aging piutang
BisnisDiposting: 26 Februari 2024 | Diperbarui: 24 Juni 2026
280

Aging piutang adalah proses pelacakan dan pemantauan umur piutang yang belum diselesaikan oleh pelanggan. Metode ini dapat membantu perusahaan dalam memperkirakan jumlah kerugian pada laporan keuangan perusahaan akibat piutang pelanggan yang sudah jatuh tempo.

Oleh karena itu, sebagai seorang pengusaha, Anda perlu memahami aging piutang dengan baik agar keuangan perusahaan tetap sehat dan bisnis pun dapat berjalan dengan lancar. Untuk mengetahui informasi tentang aging piutang, mari simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!

Apa itu Aging Piutang?

Aging piutang merujuk pada laporan yang mengkategorikan piutang perusahaan berdasarkan lamanya invoice yang sudah terbit, di mana jangka waktu invoice tersebut sering direntangkan selama 30 hari. Metode ini juga dikenal dengan istilah umur piutang atau Account Receivable Aging (AR Aging).

Setiap perusahaan harus membuat laporan secara berkala karena dapat digunakan sebagai indikator kesehatan keuangan. Lebih jelasnya, dengan laporan umur piutang, Anda dapat memeriksa akun piutang pelanggan yang sudah jatuh tempo sehingga perusahaan bisa terus mengejar utang-utang tersebut.

Lalu, dengan adanya laporan ini, Anda dapat menghitung jumlah piutang yang kemungkinan tidak akan terbayarkan sehingga dapat memprediksi total kerugian yang harus dimasukkan ke dalam laporan keuangan.

Jika hasil laporan aging piutang menunjukkan waktu penagihan yang lebih lambat dari biasanya, ini bisa menjadi pertanda bahwa cash flow perusahaan sedang terhambat sehingga bisnis mungkin akan melambat atau perusahaan akan mengambil risiko kredit yang lebih tinggi dalam praktik penjualannya.

Manfaat Aging Piutang

Aging piutang tidak hanya dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan informasi terperinci bagi pelanggan sehingga bermanfaat bagi internal maupun eksternal. Selengkapnya, beberapa manfaat aging piutang adalah:

  • Data yang tertera dapat digunakan untuk membuat surat penagihan kepada pelanggan yang melewati masa tenggat.
  • Laporan umur piutang dapat diserahkan kepada pelanggan dan disertakan dengan laporan akhir bulan atau surat penagihan yang mencantumkan detail produk yang belum dibayar.
  • Pelanggan yang bermasalah harus melunasi utang sesuai dengan bukti dan menggunakan uang tunai agar mempermudah aktivitas kredit dan penjualan.
  • Menghapus piutang tak tertagih dengan memperkirakan jumlah akun yang sulit untuk ditagih.
  • Membantu mengidentifikasi potensi risiko kredit dan masalah arus kas.

Baca juga: Apa itu Fixed Cost dan Variable Cost? Yuk, Pahami di Sini

Cara Kerja Aging Piutang

Sebelum membuat laporan aging piutang, Anda harus memahami cara kerjanya. Pertama, aging piutang dapat menunjukkan daftar pelanggan yang berpotensi menjadi risiko kredit. Dengan begitu, perusahaan bisa membuat keputusan yang bijak terkait kelanjutan hubungan bisnis dengan pelanggan tersebut.

Data tersebut dapat diketahui dari kolom laporan aging piutang yang dibagi berdasarkan rentang tanggal 30 hari seperti berikut ini.

  • Rentang waktu 1-30 hari: Usia piutang kurang atau sama dengan tiga puluh hari dan akan jatuh tempo pada hari ke-30.
  • Rentang waktu 31-60 hari: Piutang dikenakan jatuh tempo dalam rentang 31 sampai 60 hari. Namun, jika sebelumnya jangka waktu piutang di bawah 31 hari dan sudah melewati batas, maka perusahaan dapat memberikan denda pada pelanggan.
  • Rentang waktu 61-90 hari: Tenggat piutang berada dalam rentang 61 sampai 90 hari. Namun, jika ada piutang dengan masa tenggat di bawah 61 hari, maka perusahaan bisa mulai mencatatnya sebagai piutang tak tertagih.
  • Rentang waktu lebih dari 90 hari: Piutang yang belum dilunasi sudah melewati masa tenggat di atas 90 hari sehingga termasuk piutang tak tertagih.

