
Pengelolaan aktiva dalam perusahaan dibagi menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva sendiri adalah bagian penting dalam laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan aset yang dimiliki perusahaan.
Sementara itu, aktiva lancar adalah aset perusahaan yang dapat dicairkan atau digunakan dalam waktu singkat sehingga berperan penting dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan.
Untuk mengetahui pengertian aktiva lancar, jenis-jenisnya, contoh aset, cara menghitung, serta perbedaannya dengan aktiva tetap, simak artikel ini sampai selesai.
Apa Itu Aktiva Lancar?
Aktiva lancar adalah aset perusahaan yang dapat digunakan atau dicairkan dalam waktu singkat, biasanya kurang dari satu tahun, untuk mendukung kegiatan operasional dan memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Bentuknya bisa berupa uang tunai, saldo bank, piutang dari pelanggan, persediaan barang siap jual, hingga investasi jangka pendek yang mudah dicairkan.
Jenis aset ini menjadi indikator penting untuk melihat seberapa siap perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Semakin besar aktiva lancar, umumnya kondisi keuangan jangka pendek perusahaan juga semakin stabil.
Pengelolaan aktiva lancar bisa dibuat lebih efisien dengan menekan pengeluaran besar di awal, salah satunya melalui penggunaan perangkat kerja berbasis sewa. Anda bisa cek katalog Asani untuk kebutuhan sewa laptop dan perangkat IT sehingga operasional tetap berjalan lancar tanpa harus membeli aset di awal dan arus dana perusahaan tetap terjaga.
Jenis-Jenis dan Contoh Aktiva Lancar
Aktiva lancar terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda dalam operasional perusahaan. Berikut adalah jenis dan contoh aktiva lancar yang umum digunakan:
1. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas adalah jenis aktiva lancar yang paling likuid karena bisa langsung digunakan untuk kebutuhan perusahaan.
Kas berupa uang tunai yang tersedia di perusahaan, sedangkan setara kas mencakup simpanan atau instrumen jangka pendek seperti deposito yang mudah dicairkan dalam waktu singkat.
Keduanya berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional dan memastikan perusahaan siap memenuhi kebutuhan pembayaran kapan pun.
Baca juga: Inilah Cara Meningkatkan Keuntungan Perusahaan!
2. Piutang Usaha dan Piutang Wesel
Piutang usaha adalah uang yang belum dibayar oleh pelanggan karena perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit. Sementara itu, piutang wesel adalah janji tertulis atau surat perintah bayar yang menyatakan bahwa seseorang harus membayar sejumlah uang pada waktu tertentu.
Keduanya termasuk aset yang nantinya akan berubah menjadi uang tunai dalam waktu dekat sehingga membantu menambah kas perusahaan.
3. Surat Berharga
Surat berharga adalah investasi jangka pendek, seperti saham atau obligasi, yang dimiliki perusahaan dan dapat dijual kapan saja jika dibutuhkan uang tunai. Aset ini bersifat fleksibel karena mudah dicairkan.
4. Piutang Pendapatan
Piutang pendapatan adalah uang yang seharusnya sudah diterima perusahaan, tetapi pembayarannya belum masuk. Biasanya ini terjadi ketika perusahaan sudah memberikan jasa atau layanan, namun pelanggan baru akan membayar di kemudian hari. Piutang ini termasuk dalam aktiva lancar karena umumnya dapat ditagih atau diterima dalam waktu dekat.
5. Perlengkapan
Perlengkapan adalah barang yang dipakai untuk mendukung kegiatan perusahaan dan akan habis dalam waktu singkat. Contohnya seperti alat tulis kantor, bahan produksi, atau peralatan kecil lainnya yang digunakan sehari-hari. Walaupun nilainya tidak besar, perlengkapan tetap termasuk aktiva lancar karena hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek.
Untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan tanpa menambah beban biaya di awal, perusahaan bisa memilih sistem sewa perangkat kerja yang lebih fleksibel.
Asani menyediakan layanan sewa laptop dan perangkat IT sesuai kebutuhan bisnis untuk membantu perusahaan menekan biaya pengadaan perangkat. Untuk itu, Anda bisa meminta penawaran di Asani sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
6. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka adalah biaya yang telah dibayarkan perusahaan terlebih dahulu, tetapi manfaatnya belum langsung digunakan. Contohnya seperti sewa gedung, asuransi, atau biaya langganan yang dibayarkan di awal. Biaya ini dicatat sebagai aset karena manfaatnya baru akan dirasakan di masa mendatang.
7. Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah salah satu jenis aktiva lancar yang berisi barang yang disiapkan perusahaan untuk dijual kembali dan menghasilkan keuntungan. Barang ini bisa berupa bahan baku, barang setengah jadi, atau barang yang sudah siap dijual.
Pengelolaan persediaan yang baik membantu perusahaan memenuhi permintaan pasar tanpa menumpuk stok secara berlebihan.
Baca juga: 6 Tips Menghemat Biaya Operasional Perusahaan
Cara Menghitung Aktiva Lancar
Menghitung aktiva lancar penting untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, terutama kemampuan dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek serta penyusunan laporan aset.
Secara sederhana, aktiva lancar dapat dihitung dengan menjumlahkan beberapa komponen berikut:
Aktiva Lancar = Kas + Piutang Usaha + Perlengkapan + Investasi Jangka Pendek
Berikut contoh perhitungannya:
- Kas: Rp12.000.000.
- Piutang usaha: Rp6.500.000.
- Perlengkapan: Rp2.500.000.
- Investasi jangka pendek: Rp3.000.000.
Jika dijumlahkan, maka:
Aktiva Lancar = 12.000.000 + 6.500.000 + 2.500.000 + 3.000.000
Aktiva Lancar = Rp24.000.000
Jadi, total aktiva lancar perusahaan tersebut adalah Rp24.000.000. Angka ini menunjukkan jumlah aset yang bisa segera digunakan atau dicairkan untuk mendukung kegiatan operasional dan membayar kewajiban jangka pendek perusahaan.
Perbedaan Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap
Aktiva dalam perusahaan dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam mendukung kegiatan bisnis.
Aktiva lancar adalah aset yang perputarannya cepat dan bisa segera dipakai atau dicairkan menjadi uang, biasanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Aset ini digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional harian perusahaan.
- Biasanya cepat berubah menjadi uang.
- Dipakai dalam waktu singkat.
- Contoh: kas, piutang usaha, stok barang, dan investasi jangka pendek.
- Fungsi: membantu kebutuhan operasional harian dan pembayaran jangka pendek.
Sementara itu, aktiva tetap adalah aset yang digunakan dalam jangka panjang dan tidak ditujukan untuk dijual segera. Aset ini lebih berfungsi sebagai penunjang utama kegiatan perusahaan.
- Dipakai dalam jangka panjang.
- Tidak mudah dicairkan menjadi uang.
- Contoh: tanah, gedung, mesin, kendaraan.
- Fungsi: mendukung proses produksi dan kegiatan usaha jangka panjang.
Itulah penjelasan mengenai aktiva lancar, mulai dari pengertian hingga perbedaannya dengan aktiva tetap. Aktiva lancar berperan penting dalam menjaga kelancaran keuangan perusahaan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan jangka pendek.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu mengatur penggunaan dana agar tidak terlalu banyak terserap untuk pembelian aset. Salah satu cara yang lebih efisien adalah memanfaatkan layanan sewa perangkat kerja, seperti laptop atau komputer, untuk kebutuhan operasional.
Asani hadir sebagai layanan sewa laptop dan perangkat IT yang bisa membantu perusahaan bekerja lebih fleksibel. Dengan sistem sewa, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal untuk membeli perangkat, karena kebutuhan kerja sudah bisa dipenuhi melalui sistem pemakaian sesuai periode tertentu.
Anda bisa melihat katalog Asani untuk mengecek pilihan perangkat yang tersedia sekaligus menemukan promo terbaik. Setelah itu, minta penawaran melalui WhatsApp atau email ke cs@asani.co.id.
Tidak hanya itu, layanan ini juga dilengkapi dengan konsultasi gratis, dukungan teknis selama masa sewa, perlindungan asuransi perangkat, hingga dashboard pengelolaan aset melalui MyAsani tanpa biaya tambahan
Jadi, mari percayakan kebutuhan pengadaan perangkat perusahaan Anda kepada Asani sekarang.
Baca juga: Ini 4 Cara Menghitung Penyusutan Aset dan Rumusnya, Catat!
