biaya operasional
KeuanganDiposting: 8 April 2026 | Diperbarui: 8 April 2026
90

Dalam menjalankan bisnis, Anda tidak hanya merancang biaya produksi, tetapi juga biaya operasional untuk memastikan proses bisnis berjalan dengan lancar. 

Biaya operasional adalah aspek yang berkaitan langsung dengan aktivitas operasional rutin dan termasuk biaya yang harus diperhitungkan dengan matang agar tidak menimbulkan kerugian. 

Artikel ini membahas apa itu biaya operasional perusahaan dan cara mengelolanya. Jadi, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Biaya Operasional?

Biaya operasional adalah pengeluaran untuk menjaga bisnis tetap berjalan. Biaya ini termasuk biaya peralatan, perbaikan, gaji, dan tunjangan. Biaya operasional atau operating expenses tidak mencakup biaya nonoperasional, seperti investasi dan bunga pinjaman. 

Itulah mengapa keduanya dibukukan secara terpisah sehingga Anda bisa menentukan mana pengeluaran yang penting dan bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Kenaikan biaya operasional dapat berdampak pada berkurangnya keuntungan, terlebih jika biaya tersebut digunakan secara kurang efisien. 

Meski begitu, pemotongan biaya operasional yang drastis juga dapat mengurangi keuntungan seiring berjalannya waktu karena aktivitas bisnis tidak bisa berjalan dengan optimal, yang berujung pada penurunan produktivitas dan penjualan. 

Misalnya, sebuah perusahaan memutuskan untuk mengurangi anggaran pengadaan laptop dan komputer. Alhasil, perusahaan hanya bisa mendapatkan perangkat dengan spesifikasi yang kurang memadai untuk memenuhi tugas, seperti RAM yang kurang besar untuk mengoperasikan aplikasi berat. 

Hasilnya, karyawan kesulitan menyelesaikan tugas sesuai dengan linimasa dan sering menemui bottleneck yang dapat menghambat rantai operasional bisnis. 

Biaya operasional IT dan perawatannya mungkin cukup besar untuk sejumlah perusahaan. Oleh karena itu, solusi seperti sewa laptop atau komputer bisa menjadi pilihan. Dengan menyewa laptop, perusahaan bisa memperoleh perangkat kerja tanpa harus mengeluarkan investasi besar di awal.

Terkait ini, Anda bisa mengandalkan Asani. Selama masa sewa, Anda tidak hanya mendapatkan laptop, tetapi juga IT support, asuransi perangkat, dan dasbor manajemen aset gratis dari MyAsani. 

Minta Penawaran Sekarang

Baca juga: Apa itu Cost Plus Pricing? Pelajari Contoh Perhitungannya!

Contoh Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang perlu dihitung secara rinci agar tidak membebani anggaran perusahaan dan mengurangi profit. Lantas, biaya operasional apa saja? Berikut informasi selengkapnya:

  • Biaya sewa: Seperti, biaya sewa gedung, ruko, atau ruangan kantor, termasuk utilitas di dalamnya, seperti listrik dan air. 
  • Gaji dan tunjangan pegawai: Gaji pegawai tetap, kontrak, dan lepas termasuk biaya operasional yang harus dibayarkan dalam periode tertentu. 
  • Perlengkapan kantor: Perangkat penunjang kerja, seperti laptop, komputer, LCD, printer, kertas, dan lain-lain. Ini termasuk biaya operasional karena turut mendukung produktivitas dan proses bisnis. 
  • Biaya iklan: Bagi perusahaan yang menerapkan iklan, campaign, dan strategi pemasaran lainnya, Anda perlu menyiapkan biaya tersendiri. Biaya ini termasuk biaya operasional. 
  • Biaya perbaikan dan pemeliharaan: Biaya ini termasuk perbaikan mesin, servis laptop, maintenance, dan perbaikan komponen kantor lainnya. 
  • Biaya hukum dan layanan keuangan: Biaya ini termasuk biaya administrasi rekening perusahaan, transfer bank, layanan hukum, dan biaya kartu kredit. 
  • Biaya transportasi: Biaya ini mencakup ongkos kirim dari produk ke pelanggan, pemasok, atau mitra kerja. 

Selain biaya-biaya di atas, terdapat pula kategori biaya operasional lainnya, seperti biaya tetap, variabel, dan semivariabel. 

