cara setting ip static
Tips & TrickDiposting: 15 Mei 2026 | Diperbarui: 15 Mei 2026
200

Pernah merasa bingung saat ingin mengatur IP static? Tenang, sebenarnya cara setting IP static tidak serumit yang dibayangkan. Selama Anda memahami langkah dasarnya, prosesnya bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tetap rapi tanpa harus mencoba berulang kali.

IP static adalah pengaturan IP address yang dibuat secara tetap agar tidak berubah setiap kali perangkat terhubung ke jaringan. Penggunaan IP static biasanya bertujuan untuk menjaga koneksi tetap stabil dan konsisten sehingga cocok untuk kebutuhan tertentu seperti jaringan kantor atau penggunaan perangkat khusus. 

Penasaran bagaimana cara melakukan pengaturan IP static yang tepat? Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini!

Cara Setting IP Static

Cara setting IP static bisa berbeda tergantung perangkat yang digunakan, meski prinsip dasarnya tetap sama, yaitu mengatur alamat IP secara manual agar koneksi lebih stabil dan tidak berubah-ubah. Berikut panduan berdasarkan jenis perangkat yang umum digunakan:

1. Cara Setting IP Static Android

Menghubungkan perangkat Android ke WiFi biasanya berjalan otomatis tanpa pengaturan tambahan. Namun, pada beberapa kondisi, koneksi bisa menjadi tidak stabil, sering terputus, atau tidak sesuai harapan.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengatur IP static, yaitu pengaturan alamat IP secara manual agar perangkat selalu menggunakan IP yang sama setiap kali terhubung ke jaringan. 

Dengan pengaturan ini, koneksi menjadi lebih stabil karena tidak bergantung sepenuhnya pada pembagian IP otomatis dari router.

IP static biasanya digunakan pada jaringan yang membutuhkan kestabilan, seperti jaringan kantor, sekolah, atau jaringan dengan konfigurasi tertentu. 

Selain itu, pengaturan ini juga membantu mengurangi konflik IP dan memudahkan pengelolaan jaringan. Berikut langkah-langkah setting IP static di Android:

  1. Buka menu Pengaturan di perangkat Android Anda, kemudian masuk ke menu WiFi.
  2. Pastikan perangkat sudah terhubung ke jaringan WiFi yang ingin diatur, lalu tekan dan tahan pada nama jaringan tersebut.
  3. Pilih opsi Ubah atau Modifikasi Jaringan untuk masuk ke pengaturan jaringan yang lebih lengkap.
  4. Aktifkan opsi Tampilkan opsi lanjutan agar pengaturan tambahan bisa muncul.
  5. Pada bagian Pengaturan IP, ubah dari DHCP (otomatis) menjadi Statis (manual).
  6. Masukkan informasi jaringan seperti alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS server sesuai dengan data yang digunakan pada jaringan tersebut.
  7. Simpan pengaturan yang sudah dimasukkan agar konfigurasi dapat diterapkan.

Setelah semua langkah selesai, perangkat Android Anda akan terhubung ke WiFi menggunakan IP static. Hasilnya, koneksi menjadi lebih stabil, lebih konsisten, dan lebih terkontrol sesuai pengaturan jaringan yang telah dibuat.

Untuk mendukung kebutuhan kerja yang lebih lancar dan produktif, Anda juga bisa menggunakan perangkat kerja yang tepat agar aktivitas operasional berjalan tanpa hambatan. Jika Anda membutuhkan solusi yang lebih praktis tanpa harus membeli perangkat di awal, Anda dapat cek katalog Asani untuk melihat pilihan yang tersedia. 

Katalog

Baca juga: 3 Cara Setting MikroTik dari Awal dengan WinBox untuk Pemula 

2. Cara Setting IP Static Client di MikroTik

Cara setting IP static client di MikroTik adalah proses pengaturan agar perangkat client selalu mendapatkan IP address yang sama setiap kali terhubung ke jaringan. 

Konfigurasi ini biasanya digunakan untuk perangkat penting seperti server, printer, atau komputer tertentu agar lebih mudah dikelola dan tidak berubah-ubah.

IP static client bekerja dengan mengikat IP address ke MAC address perangkat. Dengan begitu, MikroTik akan selalu mengenali perangkat tersebut dan memberikan IP yang sudah ditentukan secara otomatis melalui DHCP Server.

