
Di tengah meningkatnya cyber crime dan pembatasan akses internet, VPN menjadi salah satu teknologi yang semakin diandalkan bagi banyak orang untuk solusi perlindungan utama.
Bahkan, VPN telah menjelma sebagai kebutuhan infrastruktur krusial bagi perusahaan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh (remote work). VPN memastikan aktivitas digital kantor berjalan dengan lancar dan aman.
Tetapi, tidak semua VPN diciptakan sama. Sebelum mulai berlangganan, Anda perlu mengetahui jenis-jenis VPN yang ada. Untuk selengkapnya, simak penjelasan di artikel berikut sampai akhir.
Jenis-Jenis VPN
VPN (Virtual Private Network) merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna membuat koneksi jaringan aman dan terlindungi ketika menggunakan jaringan publik, seperti internet. VPN akan mengenkripsi lalu lintas paket data internet dan menyembunyikan alamat IP.
Melalui metode ini, pihak ketiga akan kesulitan dalam melacak aktivitas online dan mengakses atau mencuri data pengguna. VPN dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis VPN adalah sebagai berikut.
1. Remote Access VPN
Remote Access VPN adalah jenis VPN yang memungkinkan pengguna terkoneksi dengan jaringan pribadi serta mengakses ke semua layanan sekaligus sumber dayanya dari jarak jauh. Koneksi antara pengguna dengan private connection menggunakan internet via tunneling.
Alhasil, lebih aman dan private. Salah satu jenis VPN terbaik ini sering kali digunakan oleh pengguna secara pribadi maupun untuk kebutuhan bisnis. Bagi pengguna pribadi, VPN dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal, seperti:
- Mengakses website yang diblokir.
- Melewati batasan regional di internet.
- Meningkatkan sistem keamanan jaringan beserta privasi internet.
Untuk bisnis, VPN bisa dimanfaatkan oleh karyawan yang sedang berada di luar kantor agar terhubung ke jaringan pribadi perusahaan dan mengakses berkas sekaligus sumber daya dari jarak jauh di private network.
2. Site to Site VPN
Site to Site VPN termasuk jenis VPN yang aman digunakan di perusahaan besar. Biasanya, entitas atau organisasi dengan kantor cabang di lokasi yang berbeda menggunakan jenis VPN ini untuk menghubungkan jaringan lokasi kantor satu ke lainnya.
Sebutan lain dari Site to Site VPN adalah Router-to-Router VPN. Umumnya, dibagi menjadi dua yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan, yaitu:
- Intranet-based VPN: Untuk menghubungkan jaringan antarcabang dalam satu perusahaan yang sama
- Extranet-based VPN: Untuk menghubungkan jaringan perusahaan dengan mitra bisnis eksternal (dari perusahaan yang berbeda).
3. Cloud VPN
Jenis VPN ini berbasis layanan cloud sehingga tidak membutuhkan infrastruktur fisik tambahan. Cloud VPN termasuk jenis VPN yang aman digunakan oleh perusahaan dengan sistem kerja remote dan mengadopsi cloud computing.
Sebab, mudah diintegrasikan dengan sistem cloud perusahaan, hemat biaya infrastruktur, fleksibel, serta mudah diakses dari mana saja. Akses ke sistem maupun aplikasi berbasis cloud pun terjamin keamanannya.
Jika perusahaan Anda ingin mendapatkan keamanan yang menyeluruh, cobalah pertimbangkan untuk mengintegrasi koneksi dengan solusi Endpoint Security dari Asani. Perlindungan ini mampu mendeteksi virus, malware, hingga serangan siber lainnya.
Baca juga: Cyber Security: Pengertian, Konsep, Jenis, dan Cara Kerjanya
4. MPLS VPN
MLPS (Multi-Protocol Label Switching) VPN adalah jenis tingkat lanjut yang tidak menggunakan internet publik, melainkan jaringan pribadi penyedia layanan. MPLS VPN umum digunakan oleh perusahaan besar karena memberikan performa jaringan tinggi.
Selain itu, kecepatan dan stabilitasnya dinilai sangat baik, terlebih untuk aplikasi bisnis kritis, seperti sistem ERP. Latensinya pun rendah. Jadi, sangat pas untuk perusahaan dengan keperluan komunikasi secara intensif antarcabang.
5. Mobile VPN
Jenis VPN ini dirancang secara khusus untuk perangkat bergerak atau yang bisa dibawa ke mana pun, seperti tablet dan smartphone. Mobile VPN dapat menjamin koneksi tetap aman walaupun pengguna berpindah jaringan Misalnya, dari Wi-Fi ke data seluler sehingga cocok untuk traveler, pekerja lapangan, atau siapa saja yang kerap berpindah lokasi.
