enkripsi data
TeknologiDiposting: 26 Februari 2026 | Diperbarui: 26 Februari 2026
300

Di era digital, data menjadi aset yang sangat berharga bagi individu maupun perusahaan. Semua data perlu dijaga agar tidak jatuh ke tangan yang salah, mulai dari informasi pelanggan hingga dokumen internal.

Itulah mengapa enkripsi data memegang peranan penting sebagai bagian dari strategi cyber security atau keamanan siber. Dengan metode ini, data Anda akan diubah menjadi kode tertentu yang hanya bisa dibaca jika memiliki kunci aksesnya.

Data-data yang terenkripsi tersebut tetap aman meskipun berhasil diakses oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Untuk memahami apa itu enkripsi data, cara kerja, dan kegunaannya, simak artikel berikut ini sampai tuntas.

Apa Itu Enkripsi Data?

Enkripsi data adalah proses mengubah informasi menjadi suatu kode rahasia agar tidak dapat dipahami oleh sembarang pihak. Data yang sudah dienkripsi hanya bisa dibuka kembali menggunakan kunci digital tertentu sehingga kerahasiaannya akan tetap terjaga.

Metode enkripsi digunakan untuk melindungi data dari pencurian, perubahan, maupun penyusupan oleh pihak yang tidak berwenang. Enkripsi dapat diterapkan pada data yang sedang disimpan, dikirim melalui internet, maupun saat sedang diproses, baik di perangkat lokal atau server cloud.

Saat ini, enkripsi menjadi fondasi penting dalam keamanan sistem digital. Banyak yang mengandalkan enkripsi untuk menjaga informasi agar tetap aman dan privat, mulai dari percakapan di aplikasi pesan, transaksi e-commerce, hingga perlindungan data perusahaan dan institusi besar.

Memahami konsep enkripsi saja tidak cukup dalam mengantisipasi potensi kebocoran data. Pastikan sistem dan device kantor Anda benar-benar terlindungi dengan solusi IT yang terkelola dengan baik.

Asani hadir sebagai solusi jasa sewa laptop kantor yang terintegrasi secara baik, lengkap dengan dukungan teknis hingga pengelolaan aset secara real time. Untuk mendapatkan berbagai keunggulan dari sewa laptop di Asani, ajukan penawaran sekarang!

Minta Penawaran

Tujuan Enkripsi Data

Tujuan utama enkripsi data adalah menjaga kerahasiaan informasi agar hanya bisa diakses oleh pihak yang berwenang. Itulah sebabnya enkripsi kerap digunakan pada transaksi perbankan online, belanja online, hingga pesan pribadi di aplikasi chat.

Dengan sistem enkripsi, data akan tetap terlindungi meskipun dikirim melalui internet. Di samping itu, beberapa tujuan lain digunakannya enkripsi data sebagai bagian dari keamanan siber adalah sebagai berikut:

1. Kerahasiaan

Sistem enkripsi bertindak sebagai lapisan pelindung agar informasi hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki izin.

Dengan begitu, data-data tertentu, seperti detail transaksi bank, email, atau pesan pribadi akan diubah menjadi kode sehingga tidak dapat dibaca oleh penyusup atau pihak yang mencoba menyadap.

2. Integritas

Selain menjaga isi data agar tetap tersembunyi, enkripsi juga turut membantu memastikan bahwa informasi tidak berubah selama proses pengiriman.

Jadi, pesan atau file yang diterima akan tetap sama seperti saat pertama kali dikirim, tanpa adanya manipulasi di tengah proses pengiriman berlangsung.

3. Autentikasi

Pada dasarnya, sistem enkripsi juga mendukung proses verifikasi sumber data secara spesifik. Artinya, penerima dapat memastikan bahwa pesan benar-benar dikirim oleh pihak yang sah, bukan oleh pihak lain yang berpura-pura menjadi pengirim asli.

