metode agile adalah
5050

Metode agile adalah salah satu cara pengembangan perangkat lunak yang semakin populer saat ini.

Popularitasnya terus meningkat karena mampu membantu pengembang menciptakan perangkat lunak secara efisien dan sesuai kebutuhan konsumen.

Agile juga dianggap lebih fleksibel karena memungkinkan perubahan ketika proses pengembangan software sedang berlangsung.

Selain itu, dengan menerapkan prinsip metode agile dengan bijak, maka perusahaan dapat meningkatkan peluang kesuksesan dan mempermudah dalam melakukan ekspansi bisnis.

Lalu sebenarnya, apa yang dimaksud dengan metode agile? Dan, bagaimana cara penerapannya? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak selengkapnya di artikel berikut!

Apa itu Metode Agile?

Metode agile adalah rangkaian pendekatan pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara berulang dan bertahap sesuai kebutuhan.

Metode ini populer karena dianggap fleksibel, efisien, dan mudah beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi selama proses pengembangan software.

Dalam metode agile, terdapat konsep iterasi, yaitu periode pengembangan yang memiliki durasi yang bervariasi.

Durasinya tergantung pada tugas dan metode yang digunakan, tetapi biasanya berlangsung selama 1–4 minggu.

Salah satu keunggulan utama metode agile adalah kemampuannya dalam beradaptasi dengan cepat dengan kebutuhan pasar dan user, menjadikannya relevan dan up to date.

Selain itu, Agile sendiri muncul sebagai alternatif untuk metode Waterfall yang cenderung linear dan sulit diubah saat pengembangan berjalan.

Prinsip Metode Agile

Pengembangan software menggunakan metode agile memiliki 12 prinsip utama yang dikenal sebagai Agile Manifesto.

Adapun 12 prinsip utama dari metode agile adalah sebagai berikut.

  • Menciptakan lingkungan yang memotivasi tim untuk menyelesaikan proyek secara efisien.
  • Fokus pada kepuasan pelanggan dan menjadikannya prioritas utama.
  • Sumber daya harus dimaksimalkan dengan pendekatan yang sederhana.
  • Keunggulan teknis menjadi keunggulan utama dalam metode agile.
  • Komunikasi langsung adalah kunci dalam pengembangan perangkat lunak.
  • Produksi perangkat lunak dalam jangka waktu pendek (14-60 hari), namun, kualitasnya tetap teruji.
  • Kolaborasi antara pengembang dan pemangku kepentingan selama proyek berjalan.
  • Kemajuan proyek diukur melalui kemampuan perangkat lunak berfungsi sesuai harapan.
  • Refleksi dan evaluasi berkala digunakan untuk meningkatkan efektivitas pola kerja tim pengembang.
  • Manajemen tim pengembang berpengaruh signifikan pada arsitektur dan perangkat lunak.
  • Pengembangan berkelanjutan bisa berlangsung jika mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk developer, sponsor, dan user. 
  • Selalu menerima perubahan dalam proses pengembangan.

Tahapan Metode Agile

Metode agile adalah rangkaian pengembangan perangkat lunak yang berbeda dengan pendekatan tradisional seperti waterfall. 

Dalam, waterfall, proyek dilaksanakan dengan perencanaan yang detail, langkah-langkahnya bersifat linear, dan tahapannya diikuti satu per satu. 

Sementara itu, metode agile mengikuti serangkaian tahapan yang lebih fleksibel dan adaptif seperti berikut ini:

1. Konsep

Pada tahap awal ini, developer akan berdiskusi dengan pemilik produk tentang ruang lingkup proyek.

Metode agile memberikan fleksibilitas untuk tidak terlalu terikat pada konsep awal karena ada kemungkinan terjadi perubahan seiring berjalannya proyek.

2. Lahir (Inception)

Proyek akan dimulai dengan pembentukan tim terbaik untuk menyelesaikannya dengan memberikan masukan guna menyempurnakan konsep sebelumnya.

3. Pengulangan (Iteration)

Tujuan dari tahap ini adalah mencapai kepuasan pelanggan dan pengguna dengan terus menyempurnakan fitur dan fungsi dari software. 

Tim developer akan mendapatkan umpan balik dari klien kemudian diikuti dengan perbaikan, feedback lebih lanjut, dan seterusnya.

4. Peluncuran (Release)

Pada tahap ini, tim akan memastikan software bebas dari cacat atau bug yang merugikan pengguna.

Baca juga: Sistem ERP: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, Hingga Contohnya

5. Pemeliharaan (Maintenance)

Proyek yang sudah diluncurkan masih memerlukan pemeliharaan, dalam hal ini, tim akan memantau kinerja produk.

