perusahaan startup
4840

Tercatat bahwa lebih dari 2.000 perusahaan startup di Indonesia telah memberikan inovasi dan kontribusi pada masyarakat. Perusahaan-perusahaan tersebut berkembang pesat di berbagai bidang, seperti transportasi, edukasi, hingga pertanian, dan berperan penting bagi ekonomi digital di Indonesia.

Selain dinilai sebagai alternatif untuk memenuhi permintaan pasar, perusahaan startup juga berperan dalam melengkapi value produk terdahulunya. Belum lagi, startup turut membuka lapangan kerja dengan prospek yang tidak kalah menjanjikan.

Lantas, apa saja daftar perusahaan startup yang berkembang di Indonesia? Mari simak penjelasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.

Daftar Perusahaan Startup di Indonesia

Bagi pebisnis dan kebanyakan perusahaan startup, negara Indonesia diyakini sebagai market yang amat besar. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa per 2023. 

Belum lagi, penggunaan internet di Indonesia tergolong masif, yakni mencapai 215 juta pengguna atau setara dengan 79% dari total penduduk. Tidak heran bila banyak investor dan berbagai industri digital menanam modal mereka dengan mendirikan startup di Indonesia.

Dewasa ini, laju pertumbuhan startup di Indonesia terbilang cukup pesat hingga mencapai 2.482, baik yang didirikan di kota besar maupun daerah. Berikut ini merupakan beberapa contoh perusahaan startup di Indonesia:

1. Transportasi & Akomodasi

Perusahaan-perusahaan startup memanfaatkan digitalisasi untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Beriringan dengan transportasi, perusahaan di bidang akomodasi juga kerap diandalkan konsumen sebagai solusi dalam memilih homestay ketika liburan.

Di Indonesia, terdapat empat perusahaan besar dalam bidang transportasi dan akomodasi, yakni Gojek, Grab, Traveloka, dan Tiket.com.

a. Gojek (2010)

Gojek merupakan perusahaan startup terbesar di Indonesia yang melejit karena sejumlah manfaatnya bagi masyarakat. Perusahaan rintisan milik Nadiem Makarim ini didirikan pada tahun 2010 dan dapat digunakan oleh hampir semua kalangan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, seperti layanan transportasi dan pemesanan makanan secara online.

b. Grab (2014)

Grab merupakan salah satu kompetitor Gojek yang berasal dari Singapura yang didirikan pada tahun 2012. Kepraktisan dan fungsinya membawa Grab dikenal di hampir semua negara Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. 

Perusahaan bidang transportasi ini mulai masuk ke Indonesia dan banyak digunakan pada pertengahan tahun 2014. Layaknya Gojek, Grab menawarkan berbagai layanan dalam satu aplikasi yang meliputi GrabBike, GrabCar, GrabFood, GrabMart, hingga GrabExpress.

c. Traveloka (2012)

Perusahaan startup yang juga mendobrak perekonomian Indonesia dalam dunia akomodasi adalah Traveloka. Sebagai informasi, Traveloka resmi didirikan pada tahun 2012 dan telah beroperasi secara aktif di hampir semua wilayah di Indonesia.

Dalam satu aplikasi, Anda dapat menikmati jutaan manfaat dari layanan yang disediakan Traveloka yang meliputi booking tiket pesawat, homestay, dan layanan perjalanan lainnya.

d. Tiket.com (2011)

Selanjutnya, kompetitor dari Traveloka dalam bidang akomodasi yang tidak kalah populer adalah Tiket.com. Tiket.com dengan logo berwarna biru ini didirikan pertama kali pada tahun 2011. Perusahaan startup ini menawarkan fasilitas berupa pemesanan berbagai tiket, baik tiket transportasi, konser, hingga tempat wisata.

Baca juga: Ini 3 Contoh SOP Perusahan yang Benar serta Cara Membuatnya

2. Edukasi

Kebutuhan akan edukasi dan pembelajaran jarak jauh semakin dibutuhkan di Indonesia, terutama berkaitan dengan fleksibilitas. Faktor pendidikan juga dinilai sebagai bidang penting yang berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, banyak startup yang pada akhirnya berinisiatif untuk memperbaiki permasalahan dan isu tersebut, seperti Ruangguru dan Quipper.

a. Ruangguru (2014)

Perusahaan startup berbasis pendidikan pertama datang dari PT Ruang Raya Indonesia yang lebih dikenal sebagai Ruangguru. Sebagai informasi, CEO dari Ruangguru bernama Adamas Belva Syah Devara, seorang millennial entrepreneur

Pada tahun 2014, Ruangguru banyak dijadikan solusi yang dapat diandalkan untuk menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia, misalnya ketimpangan dan kualitas tenaga pendidik.

b. Quipper (2010)

Quipper merupakan perusahaan teknologi edukasi atau edutech yang menawarkan fasilitas sistem belajar-mengajar secara daring (dalam jaringan). Pada awalnya, Quipper mulai dirintis pada tahun 2010 di London, Inggris, oleh seorang berkebangsaan Jepang bernama Fumihiro Yamaguchi. Hingga saat ini, Quipper telah beroperasi di 4 negara, yakni Indonesia, Jepang, Filipina, dan Meksiko.

