Metaverse
TeknologiDiposting: 16 February 2023 | Diperbarui: 5 March 2025
10

Tahukah Anda tentang metaverse? Di tahun 2021, CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan ambisi untuk memulai membangun metaverse setelah melejit dengan aplikasi-aplikasi yang ia luncurkan, salah satunya Facebook. Bahkan, Facebook telah menjadi salah satu aplikasi yang wajib ada di laptop

Metaverse adalah konvergensi ruang fisik dan virtual yang diakses melalui komputer dan didukung oleh teknologi imersif seperti realitas virtual, realitas tertambah, dan realitas campuran. Ingin tahu selebihnya tentang metaverse? Simak penjelasannya berikut ini.

Sejarah Awal Metaverse

Istilah metaverse pertama kali diciptakan oleh Neal Stephenson di dalam novel Snow Crash tahun 1992 yang merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar manusia sungguhan. 

Banyak fiksi ilmiah lain menyertakan sistem mirip Metaverse, bahkan sebelum adanya Snow Crash, tetapi buku Stephenson tetap menjadi salah satu referensi paling umum bagi para penggemar metaverse, bersama dengan novel Ready Player One karya Ernest Cline di tahun 2011.

Mengenal Metaverse Besutan Mark Zuckerberg

Secara teori, metaverse adalah tempat di mana orang bisa nongkrong bersama di ruang virtual reality. Penjelasan Facebook mengenai Metaverse pun tidak jauh berbeda yaitu seperangkat ruang virtual tempat Anda dapat membuat dan menjelajahi dengan orang lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama dengan Anda. 

Pihak Facebook juga menyatakan bahwa Metaverse bukanlah produk tunggal yang dapat dibangun oleh satu perusahaan sendiri. Tokoh industri teknologi sering mengatakan bahwa mereka hanya membangun satu bagian dari dunia metaverse yang saling berhubungan, mirip dengan jaringan sosial individu di internet saat ini. Metaverse juga akan tetap ada meski Facebook tidak ada.

Tahun 2022 bisa menjadi tahun di mana tiap perusahaan berlomba untuk mengeluarkan operating system atau perangkat untuk dunia metaverse mereka. Namun, dalam pembicaraan saat ini, metaverse bukanlah sebuah hal yang pasti. 

Dalam istilah sekarang, Metaverse adalah istilah untuk dunia digital masa depan yang membuat manusia merasa lebih terhubung secara nyata dengan kehidupan dan tubuh yang sebenarnya. Tidak ada teknologi spesifik untuk menjelaskan metaverse.

Bayangkan metaverse sebagai taman bermain online di mana manusia bisa berkumpul dengan teman untuk nongkrong melakukan hal bersama seperti menonton, bermain game, maupun membeli barang. Memang hal itu terlihat mirip dengan internet. Namun, Metaverse adalah versi upgrade dari internet yang sehingga manusia memiliki pengalaman berbeda.

Metaverse akan membuat Anda merasa terlibat secara fisik jadi akan terasa lebih nyata daripada hanya sekadar berkumpul di Zoom atau Google Meet.

Baca juga: 5 Platform NFT Marketplace untuk Menjual dan Membeli NFT

Apa Saja Kriteria yang Harus Ada di Metaverse?

Suatu platform digital dianggap menggambarkan metaverse jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Fitur yang tumpang tindih dengan layanan web atau aktivitas dunia nyata.
  • Real time grafis 3D dan avatar yang dapat dipersonalisasi.
  • Mendukung pengguna membuat item dan lingkungan virtual mereka sendiri.
  • Berbagai interaksi sosial antar manusia yang tidak kompetitif dan berorientasi pada tujuan daripada permainan biasa.
  • Ada di luar sistem ekonomi sehingga orang dapat mengambil untung dari barang virtual.
  • Desain yang tampaknya sangat cocok untuk headset virtual dan augmented reality.

Apakah NFT Bagian dari Metaverse?

