ransomware adalah
6710

Ransomware adalah salah satu jenis cybercrime yang bisa menjadi ancaman serius bagi perusahaan, individu, serta lembaga di seluruh dunia. 

Bagaimana mungkin? Sebab, begitu perangkat terkena ransomware, seorang hacker akan mengambil data-data penting dan mengharuskan pemiliknya untuk membayar sejumlah tebusan (ransom).

Ransomware bisa berakibat kerusakan pada pada perangkat, jaringan, serta server pada komputer, seperti spyware, virus, dan lain sebagainya. 

Lantas, apakah ada cara mengatasi ransomware yang aman? Serta bagaimana bentuk pencegahannya? Yuk, simak informasi berikut ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa itu Ransomware?

Pada dasarnya, pengertian ransomware adalah salah satu jenis malware yang menyerang perangkat dengan cara mengenkripsi data atau file, sehingga Anda tidak bisa membacanya kembali.

Dengan demikian, saat sudah terkena serangan virus ransomware, Anda memerlukan kode enkripsi untuk membuka kembali file-file yang dicuri.

Nah, jika ingin mendapatkan kode enkripsi tersebut, Anda perlu membayar sejumlah tebusan yang diminta oleh hacker tersebut.

Perlu diketahui, melalui penelitian yang dipublikasikan oleh Osterman Research, 35% dari target ransomware adalah dari kalangan kelompok penting, seperti pemerintah, jaringan perusahaan besar, serta pemimpin bisnis.

Salah satu contoh kasusnya pun pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2017, serangan ransomware jenis WannaCry menyerang Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Harapan Kita di Jakarta.

Kasus tersebut mengakibatkan sejumlah data pasien yang disimpan pada komputer rumah sakit ini tidak dapat diakses, karena malware menguncinya dengan meminta uang tebusan sebanyak Rp4 juta.

Serangan WannaCry itu cukup terkenal kasusnya hingga tahap dunia, karena penyebarannya melumpuhkan lebih dari 200 ribu komputer pada 150 negara.

Cara Kerja Ransomware  

Setelah mengetahui ransomware artinya yaitu serangan malware yang mengambil data pada perangkat, mungkin Anda merasa penasaran bagaimana cara kerjanya.

Nah, untuk memahami lebih jelas pengertian ransomware, berikut adalah tahap-tahap bagaimana virus ini bekerja pada perangkat, yaitu:

  • Infeksi, di mana virus ransomware secara tidak sengaja terunduh diam-diam pada perangkatmu.
  • Eksekusi, ransomware mulai memindai data, kemudian memetakan lokasi file yang ingin dijadikan sebagai target.
  • Enkripsi, cara kerja ransomware adalah menukar kunci enkripsi serta mengunci akses ke data, untuk mengacak semua file dengan Command and Control Server.
  • Notifikasi, jika enkripsi data sudah berhasil, tahap selanjutnya kerja ransomware adalah mengirim notifikasi kepada user yang berisi informasi tebusan, jika ingin mendapatkan akses kembali.
  • Pembersihan, di sini ransomware akan berhenti dan menghapus dirinya sendiri jika sudah selesai mengenkripsi data.
  • Pembayaran, jika Anda memilih untuk menyanggupi tebusan tersebut, hacker akan memberikan instruksi, biasanya menggunakan layanan TOR dalam berkomunikasi, agar tidak terdeteksi lalu lintas jaringan.
  • Jika sudah melakukan pembayaran, hacker akan memberikan kode dekripsi kepada korban untuk memulihkan kembali akses ke perangkat serta data-datanya.

Baca juga: Simak Cara Mencegah Ransomware, Agar Data Anda Aman

Jenis-Jenis Ransomware 

Ada beberapa jenis objek serangan virus ransomware yang perlu Anda ketahui, di antaranya yaitu:

1. Leakware (Doxware

Pertama, jenis serangan ransomware adalah leakware atau doxware, yaitu hacker tidak akan memblokir akses perangkat atau sistem komputer korban serta data-data yang tersimpan di dalamnya.

Di sisi lain, cara kerja  ransomware adalah mengumpulkan informasi sensitif melalui sistem komputer secara diam-diam, yang akan digunakan untuk black campaign atau blackmail korban.

2. Mobile Ransomware 

Sama seperti namanya, jenis mobile ransomware adalah serangan virus yang menargetkan perangkat seluler, seperti smartphone atau tablet.

Nantinya, hacker akan membatasi akses user melalui data-data korban. Sementara itu, ia hanya akan menampilkan informasi mengenai detail penyerangan dan pembayaran tebusan.

3. Encrypting Ransomware 

Jenis serangan virus ransomware berikutnya akan menargetkan server web untuk mengenkripsi situs yang ada di dalamnya, sehingga beberapa file akan mengalami kerusakan dan link tidak dapat diakses.

4. Non-Encrypting Ransomware 

Berbeda dengan jenis sebelumnya, non-encrypting ransomware adalah serangan virus yang mengunci akses user ke perangkat tanpa mengenkripsi data serta sistem file-nya.

Untuk menebusnya, seorang hacker akan meminta korbannya untuk melakukan pembayaran di muka, serta meminta user menelepon pada nomor yang diberikan.

5. Master Boot Record (MBR)  

Master Boot Record (MBR) adalah jenis serangan virus ransomware yang mampu merusak hard drive pada perangkat laptop atau komputer Anda.

Jenis serangan ransomware ini akan menyerang dengan cara mengenkripsi MBR yang terdapat pada hard disk, sehingga akan mengganggu proses booting pada perangkat.

Cara Mengatasi Ransomware 

Jika perangkat Anda terdeteksi mengalami serangan virus malware, salah satu cara mengatasi ransomware adalah dengan tidak panik, kemudian buru-buru memberikan uang tebusan yang diinginkan hacker.