3. Fintech

Fintech adalah singkatan dari financial technology. Fintech mengacu pada industri yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyediakan solusi atau layanan keuangan inovatif, misalnya OVO dan LinkAja. 

a. OVO (2017)

Di Indonesia, produk OVO termasuk ke dalam perusahaan startup unicorn yang berdiri di bawah naungan PT Visionet Internasional. Perusahaan fintech ini tercatat bervaluasi lebih dari 1 miliar USD sejak tahun 2019 lalu. 

OVO memungkinkan penggunanya untuk menikmati layanan uang elektronik yang berbasis server (OVO Cash). Pada tahun 2019, OVO dilaporkan telah berhasil menggaet 500 ribu mitra yang di antaranya merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

b. LinkAja (2019)

LinkAja merupakan sebuah layanan uang elektronik berbasis aplikasi untuk mencakup berbagai jenis transaksi nontunai dengan praktis dan cepat. Sebelumnya, startup ini bernama Telkomsel Cash atau TCASH. Kemudian, per tanggal 21 Februari 2019, TCASH berganti nama menjadi LinkAja. Startup ini bertahan lama dan terus berkembang karena layanan transaksinya cukup lengkap dan mudah digunakan serta tersedianya promo-promo menarik.

4. Asuransi

Tidak sampai fintech saja, perusahaan startup juga menjamur hingga sektor asuransi. Pada dasarnya, praktik bisnis asuransi telah muncul di zaman kolonial Belanda. Namun, perkembangan asuransi berkembang pesat setelah dipicu oleh krisis moneter pada tahun 1998 di Indonesia dan kemunculan BPJS Kesehatan pada tahun 2014. Di Indonesia, terdapat beberapa pilihan perusahaan asuransi, seperti Lifepal dan Qoala.

a. Lifepal (2018)

Salah satu startup berbasis asuransi yang tercatat di OJK adalah PT Lifepal Technologies Indonesia atau dikenal baik sebagai Lifepal. Lifepal merupakan perusahaan online marketplace asuransi di Indonesia yang memungkinkan konsumen untuk membeli polis asuransi langsung dari situs resminya. Sebagai informasi, startup asuransi ini didirikan pada tahun 2019 oleh mantan eksekutif bernama Laza Giacomo Ficari dan Nicolo Robba.

b. Qoala (2018)

Didirikan pada tahun 2018 oleh Harshet Lunani, Qoala menjadi perusahaan startup di Jakarta yang menawarkan produk asuransi secara digital. Layanannya meliputi distribusi instrumen asuransi hingga pada proses klaim dari penggunanya.

Qoala memberikan layanan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk membandingkan asuransi dan mendapatkan informasi transparan, dan transaksi secara praktis. Adapun beberapa produk asuransi yang ditawarkan di antaranya adalah asuransi mobil, motor, kesehatan, jiwa, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Procurement Adalah: Pengertian, Jenis, Proses, dan Prinsip

5. Pertanian

Indonesia memang dikenal oleh dunia sebagai negara agraris. Oleh karena itu, banyak perusahaan startup memutuskan untuk berkutat di sektor ini, misalnya TaniHub dan Sayurbox.

a. TaniHub (2015)

Startup pertama di Indonesia yang bergerak di sektor pertanian adalah TaniHub. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2015. Awalnya, TaniHub hanya sebuah perusahaan rintisan yang membantu alur distribusi bagi para petani untuk menjual hasil panennya.

Setelahnya, TaniHub berkembang dengan menyelenggarakan forum penyuluhan serta pendanaan bagi petani yang diberi nama TaniFund.

b. Sayurbox (2016)

Sayurbox merupakan startup online yang mengusung konsep bisnis farm-to-table. Dengan konsep tersebut, Sayurbox menyediakan bahan segar dan produk sehat yang didatangkan langsung dari petani lokal Indonesia. 

Selain menghubungkan hasil tani langsung dari produsen lokal secara online kepada konsumen yang menjangkau banyak daerah, Sayurbox juga menawarkan lebih dari 1.000 produk lainnya seperti bumbu dapur, ayam, ikan, hingga daging sapi.

Demikian pembahasan menyeluruh mengenai perusahaan startup di Indonesia yang dapat membuka wawasan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan startup di Indonesia menjadi awal yang baik untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Hal ini didukung dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat konsumsi tinggi, sehingga memberi ruang bagi sejumlah startup untuk mengembangkan bisnisnya. 

Sehubungan dengan ini, bagi Anda yang perusahaannya membutuhkan dukungan teknis, percayakan saja pada Asani. Asani memberikan layanan yang dapat membantu Anda memilih perangkat terbaik dan menyelesaikan masalah IT perusahaan.

Terdapat sejumlah perangkat, baik laptop maupun komputer, yang dapat disewa untuk mendukung operasional perusahaan Anda. Jadi, langsung saja cek di katalog sewa Asani!

Selain itu, melalui MyAsani kami juga menyediakan IT Asset Management gratis yang dapat membantu mengelola dan mengidentifikasi masalah aset dengan mudah. Tak perlu khawatir, MyAsani telah dilengkapi opsi helpdesk support yang dapat merespons masalah pengguna dengan cepat. Yuk, daftar MyAsani sekarang!

Baca juga: 6 Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Kecil dan Bagannya

Post comment

Product Enquiry