perbedaan dhcp dan static
2270

Dalam penggunaannya, perbedaan DHCP dan static terletak pada fungsi dan kegunaannya dalam jaringan internet.

Secara sederhana, IP static yaitu internet protocol (IP) yang dimasukkan ke sebuah server atau perangkat networking lainnya sehingga IP tidak berubah-ubah

Sedangkan, DHCP adalah internet protocol yang didapatkan oleh perangkat networking lain dari sistem dan biasanya berubah sewaktu-waktu.  

Jika dilihat dari kegunaannya, biasa DHCP dapat Anda jumpai di berbagai layanan networking, seperti Wi-Fi atau Hotspot. Sementara static mudah Anda lihat pada penggunaan oleh perusahaan-perusahaan besar dari pemerintahan.

Bila Anda ingin memahami mengenai perbedaan DHCP dan static, baik secara fungsi maupun penggunaannya, mari simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu DHCP dan IP Static?

Sebelum masuk pada perbedaan DHCP dan static, ada baiknya Anda memahami pengertian dari masing-masingnya terlebih dahulu.

Pada dasarnya, DHCP adalah protokol internet yang dimaksudkan untuk perangkat yang memang memiliki mobilitas tinggi atau tidak menetap. Sedangkan static digunakan untuk perangkat yang ‘singgah’ di suatu instansi atau layanan networking.

Lebih lanjutnya, simak ulasan lengkap mengenai pengertian DHCP dan static berikut ini.

Pengertian DHCP

Pada dasarnya Dynamic Configuration Protocol atau DHCP adalah sebuah alamat IP yang memberikan layanan secara otomatis.

Dalam penggunaannya, DHCP akan diberikan kepada perangkat yang nantinya akan meminta alamat IP, kemudian protokol internet tersebut akan menyesuaikan dengan sendirinya.

Sesuai dengan namanya, arti kata “dynamic” lebih kepada “penyesuaian diri,” sehingga dapat disimpulkan bahwa alamat IP pada DHCP sifatnya tidak menentu atau berubah-ubah dalam waktu tertentu.

Biasanya, DHCP didapatkan oleh laptop atau router dengan mobilitas tinggi, seperti perangkat Anda yang sedang terhubung pada koneksi Wi-Fi kafe.

Pengertian Static

Berbeda dengan DHCP, static adalah alamat IP yang memiliki sifat tetap/permanen dan tidak akan berubah secara otomatis; dapat dilakukan secara manual pula oleh administrator jaringan.

Static menawarkan workstation menggunakan IP statis yang menyediakan akses internet yang cenderung konsisten.

Pengalamatan IP static mengakses komponen jaringan yang diinginkan secara langsung. Berkenaan dengan hal ini, keuntungan dari static adalah memberikan delay waktu yang lebih sedikit.

Baca juga: Apa itu Server Maintenance? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat

Perbedaan DHCP dan Static

Sekarang Anda mengetahui pengertiannya, selanjutnya kita masuk ke pembahasan utama, yakni perbedaan DHCP dan static yang beragam.

Untuk itu, sejumlah perbedaan DHCP dan static adalah sebagai berikut.

1. Penetapan Alamat IP

Perbedaan DHCP dan static paling mendasar adalah bagaimana mereka menugaskan alamat IP.

Pada dasarnya, alamat IP berperan penting untuk memungkinkan perangkat Anda terhubung ke internet.

Dalam hal ini, DHCP memberikan alamat IP ke perangkat Anda secara otomatis. Dengan begitu, Anda tidak perlu melalui proses konfigurasi manual pada setiap perangkat terkoneksi yang cukup rumit.

Di sisi lainnya, static membutuhkan konfigurasi manual untuk menugaskan alamat IP kepada masing-masing perangkat pada jaringan Anda. 

IP static paling cocok digunakan untuk perangkat yang memang tidak memiliki mobilitas tinggi, misalnya server atau printer wireless.

2. Jaringan Ideal

Perbedaan DHCP dan static selanjutnya adalah berkenaan dengan jangkauan koneksi yang bisa diraih oleh kedua tipe jaringan.

DHCP praktis digunakan untuk jaringan besar, dengan perubahan perangkat terkoneksi yang dinamis. Alasannya, DHCP memberikan alamat IP otomatis, sehingga mengurangi error dan lebih mudah untuk mengatur jaringan.

Belum lagi, keuntungan DHCP lainnya adalah memudahkan Anda untuk mempersingkat waktu karena tidak perlu konfigurasi setiap perangkatnya.

Bila Anda memiliki jaringan yang relatif kecil dan sedikit perangkat terhubung, bagaimanapun, Anda bisa menggunakan IP static.

Sementara, DHCP dapat digunakan di segala ukuran jaringan, baik kecil maupun besar. Ditambah lagi, DHCP bisa mengurangi risiko bentrokan IP saat digunakan.

3. Pembaruan Alamat IP

Berikutnya, perbedaan DHCP dan static terletak juga pada pembaruan alamat IP setelah periode tertentu.

Dalam hal ini, pada IP static, alamat akan tetap sama kecuali Anda menginginkan penggantian. 

Memang memusingkan bila saat operasional perusahaan berlangsung, Anda mendapati kendala jaringan akibat pembaruan alamat IP.

Anda tidak perlu khawatir, karena pada IP static, alamat IP akan selalu sama, tergantung dengan preferensi penggunanya.

Akan tetapi, DHCP client meminta alamat IP dari DHCP server yang bersifat kontrak, sehingga hanya valid dalam jangka waktu tertentu.