Hal yang dilakukan adalah seperti menangani potensi munculnya bug baru, dan menawarkan penyegaran produk sesuai dengan kebutuhan pengguna.

6. Pensiun (Retired)

Software bisa berhenti beroperasi karena munculnya perangkat lunak baru yang lebih canggih.

Ketika ini terjadi tim developer harus memberi informasi kepada user untuk menemukan solusi baru. 

Contoh Metode Agile

Agile memanfaatkan berbagai metode pengembangan yang berbeda untuk mencapai tujuannya.

Adapun penjelasan lengkap mengenai contoh-contoh metode agile adalah sebagai berikut.

1. Kanban

Kanban adalah metode agile yang memanfaatkan visualisasi dalam prosesnya untuk memungkinkan pemantauan aktivitas dengan mudah.

Dalam metode kanban, visualisasi ini dikenal sebagai kanban board, yang umumnya terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  • To Do – Aktivitas yang harus dikerjakan.
  • In Progress – Aktivitas yang sedang dikerjakan.
  • Done – Aktivitas yang telah selesai.

2. Scrum 

Scrum adalah metode agile yang terfokus pada pengembangan perangkat lunak kompleks dan prosesnya dibagi menjadi serangkain iterasi kecil yang disebut “sprints”.

Pada setiap sprints memiliki fokus khusus, seperti menambahkan fitur seperti pengisian saldo dalam aplikasi dompet digital.

Agar scrum scrum dapat berjalan dengan baik, setiap anggota tim memiliki peran penting antara lain:

1. Product Owner  

Bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai bisnis produk dan memastikan bahwa daftar fitur telah dirancang dengan baik.

2. Scrum Master 

Seorang master bertugas memfasilitasi dan memastikan bahwa tim memahami proses scrum.

3. Development Team

Tim yang terdiri dari berbagai anggota yang memiliki keterampilan berbeda dan bekerja sama dalam proyek, seperti programmer, desainer, penulis, dan lainnya.

3. Crystal Methodology

Crystal methodology memiliki tujuan untuk mencapai pengembagan yang lebih optimal dan efisien, dengan menyesuaikan pendekatan dengan kondisi tim.

Prinsip-prinsip utamanya meliputi pengiriman yang rutin, perbaikan reflektif, komunikasi efektif, keamanan pribadi, fokus pada pekerjaan, akses mudah dan penggunaan alat teknis.

4. Scaled Agile Framework (SAFe)

Scaled agile framework (SAFe) sering digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki struktur divisi dan tim kompleks.

SAFe membantu mengatasi hambatan kerjasama antar divisi dan mempercepat pengambilan keputusan dalam proyek.

5. Feature Driven Development (FDD)

Feature driven development adalah metode agile yang fokus pada penyelesaian satu fitur pada setiap iterasinya.

Dalam metode ini, Anda harus menyusun daftar yang ingin dimasukkan sebelum memulai pengembangan.

Setiap iterasi dalam FDD berlangsung selama 2-10 hari, lebih singkat dibandingkan dengan metode scrum.

Ada lima langkah kunci dalam menerapkan FDD, antara lain:

  • Membangun model dasar.
  • Menulis daftar fitur.
  • Merencanakan pengembangan setiap fitur.
  • Mendesain fitur.
  • Membangun fitur sesuai rencana.

Baca juga: Apa Itu CRM? Simak Pengertian, Tujuan, Fungsi, & Strateginya

6. Extreme Programming

Extreme programming (XP) adalah metode agile yang terfokus pada aspek teknis pengembagan untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak.

Proses XP melibatkan perencanaan, desain, pengkodean, pengujian, dan mendengarkan feedback dari konsumen.

7. Lean Software Framework (LSD)

Lean software development adalah metode agile yang fokus pada pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan sumber daya secara efisien.

Cara melakukannya adalah dengan merilis produk awal yang disebut Minimum Viable Product (MVP).

MVP terus berkembang berdasarkan feedback konsumen, sehingga tidak ada penggunaan sumber daya yang tak perlu.

Metode ini sangat relevan untuk bisnis baru atau startup yang memiliki sumber daya terbatas.

8. Dynamic Systems Development Method (DSDM) 

Dynamic systems development method adalah metode agile yang menekankan keterlibatan penuh dari tim.

Prinsip utamanya adalah menciptakan software yang memberikan manfaat nyata kepada bisnis.

