Perbedaan NFT dan Kripto
TeknologiDiposting: 16 February 2023 | Diperbarui: 14 March 2025
30

Kemunculan NFT di Indonesia banyak mendapat perhatian dan minat masyarakat. NFT adalah non-fungible token. Non-fungible berarti unik dan tidak bisa digantikan dengan hal lain. NFT sudah ada sejak tahun 2014, tetapi mulai populer pada November 2017. 

Di tahun 2021, popularitas NFT pun kembali melejit, bahkan sudah digadang-gadang untuk investasi NFT. Artikel ini membahas seluk-beluk NFT yang perlu Anda ketahui. Jadi, simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu NFT?

NFT atau non-fungible token adalah aset kriptografis unik yang dirancang untuk membuat kepemilikan autentik atas sebuah aset digital. NFT kerap digunakan pada musik, film, kartun, foto, dan lain sebagainya. 

NFT menyediakan record aman yang dibubuhkan pada aset dan disimpan pada blockchain. Konsep NFT bertolak belakang dengan konsep saham dan instrumen investasi lainnya karena tidak dapat digantikan dan tetap unik. Secara umum, konsep NFT sama seperti barang koleksi yang langka atau rare item.

Baca juga:  7 Penyebab Laptop Mati Total, Ini Cara Mudah Mengatasinya!

Bagaimana NFT Bekerja?

Transaksi NFT tercatat di blockchain yang berfungsi sebagai buku besar terdesentralisasi yang mengautentikasi NFT secara publik. Blockchain menggunakan tanda tangan digital yang menunjukkan keaslian kepemilikan aset. 

Pembeli NFT tidak memiliki karya seni fisiknya, tetapi memiliki versi digitalnya yang sudah memiliki sertifikat keaslian. Pembeli juga tidak memiliki hak cipta dari karya seni tersebut. 

Karena unik, NFT berbeda dengan bitcoin dan cryptocurrency lainnya, bahkan saham dan emas batangan yang juga memiliki nilai. 1 rupiah dapat ditukarkan dengan bitcoin atau nilai lain, tetapi NFT tidak memiliki konsep seperti itu. 

Komponen utama NFT adalah token yang tidak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil layaknya uang Rp10.000 yang bisa dipecah menjadi dua lembar Rp5.000. 

Meski begitu, kepemilikan fraksional NFT baru-baru ini diperkenalkan oleh beberapa platform, seperti Fractional. Kepemilikan fraksional memungkinkan NFT dibagi menjadi NFT yang lebih kecil, yang dapat dijual ke banyak pembeli.

Lebih lanjut, NFT tidak dapat diubah setelah dikodekan menggunakan teknologi blockchain. Orisinalitas dan keabsahan item divalidasi melalui blockchain tempat item tersebut disimpan.

Mengapa NFT Penting?

NFT memudahkan masyarakat dalam menjual dan membeli aset digital. NFT juga memudahkan artis atau pegiat karya seni untuk menampangkan keterampilannya di dunia digital sembari mendapatkan nilai lebih dengan penjualan aset yang mereka buat. 

Dengan NFT, investor ritel dapat menginvestasikan pada aset-aset yang memiliki koneksi personal sekaligus memiliki nilai utilitas dan finansial tertentu. Pembeli NFT tentunya berharap bahwa token yang mereka miliki mengalami kenaikan nilai seiring berjalannya waktu sehingga memberikan keuntungan yang signifikan. 

Perbedaan NFT dengan Cryptocurrency?

NFT adalah bagian dari blockchain Ethereum. Ethereum adalah mata uang kripto seperti bitcoin atau dogecoin, tetapi blockchain yang mendukung NFT menyimpan informasi tambahan yang membuatnya berbeda dengan koin ETH.

Uang fisik dan mata uang kripto adalah aset sepadan, artinya dua hal itu dapat diperdagangkan atau memiliki nilai tukar yang sama. Sebagai contoh, jika Anda menukar bitcoin, Anda akan mendapatkan hal yang sama, yaitu bitcoin pula. 

Sementara itu, satu aset digital NFT tidak sama dengan aset digital NFT lain hanya karena keduanya NFT. Maka dari itu, NFT disebut non-fungible dan unik di setiap asetnya. Tiap NFT unik, tidak mungkin sama dan tidak dapat dipertukarkan.

Apa Saja yang Bisa Dibeli di Pasar NFT?

NFT dibuat dari objek digital yang mewakili barang berwujud dan tidak berwujud. Apa pun yang berbentuk digital mulai dari gambar, musik, in-game item, atau apa pun yang berbentuk digital. Adapun hal-hal yang bisa Anda beli di pasar NFT adalah sebagai berikut:

  • Gambar
  • GIF
  • Video dan sorotan olahraga
  • Koleksi
  • Avatar virtual dan skin video game
  • Sepatu desainer
  • Musik

NFT didesain untuk memberikan sesuatu yang tidak bisa disalin kepemilikannya. Pembeli NFT mendapatkan hak kepemilikan eksklusif. Kalau diterjemahkan sebagai koleksi karya fisik. Siapa pun bisa beli hasil cetak karya seni, tetapi hanya satu orang bisa memiliki karya aslinya.