Yup, Anda harus tetap tenang dan bisa melakukan beberapa cara memulihkan file yang terkena serangan virus ransomware, berikut di antaranya, yaitu:

1. Gunakan Software Pemulihan Data

Cara pertama untuk memulihkan ransomware adalah Anda hanya perlu fokus pada riwayat penghapusan file asli dengan memakai software seperti Stellar, Recuva, atau EaseUS.

2. Cadangkan Windows

Perlu diketahui, setiap Windows yang digunakan pada perangkat bisa melakukan backup rutin secara otomatis.

Nah, memulihkan cadangan Windows tersebut bisa menjadi cara mengatasi serangan ransomware, langkah-langkahnya yaitu:

  • Buka aplikasi Control Panel pada menu Start.
  • Pilih opsi “System and Security”, lalu klik “Backup and Restore
  • Kemudian, klik “Restore files from backup

Baca juga: Apa itu Temporary File? Fungsi, Lokasi & Cara Membersihkan

Pencegahan Ransomware 

Agar dapat  menghindari risiko terkena serangan virus ransomware, ada beberapa bentuk pencegahan yang bisa Anda lakukan sejak awal, antara lain yaitu:

1. Tidak Mengunduh File dari Situs Tak Resmi 

Salah satu bentuk mencegah serangan ransomware adalah sebaiknya Anda tidak sembarangan mengunduh file dari situs yang tidak resmi.

Yap, karena website-website tidak resmi itulah yang menjadi tempat persembunyian para pelaku ransomware untuk menunggu korban mengunduh file ‘jebakannya’.

2. Tidak Sembarang Klik Tautan Iklan 

Mungkin Anda sering melihat sejumlah situs, baik resmi maupun tidak resmi yang memasang iklan pada halaman website-nya.

Nah, hal inilah yang perlu Anda perhatikan dan hindari untuk menekannya, karena metode melalui iklan juga sering digunakan para hacker, dinamakan malware advertising.

Jika secara tidak sengaja mengklik tautan iklan tersebut, maka Anda bisa mengalami risiko ransomware yang sudah terunduh pada perangkat.

3. Hindari Kunjungi Website Tanpa HTTPS 

Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) adalah salah satu protokol utama untuk mengamankan pertukaran data melalui internet, dengan cara mengenkripsi data.

Tujuan dibuatnya HTTPS adalah agar para pengguna tetap aman mengakses situs website melalui tiga aspek, yakni integritas, enkripsi, serta autentikasi.

Menghindari untuk mengunjungi situs yang tidak menggunakan alamat HTTPS dapat mengurangi risiko terjadinya serangan virus malware tersembunyi.

4. Rutin Mem-Backup Data 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara kerja ransomware adalah mengenkripsi data untuk kemudian dihapus izin aksesnya bagi user.

Maka dari itu, sebaiknya rutin melakukan backup data secara teratur, agar jika suatu saat mengalami serangan virus serupa, Anda sudah mempunyai file cadangannya.

5. Aktifkan Antivirus dan Firewall 

Program antivirus dan firewall adalah cara mengatasi ransomware serta virus lainnya yang cukup efektif.

Pada firewall, mempunyai sistem kerja dengan cara memfilter data yang diakses oleh perangkat ketika terhubung melalui internet.

Selain itu, firewall juga mampu melindungi perangkat dari serangan hacker yang ingin mencuri data.

Namun, Anda juga dapat memberikan perlindungan tambahan dengan cara meng-install aplikasi antivirus pada perangkat.

6. Gunakan Jaringan yang Aman 

Cara mengatasi ransomware yang satu ini adalah perlu Anda perhatikan jika sering menggunakan jaringan atau Wi-Fi publik

Yap, karena tidak semua jaringan umum dilengkapi dengan keamanan dan proteksi untuk mengenkripsi data ketika Anda menggunakan internet.

Jika hal tersebut sudah terjadi, Anda akan mengalami risiko data-data penting yang tersebar dan mudah bocor.

7. Aktifkan Fitur Password Protect Sharing 

Salah satu fitur yang bisa Anda manfaatkan adalah password protect sharing.

Jika ingin membagikan file, Anda dapat mengaktifkan passwordnya pada Windows, hal ini bisa menghindari para peretas masuk dan melakukan serangan virus ransomware.

Perlindungan Laptop Anti Ransomware dengan Asani

Itulah penjelasan lengkap mengenai ransomware, mulai dari jenis-jenis, proses, cara mengatasi, hingga bentuk pencegahannya.

Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui salah satu cara mencegah terjadinya ransomware adalah dengan menghindari klik tautan iklan sembarangan dari website tidak resmi.

Mengalami ransomware mungkin akan mengakibatkan kerugian bagi individu maupun perusahaan, jika data-data penting yang telah dikerjakan hilang begitu saja.

Maka dari itu, Anda bisa melakukan beberapa pencegahan untuk menghindari risiko ransomware seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Selain itu, Anda juga bisa menyediakan laptop yang berkualitas bagi karyawan di perusahaan melalui layanan dari Asani.

Dengan menyewa laptop di Asani, perusahaan Anda juga akan mendapatkan jasa servis laptop oleh teknisi yang handal dan terpercaya.

Selain itu, Asani juga telah menyediakan layanan tambahan endpoint security dari Webroot dan Bitdefender yang berguna untuk meningkatkan perlindungan Endpoint perusahaan. 

Yuk, segera ajukan penawaran perusahaan Anda dengan menghubungi Official WhatsApp Asani atau melalui e-mail customer service kami di cs@asani.co.id.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Operating System Not Found, Ini Penyebabnya!

Post comment

Product Enquiry