Untuk mendukung kebutuhan operasional yang lebih lancar, Anda juga bisa menggunakan solusi perangkat kerja yang lebih fleksibel dan praktis. Jika Anda membutuhkan perangkat untuk bisnis, Anda dapat langsung menghubungi tim Asani untuk meminta penawaran sesuai kebutuhan perusahaan Anda. 

Minta Penawaran

Berikut cara setting IP static client di MikroTik yang bisa Anda ikuti:

  1. Login ke MikroTik: Langkah pertama adalah masuk ke perangkat MikroTik menggunakan Winbox atau browser. Pastikan Anda sudah terhubung ke jaringan MikroTik dan berhasil login menggunakan username serta password yang sesuai. Setelah masuk, Anda akan melihat tampilan utama konfigurasi MikroTik.
  2. Aktifkan DHCP Server pada interface: Pastikan DHCP Server sudah aktif pada interface yang digunakan oleh client. DHCP Server ini berfungsi untuk membagikan IP address secara otomatis ke perangkat yang terhubung. Jika belum aktif, Anda perlu mengaktifkannya terlebih dahulu agar proses setting IP static bisa berjalan.
  3. Buka menu DHCP Server > Leases: Masuk ke menu IP, lalu pilih DHCP Server, kemudian buka tab Leases. Pada bagian ini, Anda akan melihat daftar perangkat yang sedang atau pernah terhubung ke jaringan lengkap dengan IP address dan MAC address masing-masing.
  4. Pilih perangkat client yang ingin dibuat statis: Cari perangkat client yang ingin Anda jadikan IP static. Anda bisa mengenalinya melalui MAC address atau IP address yang sudah tertera. Pastikan perangkat yang dipilih benar agar tidak salah konfigurasi.
  5. Ubah menjadi IP static: Setelah memilih perangkat, klik pada data tersebut lalu pilih opsi “Make Static”. Dengan langkah ini, IP address yang sebelumnya dinamis akan dikunci dan tidak akan berubah lagi. MikroTik akan selalu memberikan IP yang sama kepada perangkat tersebut berdasarkan MAC address.
  6. Simpan dan cek hasil konfigurasi: Setelah diubah menjadi static, pastikan konfigurasi sudah tersimpan dengan benar. Anda bisa mencoba memutuskan koneksi perangkat lalu menghubungkannya kembali untuk memastikan IP address yang diberikan tetap sama.

Itulah beberapa cara setting IP static, baik di Android maupun MikroTik. Pengaturan ini membuat koneksi jaringan menjadi lebih stabil karena perangkat selalu menggunakan alamat IP yang sama setiap kali terhubung.

Dengan pengaturan yang benar, pengelolaan jaringan juga menjadi lebih mudah, terutama untuk perangkat penting seperti server, printer, atau perangkat kantor lainnya. 

Cara ini juga membantu mengurangi masalah konflik IP yang sering terjadi saat banyak perangkat tersambung dalam satu jaringan.

Dalam penggunaan sehari-hari, jaringan yang stabil juga perlu didukung dengan perangkat kerja yang sesuai. Banyak bisnis saat ini membutuhkan solusi yang lebih fleksibel agar operasional tetap berjalan lancar tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.

Untuk itu, Asani hadir sebagai penyedia perangkat kerja dengan sistem sewa. Melalui layanan sewa di Asani, Anda dapat menggunakan perangkat sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk kebutuhan perusahaan.

Selain itu, Asani juga menyediakan bantuan teknis gratis oleh IT Support Asani jika terjadi kendala sehingga pekerjaan tetap berjalan dengan lancar. Ada juga fitur monitoring perangkat yang membantu Anda dalam mengelola aset IT dengan lebih mudah dan teratur.

Jika Anda membutuhkan solusi perangkat kerja yang praktis dan efisien, Asani bisa menjadi pilihan yang tepat. Manfaatkan promo terbaik yang tersedia untuk mendapatkan solusi perangkat kerja dengan biaya yang lebih efisien. 

Cek katalog atau langsung menghubungi tim Asani melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id untuk mendapatkan informasi dan minta penawaran sesuai kebutuhan Anda.

Baca juga: 6 Perbedaan DHCP dan Static pada IP, Anda Wajib Tahu! 

Share

Post comment

Product Enquiry

Promo sewa laptop HP Asani hanya Rp200.000