leverage ratio adalah
2760

Leverage ratio adalah rasio keuangan yang mengukur seberapa besar utang atau pinjaman yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan aset atau ekuitas yang dimilikinya.

Rasio ini berguna untuk melihat kemampuan perusahaan untuk membayar tagihan dan risiko gagal bayar perusahaan.

Semakin tinggi angka leverage ratio, semakin besar pula ketergantungan perusahaan pada utang dalam membiayai aset perusahaannya. Hal ini berpotensi membuat kondisi keuangan perusahaan menjadi tidak sehat dan berisiko mengalami kebangkrutan.

Lantas, apa saja fungsi, jenis, dan manfaat dari leverage ratio? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Leverage Ratio?

Leverage ratio adalah rasio keuangan yang mengindikasikan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk mendanai operasionalnya dibandingkan dengan modal sendiri.

Rasio ini, yang juga dikenal sebagai rasio solvabilitas, dihitung dengan membandingkan jumlah utang dengan ekuitas perusahaan. Jika leverage ratio tinggi, itu artinya jumlah aset perusahaan yang didanai oleh utang lebih banyak.

Pentingnya leverage ratio bagi manajemen dan investor terletak pada kemampuannya untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Semakin tinggi leverage ratio, semakin besar pula risiko finansial perusahaan.

Selain itu, leverage ratio juga mencerminkan sejauh mana perusahaan dapat memenuhi kewajiban utang jangka panjangnya. Rasio ini juga memberikan wawasan tentang struktur modal dan sumber dana dalam kegiatan bisnis perusahaan.

Fungsi dan Manfaat Leverage Ratio

Fungsi leverage ratio adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban finansialnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Rasio ini juga menunjukkan seberapa besar perusahaan menggunakan utang sebagai sumber pembiayaan aset dan kegiatan operasionalnya.

Leverage ratio yang tinggi menandakan bahwa perusahaan tidak dapat melunasi hutangnya, jika profitabilitas menurun.

Meski demikian, penggunaan utang yang terkendali juga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, memahami leverage ratio sangat penting untuk mengetahui seberapa sehat finansial perusahaan saat ini guna pengambilan keputusan yang tepat kedepannya.

Selain itu, leverage ratio juga memberikan manfaat bagi berbagai pihak dalam menilai kondisi finansial dan risiko kredit sebuah perusahaan, di antaranya:

  • Bagi manajemen internal perusahaan, leverage ratio berguna untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba guna membayar utang jangka pendek maupun panjang.
  • Bagi investor, rasio ini menunjukkan sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang. Ini berpengaruh pada risiko investasi mereka sehingga investor harus mempertimbangkan lebih lanjut sebelum berinvestasi pada perusahaan tersebut.
  • Di sisi lain, kreditur juga mempertimbangkan leverage ratio suatu perusahaan saat memutuskan untuk memberikan pinjaman. Semakin tinggi leverage ratio, semakin besar juga risiko kredit macet.

Tak hanya itu saja, ada banyak manfaat lainnya dari leverage ratio yang bisa didapatkan. Adapun beberapa manfaat leverage ratio adalah sebagai berikut:

  • Menilai pengaruh utang terhadap pengelolaan aset perusahaan.
  • Mengukur proporsi modal yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang.
  • Melihat seberapa besar nilai aset yang didanai oleh utang.
  • Mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban tetap seperti angsuran pinjaman.
  • Mengevaluasi total modal pinjaman yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
  • Mengetahui posisi kewajiban perusahaan terhadap kreditor.
  • Menilai keseimbangan antara aset dan modal perusahaan.

Jenis-Jenis Leverage Ratio

Ada beberapa jenis utama dari leverage ratio yang bisa digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan. Masing-masing leverage ratio ini memiliki fungsi tertentu dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangannya.

Adapun masing-masing penjelasan dari jenis leverage ratio adalah sebagai berikut.

1. Debt to Assets Ratio

Jenis pertama leverage ratio adalah debt to assets ratio. Debt to assets ratio digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana perusahaan mengandalkan utang untuk mendanai asetnya.

Rasio ini dihitung dengan membagi total utang perusahaan terhadap total asetnya. Rumus leverage ratio nya adalah:

Rasio Utang = Total Utang / Total Aset

2. Debt to Equity Ratio

Selanjutnya, jenis leverage ratio adalah debt to equity ratio. Debt to equity ratio merupakan rasio keuangan yang mengukur proporsi relatif total utang dan total ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai asetnya.