6. Personal VPN
Selain remote access, pengguna individu pun bisa menggunakan personal VPN saat mengakses internet. Salah satu jenis VPN terbaik ini ideal untuk pemakaian sehari-hari, misalnya streaming konten dari luar negeri. Beberapa fungsi utama jenis VPN ini, antara lain:
- Memberikan jaminan keamanan ketika menggunakan Wi-Fi publik.
- Menyembunyikan alamat IP pengguna.
- Mengakses website atau aplikasi yang diblokir berdasarkan lokasi.
- Mencegah pelacakan pada aktivitas digital.
Protokol yang Sering Digunakan
Setelah mengetahui jenis-jenis VPN, Anda pun perlu memahami protokol apa saja yang sering digunakan di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. IPSec
IPSec (Internet Protocol Security) berguna untuk mengamankan komunikasi internet lewat jaringan IP dengan memverifikasi sesi serta mengenkripsi setiap paket data selama koneksi.
Cara kerja dari mode transport ini akan mengenkripsi pesan dalam paket data. Sementara itu, mode tunneling mengenkripsi seluruh paket data. Protokol ini pun bisa digunakan dengan protokol keamanan lainnya untuk mengoptimalkan sistem keamanan.
2. SSL VPN
SSL (Secure Sockets Layer) VPN merupakan VPN yang dibuat dengan protokol SSL untuk membuat koneksi aman serta terenkripsi lewat jaringan kurang aman, seperti internet. Umumnya, protokol VPN ni digunakan pada situs belanja online bersama TLS.
Tujuannya adalah untuk mengamankan data pengguna serta informasi sensitif lainnya. Koneksi SSL mempunyai “https” di awal url dan bukan “http”.
Baca juga: Keamanan Jaringan Komputer – Pengertian dan Alasan Melindungi
3. PPTP VPN
PPTP (Point-to-Point Tunnel Protocol) bisa digunakan oleh pengguna jarak jauh untuk menghubungkan ke jaringan VPN dengan koneksi internet yang ada. Pengguna harus menggunakan password yang sudah valid ketika hendak memakainya.
Protokol VPN ini termasuk ideal digunakan untuk kebutuhan bisnis. Namun, perusahaan Anda tetap perlu membekali tim dengan perangkat keras yang mempunyai sistem pertahanan lebih kuat. Untuk mengoptimalkan infrastruktur IT, segera ajukan penawaran ke Asani.
4. OpenVPN
Sesuai namanya, protokol VPN ini bersifat open source. Jadi, dapat digunakan untuk membuat koneksi Site-to-Site dan Point-to-Point. OpenVPN menggunakan protokol keamanan tradisional berdasarkan protokol SSL dan TSL.
5. L2TP VPN
L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) menghasilkan tunnel antara dua titik koneksi. Protokol VPN ini sering kali dipadukan dengan IPSec untuk membuat koneksi VPN yang dinilai sangat aman. Sebab, bisa melakukan enkripsi data dan memelihara komunikasi yang aman antara tunnel.
Itulah pemaparan informasi mengenai jenis-jenis VPN beserta protokolnya yang sering digunakan di Indonesia. Memilih VPN tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus memperhatikan keperluan privasi sekaligus aktivitas digital.
Dalam bisnis, hal ini penting dipahami demi melindungi aset digital perusahaan. Untuk keamanan yang maksimal, perusahaan membutuhkan dukungan perangkat keras sekaligus sistem proteksi mumpuni.
Tidak perlu bingung, perusahaan Anda bisa mendapatkan keduanya melalui layanan sewa di Asani. Di Asani, tersedia laptop atau perangkat IT yang berkualitas dengan pelayanan optimal, seperti IT support selama masa sewa dan perlindungan asuransi perangkat.
Bahkan, terdapat akses gratis ke dashboard asset management MyAsani dan layanan tambahan berbayar Endpoint Security dengan pemantauan sekaligus inspeksi secara berkelanjutan. Jadi, yuk ajukan penawaran melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id.
Jika ingin penawaran yang lebih terjangkau, Asani menyediakan promo terbaik untuk dimanfaatkan. Tunggu apa lagi? Cek katalog dan dapatkan layanan sewa laptop profesional di Asani sekarang!
Baca juga: Cara Enkripsi File di Windows dan Mac untuk Keamanan Data