4. Non-Repudiasi

Sistem enkripsi juga dapat mencegah pengirim untuk menyangkal bahwa mereka pernah mengirim pesan atau data tertentu. Sebab, penggunaan sistem kriptografi yang tepat dapat membuktikan identitas pengirim secara digital.

5. Regulasi

Di beberapa sektor, seperti sektor perbankan, retail, pendidikan, dan kesehatan, penggunaan enkripsi sering kali menjadi kewajiban hukum.

Sistem keamanan ini dapat membantu perusahaan dalam memenuhi standar perlindungan data konsumen serta menghindari risiko terjadinya sanksi akibat kebocoran informasi.

Baca juga: Cara Enkripsi File di Windows dan Mac untuk Keamanan Data

Jenis-Jenis Enkripsi Data

Secara garis besar, terdapat dua jenis algoritma enkripsi yang paling umum digunakan, yaitu enkripsi simetris dan enkripsi asimetris. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

  • Enkripsi simetris: Teknik yang memakai satu kunci yang sama untuk mengamankan sekaligus membuka kembali data.
  • Enkripsi asimetris: Teknik enkripsi yang bekerja dengan dua kunci berbeda namun saling terhubung. Umumnya, satu kunci enkripsi asimetris bersifat publik dan bisa dibagikan ke banyak pihak untuk mengamankan informasi, sementara kunci lainnya bersifat privat dan hanya dimiliki oleh penerima untuk membuka informasi tersebut.

Cara Kerja Enkripsi Data

Secara sederhana, enkripsi bekerja dengan mengubah data asli (plaintext) menjadi bentuk kode yang tidak bisa dibaca (ciphertext).

Proses ini dilakukan menggunakan algoritma kriptografi, yaitu rumus matematika khusus yang mengacak informasi agar tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak memiliki akses.

Contohnya, jika Anda mengirim pesan “Saya transfer hari ini”, sistem enkripsi akan mengubah kalimat tersebut menjadi rangkaian karakter acak seperti “X7#kP9!Lm2”.

Pesan yang sudah berubah bentuk ini hanya bisa dikembalikan ke teks semula melalui proses dekripsi dengan kunci khusus yang sesuai. Tanpa kunci tersebut, isi pesan akan tetap terkunci dan tidak bermakna.

Pada sistem modern, kunci yang digunakan bisa terdiri dari ratusan hingga ribuan kombinasi karakter, sehingga jauh lebih aman dan sulit diretas jika dibandingkan metode enkripsi sederhana.

Kegunaan Enkripsi Data

Enkripsi data memiliki banyak peran penting dalam menjaga keamanan informasi, baik untuk individu maupun organisasi. Berikut adalah beberapa kegunaannya:

  • Menjaga integritas data: Enkripsi dapat membantu mencegah pencurian data sekaligus mendeteksi jika ada perubahan-perubahan yang tidak sah.
  • Mengamankan data di cloud: Enkripsi dapat menjaga data di dalam cloud agar tetap privat, baik saat sedang dikirim (in transit), digunakan (in use), maupun saat tersimpan (at rest).
  • Melindungi data saat dipindahkan antarperangkat: Enkripsi dapat memastikan data agar tetap aman selama proses transfer antarperangkat, apalagi jika ditambahkan autentikasi lanjutan agar tidak sembarang orang bisa mengaksesnya.
  • Mendukung keamanan remote working: Dengan enkripsi, akses data yang dilakukan akan lebih terlindungi dari risiko pencurian maupun kebocoran informasi, terlebih jika tim perusahaan Anda bekerja dengan sistem remote dan mengakses datanya di tempat berbeda.
  • Melindungi hak kekayaan intelektual: Sistem enkripsi yang digunakan untuk mengamankan aset digital tertentu, seperti software, lagu, atau konten lain yang memiliki hak cipta adalah digital rights management (DRM), yaitu sistem enkripsi yang dapat melindungi data agar tidak mudah dibajak, direkayasa ulang, atau disalin tanpa izin.

