manajemen operasional adalah
KeuanganDiposting: 22 December 2024 | Diperbarui: 14 March 2025
7420

Manajemen operasional adalah dasar penting yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan melalui pemantauan aktivitas produksi. Agar sebuah perusahaan dapat mempertahankan kualitas produk dan inovasinya, diperlukan manajemen operasional yang terstruktur di dalamnya. 

Jika Anda penasaran dan ingin mempelajari seluk-beluk manajemen operasional mulai dari pengertian, fungsi, contoh, dan strategi manajemen operasional, baca terus artikel ini hingga tuntas!

Apa itu Manajemen Operasional?

Manajemen operasional adalah sebuah aktivitas dalam bisnis untuk mengatur kelancaran proses produksi. Adapun lingkup kerjanya mencakup perencanaan, pengawasan, perancangan, serta pengendalian aktivitas produksi agar berjalan efisien dan efektif. 

Di dunia bisnis, setiap elemen harus berjalan seiringan agar tercipta produk atau layanan yang berkualitas pula. Dalam hal itu, manajemen operasional berperan penting untuk memastikan kualitas produk sesuai rencana dan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Selain memastikan aktivitas produksi berjalan lancar, manajer operasi (orang yang bertanggung jawab di manajemen operasional) juga perlu memastikan seluruh alat kerja atau peralatan bisnis bekerja dengan baik sekaligus tenaga kerja memiliki visi dan misi yang sama guna mencapai tujuan bisnis. 

Tujuan Manajemen Operasional

Manajemen operasional berdiri bukan tanpa alasan. Selain untuk memastikan aktivitas produksi berjalan dengan semestinya, ada berbagai tujuan manajemen operasional lain yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Tujuan utama dari manajemen operasional sendiri adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi perusahaan. Efisiensi yang dimaksud mencakup penggunaan sumber daya, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan waktu kerja tidak melebihi batas yang direncanakan agar tidak terjadi pembengkakan dalam biaya operasional.

Tentunya, jika manajemen operasional dilakukan dengan baik, perusahaan akan menghasilkan lebih banyak produk atau jasa dengan kualitas terbaik meskipun dengan sumber daya yang sama atau bahkan lebih sedikit. 

2. Meningkatkan Kualitas Produk atau Layanan

Selain itu, keberadaan manajemen operasional juga bertujuan agar produk atau layanan yang dihasilkan memenuhi standar kualitas baik. Maka dari itu, lingkup kerja seorang manajer operasi mencakup pengendalian kualitas, penerapan praktik terbaik, dan perbaikan secara berkelanjutan. Dengan begitu, pelanggan akan merasa puas dan biaya cacat atau retur bisa diminimalkan. 

3. Peningkatan Produktivitas

Tujuan lain dari manajer operasional adalah meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mesin. Hal ini tentu dapat dicapai dengan mengadakan pelatihan pegawai, pemilihan teknologi yang tepat, proses produksi yang sesuai, dan banyak lagi. Dengan produktivitas yang tinggi, tentunya perusahaan bisa menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi juga.

4. Pengendalian Biaya

Selain memastikan proses produksi berjalan lancar, manajemen operasional juga dapat membantu mengendalikan biaya operasional yang membengkak. Pasalnya, seorang manajer operasi juga akan rutin melakukan pemantauan anggaran, identifikasi dan pengurangan pemborosan, serta negosiasi kontrak yang menguntungkan. 

5. Inovasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Manajemen operasional juga memiliki tujuan sebagai pemantik inovasi dan perbaikan berkelanjutan dalam produk. Sebagai penanggung jawab kelancaran produksi, manajer operasi perlu melahirkan inovasi-inovasi untuk mempertahankan daya saing perusahaan di target pasar dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah seiring berjalannya waktu.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan Agar Omzet Bisnis Bertambah

Fungsi Manajemen Operasional untuk Bisnis

Setelah Anda memahami apa itu manajemen operasional dan tujuannya, kini saatnya mengenal beberapa fungsi manajemen operasional dalam bisnis. Terdapat setidaknya empat fungsi dalam manajemen operasional yang perlu diketahui, yaitu:

1. Perencanaan

Sebelum memulai bisnis, tentu Anda perlu menyusun atau merencanakan peta perjalanan untuk memastikan setiap langkah yang diambil dalam bisnis tepat. Nah, hal ini juga berlaku untuk manajer operasi. Mereka perlu memastikan apa yang akan diproduksi, kapan produksi harus dimulai, dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan. Perencanaan yang matang juga dapat menjadi langkah mitigasi risiko yang tepat.

2. Pengorganisasian

Selain perencanaan, pengorganisasian juga penting dilakukan agar proses produksi bekerja secara harmonis. Pengorganisasian ini ditujukan pada sumber daya manusia, bahan baku, dan peralatan yang diperlukan dalam proses produksi. Dalam pengorganisasian ini, seorang manajer operasional perlu memastikan semua aspek tersebut sesuai dengan rencana awal, baik dari segi jumlah, kualitas, dan lainnya. 

3. Pengarahan

Fungsi lain dari manajemen operasional adalah memotivasi dan membimbing timnya untuk mencapai tujuan perusahaan. Sebagai contoh, seorang kepala manajer operasional harus bisa memberikan instruksi yang jelas, mengatasi masalah yang muncul, dan memastikan semua anggota tim bekerja dengan dedikasi yang tinggi.

4. Pengendalian

Manajemen operasional juga berperan penting dalam memantau dan mengevaluasi kinerja operasional untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dalam hal ini, perusahaan bisa mengidentifikasi dan mengatasi dengan segala masalah yang ada sebelum membuatnya berkembang menjadi isu yang lebih besar di kemudian hari. 