Pertanyaan yang sering muncul di tengah viralnya metaverse adalah, apakah NFT bagian dari metaverse? Jika Anda membeli barang virtual di Metaverse Platform A, NFT memungkinkan Anda untuk menukarkan barang yang sama di Metaverse Platform lain. 

Hal itu bisa terjadi karena NFT bisa membuat tanda terima secara permanen dan merekam histori pemilik barang virtual. Jadi, NFT bisa digunakan untuk membuat dan mentransfer barang virtual di metaverse.

Artinya, NFT adalah alat keuangan yang berguna untuk metaverse. Saat ini sudah ada perusahaan yang menjual 3D avatar dalam bentuk NFT yang bisa digunakan di berbagai dunia virtual.

Beberapa orang yang memiliki keterbatasan seperti internet lemot mungkin akan merasa dunia virtual ini sangat merepotkan. Masih banyak hal lain yang perlu dikaji dalam metaverse termasuk aksesibilitas.

Bagi orang yang suka dengan teknologi, pasti tertarik dengan metaverse dan NFT. Sebagian orang bahkan membeli NFT untuk investasi masa depan. Namun, Anda harus siap mengambil risiko dalam jual-beli NFT. Harga NFT mungkin bisa naik terus, tapi juga bisa turun jika tidak ada peminatnya.

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan dalam Investasi NFT

Apakah Metaverse Sudah “Mati”?

Semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin maju, termasuk pula kecerdasan buatan. Saat ini, berbagai macam perangkat mulai menggunakan kecerdasan buatan sebagai salah satu fiturnya. 

Bahkan, di tahun 2022, ChatGPT muncul dan mencuri perhatian masyarakat dunia. Saat inilah metaverse mulai “gonjang-ganjing”. Metaverse dicatatkan mengalami kerugian hingga 13,7 miliar dollar pada Reality Labs secara keseluruhan pada tahun 2022. 

Di tahun 2023, kerugian Reality Labs milik Meta semakin mencuat hingga 16,1 miliar dollar. Meski begitu, apakah ini akhir dari metaverse? Sebenarnya, teknologi metaverse masih dibutuhkan untuk bisnis. 

Komponen yang dimiliki metaverse semakin menarik perhatian karena peningkatan-peningkatan yang mereka buat, khususnya untuk VR dan AR yang kini sudah didukung kecerdasan buatan. Tentunya, ini bisa menjadi babak baru dalam pengembangan teknologi yang lebih menarik dan efisien.

Banyak bisnis yang kini menggunakan VR atau virtual reality untuk melatih karyawannya dan mengimplementasikan AR atau augmented reality untuk menunjang kinerja karyawan.  Dalam e-commerce, pelanggan menginginkan produk virtual yang “kembali ke dunia fisik.”

Di tahun 2025, pasar metaverse diprediksi mencapai 103,6 miliar dollar dan diharapkan bisa mencapai 507,8 miliar dolar di tahun 2030. Jadi, metaverse mungkin belum “mati” dan masih menunjukkan perkembangan yang signifikan di pasaran. 

Demikian informasi tentang metaverse yang bisa Anda pelajari. Kehadiran metaverse di dunia teknologi membuka gerbang pemanfaatan VR dan AR untuk berbagai macam tujuan, salah satunya bisnis.

Kehadiran kecerdasan buatan serta VR dapat menunjang kinerja karyawan agar semakin efisien. Tidak hanya teknologi kecerdasan buatan, perusahaan Anda tentunya membutuhkan perangkat yang mendukung performa pekerja. Terkait hal ini, Asani dapat menjadi solusi.

Anda bisa mengunjungi katalog sewa Asani untuk menemukan laptop dengan spesifikasi yang Anda butuhkan dan memilih durasi sewa yang sesuai dengan kebutuhan. Asani juga melayani konsultasi IT untuk perangkat IT di perusahaan Anda.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami lewat WhatsApp atau mengirim email ke cs@asani.co.id. Dengan Asani, pastikan perangkat Anda selalu siap dan mendukung produktivitas Anda!

Baca juga: Cara Membuat dan Menjual NFT Art

Post comment

Product Enquiry

Promo Hemax 2025