Product Enquiry