Metode agile ini mencakup delapan prinsip, antara lain:

  • Fokus bisnis.
  • Penyelesaian tepat waktu.
  • Kolaborasi.
  • Kualitas.
  • Pondasi kuat.
  • Pengembangan bertahap.
  • Komunikasi jelas.
  • Kepemimpinan transparan.

Tujuan Metode Agile

Meskipun sudah ada berbagai metode pengembangan perangkat lunak lainnya. Namun, secara umum, ada beberapa tujuan dari diciptakannya metode agile.

Adapun tujuan dari diciptakannya metode agile adalah sebagai berikut.

1. High Quality Production

Walaupun menggunakan biaya sehemat dan seminimal mungkin, namun produk perangkat lunak yang dihasilkan tetap tinggi.

2. High Value and Working App System

Tujuan selanjutnya dari metode agile adalah menciptakan perangkat lunak yang memiliki nilai tinggi dan dapat berfungsi dengan biaya pengembangan seminimal mungkin.

3. Flexible and Risk Management

Proses pengembangan perangkat lunak dirancang dengan kemampuan adaptasi yang kuat untuk menghadapi perubahan, sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan.

4. Self Organising, Self Managing Teams

Dalam hal ini, tujuan dari metode agile adalah memberikan akses kepada developer untuk mengatur proses pengembangan secara mandiri.

Peran manajer dalam tujuan ini adalah sebagai perantara antara pengembeng dan klien, dengan tujuan mengurangi kemungkinan terjadi kesalahan komunikasi.

5. Iterative, Incremental, Evolutionary

Dalam hal ini, tujuan metode agile adalah memungkinkan penyesuaian di tengah proses pengerjaan software sesuai kebutuhan klien.

6. Cost Control and Value Driven Development

Proses pengembangan perangkat lunak dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna atau klien.

Selain itu, pengembang juga memiliki kendali atas biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengembangkan software sesuai dengan kebutuhan.

7. Collaboration

Tujuan terakhir dari metode agile adalah kerja sama tim pengembang untuk membahas perkembangan proyek serta perlu adanya koordinasi yang efektif antar seluruh anggota.

Baca juga: Apa itu Server Maintenance? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat

Kelebihan dan Kekurangan Metode Agile

Setiap metode pengembangan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Lebih lanjut, berikut penjelasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurang dari metode agile.

Kelebihan Metode Agile

Adapun beberapa kelebihan dari penerapan metode agile adalah sebagai berikut.

  • Metode agile memungkinkan peningkatan kualitas perangkat lunak dengan mudah berdasarkan feedback dari pengguna.
  • Melalui metode agile dapat meningkatkan kepuasan konsumen dengan menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka melalui umpan balik.
  • Metode agile adalah memungkinkan untuk melakukan penyesuaian dengan cepat berdasarkan feedback dari pengguna pada setiap prosesnya. 
  • Metode agile bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak yang responsif terhadap kebutuhan konsumen.
  • Metode agile dapat membuat proses pengembangan menjadi cepat, hemat waktu, dan lebih efisien.

Kekurangan Metode Agile

Meskipun metode agile memiliki beberapa kelebihan, namun ada beberapa kekurangannya yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Dokumentasi yang tersedia dalam metode agile sering kali disediakan dalam bentuk yang kurang lengkap.
  • Metode agile sangat minim perencanaan, sehingga dapat membuat tim kesulitan menggambarkan bentuk akhir dari software yang dikerjakan.
  • Penambahan fitur baru yang terus-menerus bisa membuat software menjadi lebih kompleks, dan saat kebutuhan konsumen berubah, menentukan bentuk akhirnya akan menjadi sulit.
  • Dalam menjalankan metode agile seluruh anggota tim harus memiliki komitmen yang tinggi dalam proses pengembangannya.

Demikian penjelasan mengenai metode agile beserta pengertian, prinsip, dan metode-metodenya.

Ketika ingin melakukan metode agile penting untuk memastikan bahwa perusahaan Anda memiliki perangkat komputer yang mumpuni. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan layanan dari Asani.

Asani adalah mitra yang dapat diandalkan dalam urusan menyewa laptop dan perangkat komputer yang sesuai kebutuhan kantor. .

Selain itu, Asani juga menawarkan berbagai merek dan spesifikasi perangkat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Jika masih bingung dalam memilih perangkat yang sesuai, jangan khawatir karena Asani menyediakan jasa konsultasi gratis untuk membantu mengatasi masalah Anda.

Jadi, yuk langsung kunjungi katalog Asani dan ajukan penawaran sekarang juga!

Baca juga: 14 Aplikasi Absensi Karyawan untuk Perusahaan, Fitur Lengkap!

Post comment

Product Enquiry