Baca juga: Mengenal Network Security & Peran Pentingnya Bagi Perusahaan

Contoh Enkripsi Data

Metode enkripsi sendiri telah diterapkan di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia bisnis. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Komunikasi Digital

Sejumlah aplikasi kirim pesan, seperti WhatsApp, umumnya menggunakan sistem end-to-end  encryption untuk menjaga privasi percakapan penggunanya.

Dengan mekanisme ini, isi pesan pun hanya bisa diakses oleh pihak yang mengirim dan menerima. Jadi, pihak lain tidak dapat membaca pesan-pesan tersebut, termasuk penyedia layanan sekali pun.

2. Transaksi Online

Enkripsi data juga berperan penting dalam melindungi informasi saat melakukan transaksi online, seperti ketika pengguna memasukkan nomor kartu kredit atau detail pembayaran lainnya.

Data tersebut akan diubah menjadi kode rahasia sehingga tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga yang mencoba menyadapnya.

Selain itu, sebagian besar situs e-commerce juga menggunakan protokol keamanan khusus, seperti SSL/TLS untuk mengamankan proses pengiriman data antara perangkat pengguna dan server.

Dengan adanya enkripsi ini, informasi pembayaran dan identitas pelanggan akan tetap terlindungi selama proses transaksi berlangsung.

3. Cloud Storage

Banyak layanan penyimpanan cloud, seperti Google Drive, juga menerapkan metode enkripsi untuk menjaga keamanan file penggunanya.

Setiap data yang tersimpan nantinya akan diamankan dengan sistem pengkodean khusus agar tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Artinya, sekalipun data tersebut berhasil diambil dari server, isinya tetap tidak bisa dibuka atau dimanfaatkan tanpa kunci dekripsi yang sesuai.

4. Operasional Bisnis

Di dunia bisnis, penerapan enkripsi biasanya mencakup berbagai sistem penting, mulai dari komunikasi email internal, koneksi melalui VPN, hingga penyimpanan data pelanggan di database.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya akses tidak sah yang berpotensi menimbulkan kebocoran informasi.

Apabila hal tersebut terjadi, dampaknya tidak hanya dapat dirasakan pada kerugian teknis, namun juga reputasi perusahaan hingga tingkat kepercayaan pelanggan.

Itulah penjelasan terkait enkripsi data yang perlu diketahui dalam pengelolaan bisnis di era digital ini. Pada intinya, enkripsi data menjadi fondasi penting dalam menjaga privasi, mencegah penyadapan, serta melindungi bisnis dari risiko kebocoran maupun manipulasi data.

Di era kerja digital sekarang, perlindungan data yang tepat tentu akan menjadi kebutuhan banyak perusahaan, bukan hanya sekadar pilihan semata.

Namun, perlu dipahami bahwa keamanan data tidak hanya berhenti di sistem enkripsi dan software saja. Perangkat kerja yang digunakan oleh tim juga harus terkelola dengan baik agar tidak menjadi celah keamanan bisnis Anda.

Dalam hal ini, Asani hadir sebagai solusi Device as a Service (DaaS) untuk sewa perangkat kantor yang lebih praktis dan terkontrol.

Tak hanya menyediakan laptop atau perangkat IT berkualitas, Asani juga turut memberikan pelayanan yang optimal, seperti layanan IT support selama masa sewa, perlindungan asuransi perangkat, hingga akses dashboard asset management MyAsani.

Selain itu, di Asani, Anda juga dapat mendapatkan promo terbaik untuk menunjang strategi IT yang aman, efisien, dan tetap fleksibel dari segi biaya. Cek katalog dan ajukan penawaran sekarang juga melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id!

Baca juga: Apa Itu BitLocker? Ini Pengertian dan Cara Mengaktifkannya

Share

Post comment

Product Enquiry