Melalui aging piutang, perusahaan juga dapat menyisihkan piutang yang perlu dihapus dan memprediksi jumlah piutang tak tertagih yang harus dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Untuk melakukan hal tersebut, perusahaan akan menggunakan persentase gagal bayar untuk setiap rentang tanggal.

Faktur yang telah lama melewati masa tenggat akan dikenakan persentase yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan risiko gagal bayar akan meningkat, sedangkan kolektibilitas akan menurun. Lalu, total produk dari setiap rentang tanggal yang belum dibayar akan memberikan perkiraan terkait jumlah piutang pelanggan yang tidak tertagih.

Cara Menghitung Aging Piutang

Untuk menghitung umur piutang perusahaan, Anda bisa memisahkan daftar rekening berdasarkan status pembayarannya. Jadi, Anda bisa membuat tabel yang terpisah untuk akun pelanggan yang aktif saat ini, yang telah lewat jatuh tempo kurang dari 30 hari, 60 hari, dan seterusnya.

Jika ditemukan akun piutang pelanggan yang melewati masa tenggat selama lebih dari 180 hari, maka Anda bisa memperkirakan berapa jumlah piutang tak tertagih yang perlu dihapus di masa mendatang.

Baca juga: Mengenal Financial Leverage, Strategi Memperoleh Keuntungan

Contoh Laporan Aging Piutang

Laporan aging piutang adalah tabel yang memberikan rincian piutang berdasarkan jangka waktu tertentu. Piutang tersebut akan digabungkan di bagian bawah tabel untuk menampilkan total piutang suatu perusahaan, berdasarkan jumlah hari invoice yang lewat jatuh tempo.

Kolom laporan yang horizontal akan mencakup rentang waktu 30 hari seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sementara itu, kolom laporan yang vertikal akan mewakili piutang masing-masing pelanggan. Supaya lebih mudah dipahami, berikut adalah contoh laporan umur piutang:

contoh laporan aging piutang

Sumber: pajak.net

Berdasarkan contoh laporan aging piutang tersebut, maka dapat diketahui bahwa total piutang perusahaan dari 6 pelanggan, berdasarkan rentang waktu tertentu, adalah:

  • Piutang yang berumur 1 hingga 30 hari senilai Rp16.050.000.
  • Piutang yang berumur 31 hingga 60 hari senilai Rp31.095.000.
  • Piutang yang berumur 61 hingga 90 hari senilai Rp1.000.000.
  • Piutang yang berumur 90 hingga 120 hari senilai Rp22.275.000.

Hal yang Harus Disiapkan Untuk Laporan Aging Piutang

Untuk membuat laporan seperti contoh di atas, ada beberapa komponen yang harus Anda siapkan. Dengan begitu, laporan yang Anda buat bisa menunjukkan dengan jelas terkait siapa pelanggan yang mempunyai piutang, berapa jumlah piutangnya, dan kapan waktu pembayarannya. Adapun komponen-komponen tersebut terdiri dari:

  • Nama pelanggan dan total uang yang harus dibayar.
  • Nomor dan jumlah invoice untuk pelacakan yang tepat.
  • Tanggal jatuh tempo invoice untuk menentukan pembayaran yang tertunda.
  • Pembagian waktu pembayaran yang tertunda dalam rentang waktu 30 hari.

Sekian uraian lengkap mengenai aging piutang yang perlu dipahami, mulai dari pengertian hingga contoh laporannya. Dengan mempelajari metode ini, Anda bisa meminimalkan risiko keuangan yang dapat merugikan kesinambungan bisnis Anda.

Selain itu, ada juga cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan kelancaran bisnis, yaitu dengan menyewa perlengkapan kantor, khususnya perangkat IT, yang berkualitas tinggi dan harga yang terjangkau dari Asani.

Anda hanya perlu mengecek katalog sewa Asani untuk memilih perangkat yang sesuai kebutuhan perusahaan. Setelah itu, Anda bisa mengajukan penawaran terbaik melalui WhatsApp atau email ke cs@asani.co.id.

Tak hanya itu, ASANI juga dapat membantu Anda dalam memudahkan pengelolaan aset perusahaan dan memberikan proteksi finansial melalui aplikasi MyAsani. Lalu, Anda juga bisa berkonsultasi secara gratis bersama ASANI mengenai pengadaan alat elektronik di perusahaan Anda. Yuk, daftar ke MyAsani sekarang juga demi kelancaran bisnis Anda!

Baca juga: Apa itu Markup Pricing? Pelajari Rumus dan Perhitungannya!

Share

Post comment

Promo sewa laptop HP Asani hanya Rp200.000