Contoh biaya tetap adalah biaya sewa pabrik. Biaya ini umumnya akan tetap sama, meskipun Anda memproduksi lebih banyak produk nantinya. Alhasil, proses produksi akan lebih efisien. 

Kemudian, contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku. Apabila terdapat kenaikan atau penurunan jumlah produksi, total biaya bahan baku yang dikeluarkan tentu akan berbeda. 

Lalu, sejumlah biaya operasional dapat dikatakan semivariabel atau semitetap. Biaya ini dapat berubah berdasarkan jumlah produksi, tetapi juga bisa tetap sama meskipun tidak ada produksi. 

Contoh biaya operasional ini adalah upah lembur. Gaji karyawan termasuk biaya tetap, tetapi upah lembur dapat berubah sesuai dengan proporsi lembur karyawan sehingga termasuk biaya variabel. Apabila perusahaan menerapkan biaya lembur, gaji karyawan dapat diperlakukan seperti biaya tetap dan variabel. 

Baca juga: Apa Itu Biaya Overhead? Jenis, Contoh, & Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Biaya Operasional

Untuk menghitung biaya operasional, Anda bisa menambahkan harga pokok penjualan (HPP) dengan pengeluaran operasional. Berikut adalah rumus menghitung biaya operasional:

Biaya operasional = Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS) + biaya pengeluaran operasional

Biaya operasional perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu. Jadi, Anda bisa menghitungnya secara bulanan, triwulanan, tahunan, atau berdasarkan waktu spesifik yang telah ditentukan.

Cara Mengelola Biaya Operasional Perusahaan

Biaya operasional perusahaan adalah salah satu biaya yang memengaruhi keuntungan dan proses bisnis. Oleh karena itu, Anda perlu mengelolanya dengan cermat agar tidak malah membebani anggaran perusahaan. Berikut adalah sejumlah tips mengelola biaya operasional perusahaan:

1. Menentukan Anggaran yang Jelas

Tips yang pertama adalah membuat anggaran perusahaan yang realistis dan jelas untuk setiap periode tertentu. Pastikan anggaran setiap kategorinya, seperti gaji, biaya sewa, dan lain sebagainya, dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan keuangan. 

2. Memantau Pengeluaran

Tidak hanya menentukan anggaran, Anda juga harus memantau uang yang sudah dianggarkan. Salah satu penyebab kerugian biaya operasional adalah pengeluaran yang tidak tercatat secara akurat dan tepat. Hal ini dapat membebani biaya operasional dan berpengaruh pada dokumentasi laporan keuangan. 

Kemudian, Anda juga perlu mengidentifikasi pemborosan di setiap departemen. Pastikan seluruh sumber daya digunakan dengan optimal. Apabila terdapat aplikasi, perangkat, atau sumber daya yang kurang bermanfaat atau tidak lagi digunakan, Anda bisa mempertimbangkan untuk memotong anggaran atau meniadakannya. 

3. Bernegosiasi dengan Pemasok dan Vendor

Untuk bisa menekan biaya operasional tanpa harus mengorbankan produktivitas, Anda bisa bernegosiasi dengan pemasok dan vendor. Bangunlah hubungan kemitraan yang baik agar bisa mendapatkan harga yang lebih cocok dan kompetitif. 

Demikian informasi tentang biaya operasional yang bisa dipelajari, termasuk cara menghitungnya dan mengelolanya. Biaya ini harus diperhitungkan secara tepat dan efisien agar tidak menyebabkan kerugian perusahaan. 

Salah satu jenis biaya operasional adalah biaya perangkat kantor seperti laptop, peralatan ruang rapat, dan sistem keamanan siber. Menariknya, menyewa laptop dan perlengkapan IT lainnya dapat menjadi solusi biaya operasional yang ekonomis untuk perusahaan!

Percayakan sewa laptop perusahaan Anda pada Asani! Asani memberikan pelayanan Device as a Service (DaaS) untuk perusahaan yang membutuhkan sewa perangkat kantor. Dengan DaaS dari Asani, Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar di awal untuk membeli banyak laptop sekaligus. 

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengatur inventaris perangkat IT Anda secara real time menggunakan MyAsani selama masa sewa secara gratis. Tunggu apa lagi? Cek katalog dan manfaatkan promo terbaik tersedia di Asani agar mendapatkan harga sewa best deal.

Mari optimalkan biaya operasional perusahaan dengan mengajukan penawaran melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id sekarang!

Baca juga: Accrued Expense: Pengertian, Jenis, serta Contohnya

Share

Post comment

Product Enquiry