Strategi Manajemen Operasional

Strategi manajemen operasional bukan hanya tentang merencanakan sesuatu, tetapi juga menemukan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Di bawah ini adalah beberapa gambaran strategi dari manajemen operasional. 

1. Lean Manufacturing

Lean manufacturing adalah strategi yang berfokus untuk mengurangi pemborosan dalam proses produksi dengan cara mengidentifikasi dan menghilangkan langkah-langkah yang tidak memberikan nilai tambah atau justru menyita lebih banyak waktu. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi di sepanjang proses produksi.

2. Six Sigma

Six Sigma adalah metode yang menggunakan data dan analisis statistik untuk meningkatkan kualitas produk dan memastikan produk yang dihasilkan selalu memenuhi standar tinggi. Metode ini bertujuan untuk mengurangi variasi dalam proses produksi dan mencapai tingkat cacat yang sangat rendah, yaitu tidak lebih dari 3,4 cacat per sejuta kesempatan (Defects Per Million Opportunities/DPMO).

Adapun langkah-langkahnya bisa dilakukan dengan:

  • Menentukan masalah, tujuan bisnis, dan kebutuhan pelanggan.
  • Mengukur kinerja proses produksi saat ini. 
  • Menganalisis berbagai data yang relevan. 
  • Mengidentifikasi akar penyebab masalah.
  • Mengembangkan solusi dan mengimplementasikannya. 
  • Melakukan perbaikan dan mempertahankan kualitas produksi dalam jangka panjang.

3. Manajemen Proses Bisnis

Manajemen proses bisnis atau Business Process Management bertujuan agar setiap tahap dalam aktivitas produksi menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan memetakan setiap langkahnya, perusahaan akan lebih mudah menemukan cara untuk menurunkan biaya dan meningkatkan hasil produksi serta penjualan. 

Contoh Manajemen Operasional

Berikut ini adalah beberapa contoh manajemen operasional yang bisa menjadi gambaran bagaimana elemen bisnis ini dapat mengubah meningkatkan efisiensi dan keuntungan yang signifikan:

  • Melakukan pengadaan barang dan jasa yang bertujuan untuk kegiatan produksi.
  • Meningkatkan keberlanjutan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya, contohnya adalah memilih untuk menyewa daripada membeli. Contohnya, untuk peralatan kantor lebih baik menyewa. Dengan menyewa, perusahaan dapat lebih menghemat dan mengikuti pembaruan perangkat tanpa harus membeli baru. Biaya perawatannya pun lebih kecil.
  • Mengelola persediaan barang dengan sistem manajemen inventaris yang baik.
  • Menerapkan standar kualitas dalam setiap tahap produksi melalui inspeksi dan pengujian produk secara berkala.
  • Mengelola rantai pasok (Supply Chain Management), dan lain-lain.

Teknologi dalam Manajemen Operasional

Di era modern ini, teknologi bisa bergerak sebagai tangan kanan operasional perusahaan dan membuka peluang baru di banyak aspek bisnis. Di bawah ini adalah beberapa teknologi dalam manajemen operasional yang wajib Anda kenali. 

1. Perangkat Lunak ERP

Sistem ERP atau Enterprise Resources Planning adalah salah satu teknologi yang bisa dianggap seperti tulang punggung perusahaan karena sangat berkaitan dengan produksi, keuangan, dan inventaris dalam satu platform yang terkoordinasi.

Sistem ini dapat membantu perusahaan menjadikan segala aset bisnis lebih terintegrasi. Misalnya, data dari berbagai departemen seperti keuangan, produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan logistik dapat diakses secara real-time oleh seluruh tim terkait. 

2. Internet of Things (IoT)

IoT banyak digunakan untuk melacak inventaris, memantau kondisi mesin, dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time. Maka dari itu, IoT banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam berbagai aspek bisnis.

3. Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning

Beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Machine Learning (ML) juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi manajemen operasional. Dengan bantuan teknologi AI dan ML, perusahaan bisa lebih mudah menganalisis data dalam jumlah besar dan memberikan prediksi yang akurat. 

Sebagai contoh, AI dan ML dapat digunakan dalam proses optimalisasi jadwal produksi, meningkatkan manajemen rantai pasokan, dan juga ketika perusahaan perlu memprediksi waktu perawatan mesin sebelum terjadi kerusakan. 

Baca juga: 10 Rekomendasi Software ERP Terbaik Bagi Kelangsungan Bisnis

Itulah penjelasan lengkap seputar manajemen operasional yang perlu Anda ketahui. Agar bisnis bisa bertahan di era persaingan modern, perusahaan tentunya perlu bersaing dalam hal sumber daya, khususnya perangkat IT. Pasalnya di era serba canggih seperti sekarang, penggunaan perangkat IT yang berkualitas akan sangat menunjang operasional perusahaan di berbagai aspek.

Namun, pengadaan sumber daya perangkat IT untuk kantor mungkin akan cukup memakan biaya operasional perusahaan. Untuk itu, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyewa kebutuhan IT kantor daripada harus membeli baru dalam jumlah banyak. 

Dalam hal ini, Asani hadir sebagai solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan sewa perangkat IT yang aman, berkualitas, dan tepercaya. Asani memiliki berbagai perangkat elektronik berkualitas mulai dari laptop, komputer, hingga peralatan lainnya yang dapat menunjang kebutuhan bisnis.

Di samping itu, Asani juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan aset perusahaan melalui aplikasi MyAsani. Anda juga dapat berkonsultasi secara gratis dengan menghubungi Asani WhatsApp atau email ke cs@asani.co.id. 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera cek katalog Asani dan ajukan penawaran untuk meningkatkan produktivitas perusahaan Anda bersama Asani secepatnya!

Share

Post comment

Product Enquiry

Promo Hemax 2025