NFT hanya dapat memiliki satu pemilik dalam satu waktu. Data unik NFT memudahkan verifikasi kepemilikan dan transfer token antar pemilik. Pemilik atau pencipta juga dapat menyimpan informasi tertentu di dalamnya. Misalnya, seniman dapat menandatangani karya dengan memasukkan tanda tangan mereka dalam metadata NFT.

Baca juga: Waspada! Jangan Sampai Kena Tipu dari NFT 

Apa Manfaat NFT?

NFT memberikan sejumlah manfaat bagi artis dan pembeli. Untuk artis, NFT adalah sebuah jalan untuk menjual karya yang kemungkinan tidak diminati pasar. Jika Anda memiliki digital art yang sangat keren, Anda tidak mungkin menjualnya di tempat biasa.

NFT juga memiliki fitur yang bisa diaktifkan sehingga Anda bisa dibayar sejumlah persentase tertentu setiap kali NFT dijual atau berpindah tangan. Jika pekerjaan Anda sangat populer dan bernilai tinggi, Anda akan mendapatkan manfaat juga.

Kemudian, bagi pembeli, Anda bisa mendukung kreator secara penuh. Anda bisa mendapat hak penggunaan dasar pada NFT yang Anda beli seperti posting gambar secara online atau menggunakannya sebagai profile picture. Selain itu, Anda juga bisa memamerkan pada dunia bahwa Anda memiliki karya dengan blockchain yang mendukungnya.

Sama seperti karya spekulatif lainnya, NFT juga bisa dikatakan demikian. Anda bisa berharap bahwa suatu hari nilainya akan terus naik sehingga Anda bisa mendapat keuntungan ketika menjualnya.

Bagaimana Cara Membeli NFT?

Pertama, Anda harus memiliki dompet digital yang memungkinkan Anda menyimpan NFT dan mata uang kripto. Kemudian, Anda mungkin perlu membeli beberapa mata uang kripto, seperti ETH (Ethereum), atau tergantung pada mata uang apa yang diterima oleh penyedia NFT Anda.

Anda dapat membeli kripto menggunakan kartu kredit di platform seperti Coinbase, Kraken, eToro dan PayPal. Anda kemudian dapat memindahkannya dari bursa ke dompet pilihan Anda.

Perlu diingat, sebagian besar bursa membebankan setidaknya beberapa persentase dari transaksi Anda saat Anda membeli kripto.

Haruskah Membeli NFT?

Investasi di NFT adalah pilihan personal. Jika Anda memiliki uang untuk dibelanjakan, investasi NFT bisa menjadi pilihan. Membeli NFT mungkin bisa dipertimbangkan terlebih jika sebuah karya itu bernilai.

Namun, hal yang perlu diingat adalah nilai NFT bergantung pada seberapa besar orang ingin membayarnya. Maka dari itu, jumlah permintaan akan lebih meningkatkan nilai harga daripada faktor fundamental, teknikal, maupun ekonomi yang biasa mendasari harga saham atau apa pun yang mendasari permintaan investor.

Artinya, sebuah NFT bisa saja dijual kembali dengan harga yang lebih murah daripada saat membeli. Mungkin juga tidak bisa dijual kembali karena tidak ada yang menginginkannya.

Sebelum memulai terjun ke dunia investasi NFT, sebaiknya Anda melakukan banyak riset untuk memahami risiko dan hal-hal lain mengenai NFT.

Investasi lain yang dapat Anda lakukan adalah investasi perangkat IT karyawan di perusahaan. Dengan perangkat yang sesuai, karyawan dapat bekerja maksimal hingga meningkatkan pendapatan perusahaan. Jika Anda membutuhkan laptop dan perangkat IT untuk perusahaan, Asani dapat menjadi solusinya!

Asani menyediakan layanan penyewaan berbagai perangkat elektronik lengkap mulai dari laptop, komputer, peralatan rapat, dan lain sebagainya yang bisa Anda cek di katalog Asani.

Selain itu, Asani juga menawarkan layanan pengelolaan aset perusahaan hanya di aplikasi MyAsani. Anda juga dapat melakukan konsultasi gratis mengenai masalah pengadaan perangkat IT di perusahaan Anda.

Yuk, daftar MyAsani sekarang juga dan ajukan penawaran melalui WhatsApp maupun email ke cs@asani.co.id agar produktivitas bisnis Anda makin maksimal!

Baca juga:  12 Cara Mengatasi Touchpad Laptop Tidak Berfungsi, Mudah!

Post comment

Product Enquiry

Promo Hemax 2025