
Akhir-akhir ini, terdapat banyak kasus kejahatan siber atau cyber crime di Indonesia, di mana berbagai macam data bocor dan situs web banyak yang diretas.
Hal ini harus menjadi perhatian semua perusahaan karena perusahaan mungkin akan kehilangan data dan informasi penting pada saat terjadi serangan di jaringan atau perangkat.
Kejahatan siber tersebut sangat merugikan bagi semua pihak. Maka dari itu, Anda harus memikirkan tentang keamanan jaringan di perusahaan.
Artikel ini membahas seluk-beluk keamanan jaringan yang bisa Anda pelajari. Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa itu Keamanan Jaringan?
Keamanan jaringan mencakup semua langkah yang diambil untuk melindungi jaringan komputer dan data di dalamnya. Keamanan jaringan penting untuk menjaga data sensitif tetap aman dari serangan dunia maya.
Keamanan jaringan juga tidak hanya melindungi data, tapi juga melindungi pengguna serta organisasi. Jaringan terdiri dari perangkat yang saling terhubung seperti komputer, server, dan jaringan nirkabel.
Perangkat-perangkat ini sangat rentan terhadap serangan. Keamanan jaringan yang bisa digunakan seperti penggunaan software dan hardware pada jaringan atau software sebagai sebuah layanan (SaaS).
Keamanan jaringan menjadi hal yang penting karena tiap perusahaan mengandalkan jaringan dan data untuk menjalankan bisnis. Jadi, metode keamanan yang digunakan pun harus selalu di-upgrade agar aman dari ancaman serangan siber yang makin canggih.
Baca juga: 10 Jenis Virus Komputer dan Virus Paling Berbahaya
Mengapa Keamanan Jaringan Penting?
Keamanan jaringan sangat penting untuk mencegah penjahat dunia maya mendapatkan akses ke data berharga dan informasi sensitif. Ketika peretas mendapatkan data tersebut, mereka dapat mencuri identitas dan melakukan hal buruh lain termasuk merusak reputasi perusahaan.
Berikut ini adalah alasan mengapa Anda harus melindungi jaringan dan data perusahaan:
1. Mengganggu Operasional
Perusahaan tanpa keamanan jaringan yang memadai berisiko mengganggu operasional. Semua bisnis sangat mengandalkan jaringan untuk komunikasi internal dan eksternal. Jadi, ketika perangkat tidak bisa beroperasi karena terjangkit virus, maka operasional pun dapat terganggu.
2. Melanggar Hukum
Perusahaan yang menyimpan banyak data berharga dan sensitif harus menjaga keamanannya dengan baik. Jika tidak dijaga, perusahaan bisa dianggap melakukan pelanggaran peraturan hukum karena membuat data pengguna berisiko untuk dicuri lalu disalahgunakan.
Pemerintah mewajibkan bisnis untuk mematuhi peraturan keamanan data yang mencakup aspek keamanan jaringan. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat menyebabkan denda, larangan, dan kemungkinan hukuman penjara.
3. Kehilangan Kekayaan Intelektual
Penjahat siber yang berhasil meretas jaringan di perusahaan bisa mencuri kekayaan intelektual seperti ide, penemuan, teknologi, dan produk. Hal ini sangat merugikan bagi pebisnis karena dapat menyebabkan hilangnya bisnis.
Pada akhirnya, perusahaan harus mengulang proses penemuan atau ide produk yang sebelumnya dicuri. Ini akan memakan waktu dan biaya lagi.
4. Menjaga Kerahasiaan Data
Memastikan keamanan jaringan dapat membantu perusahaan menjaga data-data sensitif di lingkungan internal perusahaan, seperti data keuangan, pribadi, dan bisnis. Keamanan jaringan juga menjaga integritas data agar tetap utuh dan tidak dicampuri pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Apa itu Rootkit? Arti, Jenis-Jenis, Hingga Cara Mengatasinya
Jenis Keamanan Jaringan
Terkait jaringan keamanan, terdapat beragam jenis keamanan jaringan yang dapat digunakan untuk melindungi sistem dan data, di antaranya:
1. Enkripsi Data
Jenis keamanan jaringan ini mengenkripsi data sehingga hanya bisa dibaca oleh penerima yang memiliki kunci enkripsi.
2. Antimalware
Antimalware dapat digunakan untuk melindungi jaringan dan perangkat dari aktivitas malware yang dapat merusak sistem atau mencuri data. Beberapa contoh malware yang perlu diwaspadai adalah Trojan Horse, Ransomware, dan lain sebagainya.
3. Firewall
Firewall adalah jenis keamanan jaringan yang melindungi lalu lintas data dengan menghalangi jaringan internal dan eksternal serta memastikan tidak ada lalu lintas data yang mencurigakan.
4. Keamanan Nirkabel
Jenis keamanan jaringan ini dapat melindungi jaringan Wi-Fi di kantor Anda sehingga tidak disusupi akses tidak bertanggungjawab atau serangan jaringan nirkabel.
5. Virtual Private Network (VPN)
Virtual Private Network (VPN) dalan melindungi koneksi agar tetap aman dan terenkripsi antara jaringan dan perangkat.
Demikian informasi tentang keamanan jaringan yang bisa Anda pelajari. Keamanan jaringan ini merupakan tanggung jawab semua pengguna jaringan. Hendaknya setiap perusahaan juga fokus untuk menjalankan strategi keamanan jaringan agar semua data dan jaringan tetap terlindungi.
Terkait keamanan jaringan, Asani dapat membantu Anda memilih endpoint security yang tepat untuk perusahaan. Asani bekerja sama dengan Webroot dan Bitdefender untuk memberikan layanan perlindungan endpoint yang bermanfaat bagi perusahaan.
Selain itu, Asani juga melayani sewa perangkat IT untuk menunjang produktivitas di perusahaan, seperti laptop, komputer, peralatan meeting, dan lain sebagainya.
Setiap laptop yang disewakan Asani telah terjamin kualitas dan spesifikasi yang mumpuni untuk menunjang aktivitas Anda.
Jika tertarik menyewa perangkat IT dan menggunakan layanan Asani, cek katalog Asani dan hubungi kami melalui WhatsApp atau email cs@asani.co.id untuk mengajukan penawaran sekarang juga!
Baca juga: 9 Cara Mengatasi Malware pada Laptop yang Bisa Dicoba