Rasio ini dihitung dengan membagi total utang dengan total ekuitas perusahaan. Rumus debt to equity ratio adalah:

Rasio Utang terhadap Ekuitas = Total Utang / Total Ekuitas

Baca juga: Cash Flow Perusahaan: Manfaat, Menghitung, & Cara Mengatur

3. Debt to Capital Ratio

Debt to capital ratio merupakan rasio yang membandingkan total utang perusahaan terhadap seluruh modal yang terdiri dari total utang dan ekuitas.

Rasio ini berguna untuk melihat seberapa besar perusahaan menggunakan utang dibandingkan modal sendiri untuk membiayai aset dan kegiatan operasionalnya.

Jika rasio tinggi, ini menunjukkan bahwa utang mendominasi struktur modal perusahaan. Rasio ini dihitung dengan rumus:

Rasio Utang terhadap Modal = Total Utang Sekarang / (Total Utang + Total Ekuitas)

4. Debt to EBITDA Ratio

Terakhir, jenis leverage ratio adalah debt to EBITDA ratio. EBITDA atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization merupakan rasio yang membandingkan total utang terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

Rasio ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utangnya. 

Apabila hasil rasio ini lebih dari 3, maka risiko gagal bayar utang perusahaan akan semakin besar karena jumlah kewajibannya melebih laba yang dihasilkan. Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rasio utang terhadap laba kotor = Total utang / Total Laba kotor (EBITDA)

Contoh Perhitungan Leverage Ratio

Untuk memahaminya dengan lebih baik, berikut adalah contoh cara menghitung leverage ratio suatu perusahaan.

Misalkan perusahaan B memiliki total utang sebesar Rp15 juta, total ekuitas Rp25 juta, dan total aset Rp22 juta, dengan laba kotor sebesar Rp30 juta. Maka, berdasarkan jenisnya perhitungan leverage ratio adalah sebagai berikut:

Debt to Assets Ratio:

Total Utang / Total Aset = Rp15 juta / Rp22 juta = 0,68

Artinya, sekitar 68% dari setiap aset menjadi jaminan utang.

Debt to Equity Ratio:

Total Utang / Total Ekuitas = Rp15 juta / Rp25 juta = 0,6

Artinya, sekitar 60% dari modal perusahaan merupakan jaminan utang.

Debt to Capital Ratio:

Total Utang / (Total Utang + Total Ekuitas) = Rp15 juta / (Rp25 juta + Rp15 juta) = 0,38

Ini menunjukkan bahwa sekitar 38% dari modal perusahaan berasal dari utang.

Debt to EBITDA Ratio:

Total Utang / EBITDA = Rp15 juta / Rp30 juta = 0,5

Artinya, rasio utang terhadap EBITDA adalah 0,5 atau 50%. Angka ini menunjukkan bahwa total utang perusahaan setara dengan setengah dari laba kotor (EBITDA) yang dihasilkan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu leverage ratio beserta fungsi, jenis, dan manfaatnya. Dengan memonitor leverage ratio secara rutin, perusahaan dapat mendeteksi risiko gagal bayar lebih awal dan mengambil langkah perbaikan sebelum terlambat.

Selain itu, untuk menunjang operasional bisnis yang sehat, Anda memerlukan dukungan peralatan elektronik berkualitas seperti komputer dan laptop. Untuk itu, Anda bisa percayakan kebutuhan IT perusahaan pada Asani!

Asani menyediakan layanan penyewaan berbagai perangkat elektronik lengkap mulai dari laptop, komputer, peralatan rapat, dan lain sebagainya.

Anda bisa minta penawaran melalui WhatsApp maupun email ke cs@asani.co.id atau cek selengkapnya di katalog sewa Asani sekarang juga. 

Tak hanya itu, Asani juga menawarkan layanan pengelolaan aset perusahaan secara praktis hanya di aplikasi MyAsani. Anda juga dapat melakukan konsultasi IT gratis mengenai masalah pengadaan perangkat IT di perusahaan Anda.

Tunggu apa lagi? Daftar MyAsani sekarang juga agar kerja semakin nyaman!

Baca juga: Ekspansi Bisnis: Pengertian, Tujuan, Strategi, dan Contohnya

Share

Post comment

Product Enquiry