Dalam hal ini, segera lakukan pembaharuan kontrak sebelum tenggat waktu supaya Anda tetap mendapat alamat IP yang serupa. 

4. Kemudahan dalam Pengaturan dan Manajemen

Perbedaan DHCP dan static yang tidak kalah penting adalah mengenai manajemen waktu dan upaya proses setup.

Jika Anda menginginkan pengaturan yang simpel, maka tidak ada salahnya memilih DHCP. Namun, Anda juga bisa memilih static dengan pengaturan awal yang lebih mudah, walaupun membutuhkan banyak waktu untuk tahapan lainnya.

Kemudian, bila memiliki jaringan yang cenderung besar dengan sejumlah perangkat, DHCP dapat menyelamatkan waktu Anda.

Walau begitu, bila Anda memiliki perangkat yang membutuhkan alamat IP permanen, misalnya printer, pilihlah static.

Baca juga: 3 Cara Setting MikroTik dari Awal dengan WinBox untuk Pemula

5. Pertimbangan Kecepatan

Pada penggunanya, IP static bekerja lebih cepat dibandingkan DHCP karena tidak bergantung pada DHCP server untuk menugaskan alamat IP. Dengan begitu, harapannya koneksi static akan bekerja secara tangkas dan mulus.

Di sisi lain, DHCP yang bergantung pada server untuk menugaskan alamat berpotensi memperlambat jaringan dan menyebabkan penundaan.

6. Pertimbangan Keamanan

DHCP mempunyai potensi keamanan lemah bila perangkat tak dikenali berhasil terhubung ke alamat IP dari DHCP server. Hal ini umum terjadinya bila DHCP server kurang terproteksi dengan baik.

Sementara, IP static cenderung memiliki kerentanan yang lebih rendah dibandingkan dengan DHCP karena melalui tahapan manual, sehingga tidak semua perangkat bisa sembarang terhubung.

DHCP punya potensi unauthorized device karena connect otomatis untuk mendapatkan alamat

Static less vulaner karena manual assignment sehingga ga sembarangan trs bisa track target

Kelebihan dan Kekurangan DHCP dan Static

Setelah mengetahui perbedaan DHCP dan static, Anda perlu mengetahui poin-poin berikutnya.

Sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut, berikut merupakan kelebihan dan kekurangan DHCP dan static.

Kelebihan dan Kekurangan DHCP

Beberapa kelebihan dari DHCP adalah sebagai berikut:

  • Tidak perlu mengatur ulang IP karena terisi secara otomatis.
  • Mencegah terjadinya masalah dan error pada alamat IP.
  • Memudahkan administrator di bagian alamat IP.
  • Alamat IP akan tercatat secara otomatis oleh server.

Sementara kekurangan dari DHCP adalah sebagai berikut:

  • IP DHCP diatur melalui DHCP server sehingga rentan terjadi masalah di dalam router saat digunakan.
  • Kerap mengalami delay atau loading saat IP berubah sewaktu waktu.

Kelebihan dan Kekurangan Static

Beberapa kelebihan dari IP static adalah sebagai berikut:

  • Mudah untuk mengingat administrator
  • Static mengisi perangkat secara manual sehingga bersifat permanen jika tidak ada perubahan.
  • Bebas menentukan IP berapa saja yang dipakai.
  • Administrator lebih mudah menentukan perangkat yang akan terhubung untuk mendukung keamanan jaringan.

Sementara kekurangan dari IP static adalah sebagai berikut:

  • Jangkauan yang lebih kecil dari DHCP.
  • Pembagian IP yang tidak benar bisa mengalami tubrukan.
  • Rawan terjadinya crash bila pengguna memasukkan IP yang keliru.

Demikian ulasan lengkap berkaitan dengan pengertian, pertimbangan, hingga perbedaan DHCP dan static.

Dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan DHCP dan static mendasar dan fungsi kegunaan yang juga berlawanan.

Bila ingin memilih alamat IP yang paling tepat untuk perangkat Anda, pertimbangkan mobilitas dan tipe jaringannya.

Bisa dikatakan, DHCP cocok untuk perangkat yang memiliki mobilitas tinggi, seperti laptop atau tablet

Di sisi lain, static bisa digunakan oleh perangkat hotel untuk mendapat koneksi internet yang lebih stabil, sementara para tamu menggunakan DHCP.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda menghubungi ahlinya untuk membantu memilih jenis network apa yang paling sesuai bagi perusahaan.

Untuk itu, Anda dapat menggunakan layanan IT Network Setup dari Asani. Layanan ini bisa menyediakan konsultasi, konfigurasi, dan pengelolaan DHCP dan static dengan handal.

Tidak hanya itu, layanan IT Network Setup juga bisa mengidentifikasi sekaligus memperbaiki masalah pada jaringan komputer perusahaan Anda bila ada.

Selain layanan tersebut, Asani juga menyediakan jasa sewa laptop atau komputer yang terbaik dan terpercaya.

Dengan mempertimbangkan Asani, Anda tidak perlu khawatir dengan kebutuhan perusahaan akan perangkat pendukung yang sesuai dengan kebutuhan dan harganya juga terjangkau.

Apakah Anda tertarik menggunakan layanan Asani? Anda bisa cek katalog atau hubungi tim Asani melalui email atau Whatsapp resmi.

Baca juga: Proses Crimping: Pengertian, Alat dan Bahan, Hingga Caranya

Post comment

Product Enquiry